Hard NewsHukum

Empat Kali Jadi Residivis, Buruh Serabutan Nekat Beraksi di Sebuah Toko Elektronik

Residivis
Irwan saat diamankan jajaran Polsekta Samarinda Kota beserta barang buktinya. (Dok Polsekta Samarinda Kota)

Akurasi.id, Samarinda – Empat kali berurusan dengan para penegak hukum tak membuatnya jera. Pria yang kini berusia 45 tahun bernama Irwan, lagi-lagi harus merasakan dinginnya jeruji besi, lantaran aksi nekat terakhir yang dilakukannya karena membobol sebuah toko elektronik, di Jalan Kapuas, Nomor 30 RT 22, tepatnya di Gudang Gajah Mada Store, Kecamatan Samarinda Kota, Samarinda.

Pria yang bekerja sebagai buruh serabutan ini melancarkan aksinya, pada Senin (4/11/19) sekitar pukul 05.30 Wita. Saat itu, Irwan memanjat pagar belakang toko. Kemudian naik ke bagian atap dari bangunan berlantai tiga itu.

Baca juga:Sempat Buron Sebulan, Pemodal Tambang Ilegal di Lokasi IKN Diciduk di Surabaya

Dengan menggunakan linggis, Irwan merusak atap agar dirinya bisa memasuki bagian dalam toko yang menjadi incarannya tersebut. Dengan cekatan Irwan langsung mengumpulkan barang elektronik yang memiliki nilai jual tinggi.

Secepat kedatangannya, Irwan berhasil meninggalkan toko jarahannya tanpa diketahui siapa pun. Ibarat kata, sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan terjatuh pula. Aksi Irwan rupanya terekam oleh kamera Closed Circuit Television (CCTV) yang berada di dalam gedung.

Hal ini diketahui berdasarkan laporan dari salah satu pegawai toko yang mendapati pintu bagian belakang tampak terbuka dan telah dirusak menggunakan benda keras. Selain itu, dilaporkan pula sejumlah barang yang berada di lantai dua dan tiga bangun tersebut telah raib tanpa jejak.

“Berdasarkan laporan itu kami langsung melakukan olah TKP. Hasilnya, dari rekaman CCTV kami menemukan pelaku yang sedang melancarkan aksinya,” terang Kanit Reskrim Polsek Samarinda Kota, Ipda Abdillah Dalimunthe.

Hanya berselang hitung jam, polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan Irwan dari kediamannya, Jalan Diponegoro, Gang Langgar, Nomor 27, Kelurahan Pelabuhan, Kota Samarinda, pada Senin (4/14/19) sekitar pukul 21.00 Wita. Dari tangan Irwan, polisi mengamankan TV 32 inci, 21 rumahan lampu, sebuah tenda ukuran 4×5 meter, sebuah kursi, 22 celana jeans dan 12 kemeja.

MAHYUNADI

Akibat aksi pencurian itu, korban dikabarkan mengalami kerugian sebesar Rp 8,2 juta. Dari hasil pemeriksaan tim penyidik, Dalimunthe menambahkan, Irwan yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka juga merupakan seorang residivis kasus penganiayaan dan penyalahgunaan narkoba sebanyak tiga kali.

“Kasus ini merupakan yang ke lima kalinya tersangka berurusan dengan hukum,” tambahnya.

Akibat perbuatannya, Irwan kini harus kembali mendekam di balik kurungan besi dengan ancaman 5 tahun penjara, dan pasal yang menjeratnya ialah Pasal 363 KUHP tentang Pencurian. (*)

Penulis : Muhammad Upi
Editor: Yusuf Arafah

5/5 (2 Reviews)

Tags

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close