HeadlineIndepth

Empat Nama Mencuat Jadi Ketua DPRD Kaltim, Mahyunadi dan Makmur Ambil Bagian

Makmur HAPK, Mahyunadi, Muhammad Syahrun, dan Sarkowi V Zahry.

Akurasi.id, Samarinda – Sebagai pemenang pada pemilu legislatif  Kaltim 2019, Partai Golkar berhak kembali menahkodai pimpinan DPRD Kaltim untuk periode 2019-2024. Lantas siapa kader Partai Golkar yang layak menduduki kursi bergengsi tersebut selama lima tahun ke depan?

Berdasarkan hasil rapat pleno tentang Rekomendasi Penetapan Calon Ketua DPRD Kaltim yang berlangsung di kantor DPD Partai Golkar Kaltim, Jalan Mulawarman, Karang Mumus, Samarinda, Selasa (6/8/19), memutuskan empat nama yang akan diusulkan ke DPP Partai Golkar.

Mereka adalah Makmur HAPK, Mahyunadi, Muhammad Syahrun, dan Sarkowi V Zahry. Pantauan Akurasi.id, dari keempat nama yang direkomendasikan tersebut, hanya Makmur HAPK yang tidak berkesempatan hadir pada rapat pleno itu.

Sekretaris DPD Partai Golkar Kaltim Abdul Kadir menuturkan, pada pemilu legislatif 2019, Golkar kembali berhasil keluar sebagai pemenang dengan raihan 12 kursi. Hanya berbeda satu kursi dari Partai PDI Perjuangan yang berada di posisi kedua.

Keputusan itu menyusul telah ditetapkan Partai Golkar Kaltim sebagai pemenang pemilu pada rapat pleno penetapan calon anggota legislatif (caleg) terpilih dan partai pemenang pemilu 2019-2024 yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim pada Senin (6/8/19).

“Alhamdulillah, Golkar masih dipercaya sebagai pemenang dan menjabat ketua DPRD Kaltim. Sesuai hasil rapat pleno di internal partai, kami sudah memutuskan empat nama yang akan direkomendasikan ke DPP Golkar di Jakarta,” kata dia ditemui awak media usai rapat pleno.

Nama mereka yang telah diusulkan di rapat pleno tersebut, selanjutnya akan diserahkan ke pengurus pengurus DPD Partai Golkar untuk dipilih salah satunya. Sebagai bahan rujukan dan pertimbangan, profil atau rekam jejak dari setiap calon juga akan diserahkan pengurus Golkar Kaltim.

“Yang direkomendasikan sebagai calon ketua DPRD Kaltim, ada nama Pak Makmur HAPK, M Syahrun, Mahyunadi, dan Sarkowi. Mereka merupakan kader terbaik yang kami miliki. Sehingga layak direkomendasikan mengemban jabatan politik,” sebut Kadir.

Sebelum pelantikan anggota DPRD Kaltim pada September mendatang, diharapkan sudah ada nama calon ketua dewan yang diputuskan DPP Partai Golkar. Dengan demikian, nama yang sudah direkomendasikan dapat langsung diusulkan untuk dilantik sebagai ketua dewan.

“Dalam waktu satu atau dua hari ke depan, keempat nama yang telah direkomendasikan itu akan saya bawa ke pengurus DPP Golkar di Jakarta. Sehingga akhir Agustus sudah ada nama yang diputuskan menjadi ketua DPRD Kaltim,” katanya.

Menurut Kadir, penentuan nama ketua DPRD Kaltim nantinya menjadi kewenangan penuh dari DPP Golkar. Adapun DPD Golkar Kaltim sebatas hanya memberikan rekomendasi dan pertimbangan atas rekam jejak yang dimiliki setiap calon.

Ada beberapa aspek yang akan dilihat DPP Golkar sebelum memutuskan nama calon ketua DPRD Kaltim. Antara lain, latar belakang pendidikan, pengalaman kelembagaan di legislatif maupun eksekutif, dan perolehan suara yang didapatkan setiap calon pada pileg 2019.

