HeadlineHukum

Erik Merampok Mobil karena Terdesak Biaya Nikah

Erik Merampok Mobil di BNT-PKT karena Terdesak Biaya Nikah
Erik menyesali perbuatannya telah merampok mobil di BTN-PKT. (Ayu Salsabila/Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Desakan ekonomi menjadi alasan klasik terjadinya tindak pidana pencurian. Seperti yang dilakukan Muhammad Taufik Eriandi alias Erik (32). Ia terpaksa mencuri mobil milik tetangganya lantaran membutuhkan biaya untuk menikahi kekasihnya.

Saat akal tak lagi dapat berpikir dengan benar, Erik mengambil jalan pintas. Dia menjadi perampok demi meminang wanita yang dipacarinya setahun terakhir.

Baca Juga: Erik Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Perampokan Mobil di Komplek BTN – PKT

“Sebenarnya tak ada niat mencuri. Hanya waktu semakin berjalan. Sedangkan uang tabungan saya belum mencukupi untuk biaya nikah,” jelas Erik di Polres Bontang, Rabu (17/7/19).

Biaya pernikahannya diprediksi Rp 36-40 juta. Dia baru mengantongi setengahnya. Padahal undangan pernikahan telah dicetak. Namun belum tersebar. Sedianya Erik akan menikah pada 7 Agustus di Kecamatan Babulu Penajam Paser Utara (PPU).

Dia mengaku baru pertama kali melakukan perampokan dengan kekerasan. Sialnya, aksinya tak berjalan mulus. Identitasnya tertinggal di tempat kejadian perkara (TKP).

Ia pun tak berniat kabur saat merampok mobil dan ATM milik Bela Indi Sulistyo. Hanya saja, korban panik dan berteriak. “Saya langsung kabur melintasi Jalan Kilometer 3,” ungkapnya.

Baca Juga: Perampok di BTN-PKT Menyerahkan Diri

Erik ingin pergi ke Balikpapan dengan mobil bernomor polisi B 1564 KRE merek Avanza warna abu metalik itu. Sejatinya, dia sudah sampai di Kota Minyak. Tetapi pria muda ini memutar arah.

Ketika melintasi Jalan Soekarno-Hatta, dia mengalami kecelakaan lalu lintas. Saat itu juga mobil ditinggalkannya di Warung Panjang Bukit Soeharto. Karena panik, dia berlari ke hutan.

“Saya di dalam hutan selama empat hari. Dua hari tidak makan,” sebutnya. Erik menyesali perbuatannya. Dia meminta maaf kepada Bela Indi Sulistyo.

Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Kasubag Humas Polres Bontang, Iptu Suyono, mengungkapkan, pelaku menyerahkan diri ke polisi. Kata dia, Erik tak berniat kabur ke luar Kaltim.

Saat keluar dari hutan, pelaku menumpang mobil pikap untuk menuju Samarinda. “Sempat tidur di kios kosong di Samarinda Seberang sampai akhirnya pulang ke Bontang,” jelas Suyono.

Setelah bertemu keluarganya di Bontang, Erik mendapat saran agar menyerahkan diri. Dia mengamini saran itu. Pada Selasa (16/7/19) sekira pukul 15.00 Wita, pelaku diantar keluarganya ke Polres Bontang.

“Kepada polisi pun ia mengaku butuh uang untuk biaya nikah. Waktu menikahnya sudah mepet. Sehingga tersangka kalut,” terangnya.

Atas perbuatannya, Erik diduga melanggar Pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Dia terancaman hukuman 15 tahun penjara. (*)

Penulis: Ayu
Editor: Ufqil Mubin

Tags
Show More

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close