Advetorial

Empat Kegiatan Digelar Sekaligus, Baznas Bontang Sosialisasikan Perwali Zakat

Empat Kegiatan Digelar Sekaligus, Baznas Bontang Sosialisasikan Perwali Zakat
Wali Kota Bontang menyerahkan zakat mal kepada Baznas di kegiatan Bontang Berzakat. (Yusva Alam/Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Di bulan Ramadan kali ini, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bontang menyelenggarakan empat kegiatan sekaligus dalam waktu satu hari, Kamis (16/5/2019) di Pendopo Wali Kota Bontang.

Keempat kegiatan tersebut di antaranya sosialisasi Peraturan Wali Kota (perwali) Bontang Nomor 19 Tahun 2019 Tentang Pedoman Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Daerah. Dilanjutkan dengan Bontang Berzakat, yaitu penyerahan zakat mal oleh wali kota, jajaran, dan masyarakat. Lalu ada kegiatan pemeriksaan kesehatan khusus lansia yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Bontang, serta pembagian sembako kepada lansia yang sudah memeriksakan kesehatannya.

Dalam sambutannya, Ketua Baznas Bontang, Kuba Siga menjelaskan alasan mendasar mengapa Baznas meminta kepada wali kota agar menerbitkan perwali terkait zakat ini. Menurutnya karena selama ini tidak pernah terjadi lonjakan pada dana pengumpulan zakat di Baznas. Target Rp 2 miliar yang ditetapkan selama ini tidak pernah tercapai. Pengumpulan hanya berkisar Rp 600 juta saja. Kalaupun ada peningkatan, hanya sedikit sekali.

“Di Kaltim, pengumpulan dana zakat di Bontang terhitung yang paling kecil jumlahnya,” ujar Siga.

Empat Kegiatan Digelar Sekaligus, Baznas Bontang Sosialisasikan Perwali Zakat
Penyerahan secara simbolis sembako oleh Wali Kota Bontang kepada perwakilan lansia. (Yusva Alam/Akurasi.id)

Karenanya, terbitnya perwali ini diharapkan dapat mengoptimalisasi peningkatan dana zakat yang terkumpul. Target dari perwali adalah para ASN di lingkungan Pemkot Bontang. Nantinya, zakat dari ASN ini akan dipotong langsung dari gaji ataupun TPP masing-masing ASN.

“Dengan perwali para ASN akan dimudahkan. Cukup menyalurkan zakatnya pada satu tempat saja, yaitu Baznas Bontang,” bebernya.

Dijelaskannya lagi, Bontang merupakan kota pertama di Kaltim yang menerbitkan perwali terkait zakat ini. Ia berharap ke depannya, dapat menjadi contoh bagi Baznas-Baznas di kota lainnya di Kaltim.

Sementara itu, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni juga menyampaikan harapannya yang sama. Agar terbitnya perwali ini mampu membantu Baznas meningkatkan pengumpulan dana zakat. Karena selama ini 90 persen sumber dana zakat baznas adalah berasal dari ASN.

“Kalau mengacu pada UU, seharusnya sumber zakat Baznas tidak hanya dari ASN, tetapi dari seluruh masyarakat,” imbuhnya.

Dikatakannya, kalau saja seluruh masyarakat mengumpulkan zakatnya di Baznas, bisa saja melebihi dari target yang ditetapkan. Bahkan bisa lebih besar dari daerah lain di Kaltim. Namun sementara ini, Baznas fokus lebih dulu kepada ASN di Pemkot Bontang. Perwali ini masih harus disosialisasikan lagi kepada para ASN, agar memahami seluruhnya.

Ditambahkan Neni, di bawah kepemimpinan Kuba Siga, Baznas Bontang jadi lebih kreatif. Banyak terobosan-terobosan baru dari program yang ditelurkan. Tak hanya pengumpulan zakat, penyaluran zakatnya pun lebih beragam.

“Saya menyarankan agar penyaluran zakat bisa juga untuk penguatan ekonomi bagi masyarakat miskin,” pungkasnya.

Usai penjelasan terkait perwali ini, kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab. Usai tanya jawab, dilanjutkan dengan pembagian sembako secara simbolis dari wali kota kepada perwakilan lansia yang telah melakukan cek kesehatan. Kemudian program Bontang Berzakat. Wali Kota menyerahkan zakat mal kepada petugas Baznas, diikuti ASN yang hadir, serta masyarakat. Sementara itu, kegiatan cek kesehatan berlangsung di tempat berbeda. (sos)

Penulis: Yusva Alam
Editor: Yusva Alam

5/5 (2 Reviews)
Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar!

avatar
Back to top button
Close
Close