“Nanti akan dibuatkan skor sesuai dengan ketentuan umum dan khusus yang ada di partai. Termasuk kebijakan strategis ke depannya. Kami mengharapkan semua calon menghormati etika politik. Dinamika boleh ada, tetapi etika politik tetap harus dijaga,” pintanya.

Mahyunadi Janjikan Bawa Golkar Berjaya di Kaltim

Sebagai kader partai, Mahyunadi mengaku manut saja dengan siapa yang akan diputuskan DPP Golkar sebagai ketua DPRD Kaltim nantinya. Namun demikian, pria yang saat ini menjabat sebagai ketua DPRD Kutim ini tetap berharap jika dirinya yang diberikan amanah tersebut.

Harapan Mahyunadi tersebut bukan tanpa disertai alasan yang kuat. Dia berujar, jika dipercayakan menahkodai Karang Paci –sebutan DPRD Kaltim-, dia ingin membawa Partai Golkar agar kembali berjaya di tanah Benua Etam, sebagaimana yang sudah-sudah.

“Saya hanya berusaha memberikan yang terbaik buat partai dan masyarakat Kaltim. Tapi apapun yang menjadi keputusan partai, kami semua siap mematuhinya,” ucap mantan ketua DPD II Partai Golkar Kutim tersebut.

Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) Kutim, Bontang, dan Berau, Mahyunadi berkeinginan besar mendorong upaya akselerasi pembangunan di daerah yang dia wakili. Menahkodai DPRD Kaltim bisa menjadi salah satu jalannya.

“Karena ini sudah menjadi amanah masyarakat Kutim, saya harus tetap berusaha melobi DPP Golkar agar bisa mendapatkan ketua DPRD Kaltim. Insyaallah (komunikasi politik) akan tetap ada. Pada prinsipnya, saya ingin Golkar yang akan datang lebih berjaya. Baik secara kepartaian maupun dari sisi kepercayaan masyarakat,” tuturnya.

Misi lain yang ingin diwujudkan Mahyunadi yakni membangun lembaga dewan yang mampu bersinergi dengan lembaga lainnya, terutama dalam upaya mempercepat pertumbuhan pembangunan Kaltim di berbagai berbagai aspek pembangunan, salah satunya ekonomi.

“Kaltim saat ini sedang diancang-ancang menjadi ibu kota negara. Untuk dapat mewujudkan itu, saya kira tentu membutuhkan dukungan legislatif yang baik. Semua visi itu akan saya sampaikan ke pengurus DPP Golkar. Saya merasa mampu membawa partai ini menjadi lebih besar,” cakapnya.

Sarkowi Enggan Terlalu Berharap, Percayakan Kepada Partai

Kandidat lainnya yang juga dicalonkan sebagai ketua DPRD Kaltim adalah Sarkowi. Mantan ketua AMPG Kukar tersebut memilih bersikap santai walau namanya dicalonkan sebagai ketua dewan. Dia berujar, sebagai kader partai, dirinya manut saja atas keputusan partai.

“Sebagai kader, kalau ditugaskan, maka saya jalankan. Karena saya merasa apa yang sudah diputuskan dalam pleno ini sudah sesuai aturan dan berdasarkan persyaratan. Tinggal kita tunggu saja nama siapa yang akan diputuskan DPP Golkar,” ujar Sarkowi.

Munculnya nama Sarkowi sebagai calon ketua DPRD Kaltim sejatinya bukan yang pertama kali. Pada periode sebelumnya, Sarkowi juga diketahui sempat direkomendasikan bersama Muhammad Syahrun yang saat ini menjabat ketua DPRD Kaltim.

“Saat itu nama saya memang sempat diusulkan juga untuk mewakili aspirasi anak muda. Tapi yang jelas, apa yang ditugaskan partai, di posisi apapun itu, saya pikir itu adalah tugas yang harus saya jalankan sebaik mungkin,” tandasnya. (*)

Penulis: Yusuf Arafah
Editor: Ufqil Mubin

5/5 (2 Reviews)

Tags

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close