HeadlineIndepth

Fakta Kasus Prostitusi yang Menjerat Putri Amelia, Disebut Putri Pariwisata Kaltim, Rekan Seprofesi dan Pemerintah Angkat Bicara

prostitusi
Putri Amelia saat diamankan Polda Jatim (Istimewa)

Akurasi.id, Samarinda – Kasus prostitusi online yang melibatkan seorang perempuan muda berusia 23 tahun asal Balikpapan, karena pengungkapan yang dilakukan jajaran Ditreskrimum Polda Jawa Timur, menggerakkan masyarakat Kaltim. Pasalnya, perempuan kelahiran Balikpapan 26 Juni 1996, dengan memiliki segudang prestasi kecantikan itu, disebut sebagai Duta Pariwisata Kaltim pada 2016 lalu.

Bernama lengkap, Putri Amelia Zahrahman, ia diketahui memiliki segudang prestasi yang sudah diraih. Seperti, Winner Best National Costume Miss Tourism Queen of The Year International at Shanghai China 2016-2017. Sebagai  Miss Tourism Queen of The Year Indonesia 2016-2017, ikon Putri Danau Toba Kementerian Pariwisata RI 2016-2019, Putri Pariwisata Indonesia 3rd Runner Up 2016-2017.

Baca Juga: Bermodal Sebilah Pisau, Seorang Pria di Samarinda Nekat Cabuli Anak Tiri

Kemudian Miss Sport Tourism Indonesia 2016-2017, Putri Pariwisata Indonesia Berbakat 2016-2017, Duta Earth Hour Balikpapan 2017, Putri Pariwisata Kaltim 2016, Duta Wisata 3rd Runner Up 2016, Duta IM3 1rd Runner Up 2014,  Duta IM3 Favorit 2014, Winner The Best Host CBD Pekan Raya Balikpapan 2013.

Informasi dihimpun, Putri Amelia Zahrahman yang disebut-sebut sebagai Duta Pariwisata besutan Pemkot Balikpapan maupun Pemprov Kaltim seperti yang dikabarkan, ternyata terbantahkan. Wanita berparas cantik ini rupanya diketahui, merintis karier melalui sebuah yayasan swasta. Inilah yang membuat kabar kalau dirinya sebagai Duta Pariwisata terbantahkan.

Hal ini diungkapkan, Duta Pariwisata asal Samarinda sekaligus Duta Pariwisata Kaltim Tahun 2015-2016, Nirmala Sari. Perempuan yang akrab disapa Mala itu mengaku mengenal sosok Putri Amelia, sebagai sesama di Ikatan Duta Pariwisata.

Mala mengaku terkejut atas kasus yang kini menjerat rekan seprofesinya itu. Wanita yang beberapa tahun terakhir kini aktif di partai politik ini mengatakan, awalnya Putri Amelia memang pernah mengikuti ajang Duta Pariwisata Balikpapan pada 2015. Di tengah proses seleksi, Putri Amelia gugur sebelum memasuki babak semifinal. Alhasil, dirinya pun tidak bisa melanjutkan ke jenjang Duta Pariwisata tingkat provinsi.

“Setahu saya, dulu memang di Balikpapan. Sekarang dia enggak di sana lagi,” ucap Mala.

Berbeda dengan Mala, yang saat itu meraih juara dan dinobatkan sebagai Duta Pariwisata Samarinda di 2015. Mala, lalu melanjutkan jenjangnya ke tingkat provinsi. Meski mengalami kegagalan, namun Putri Amelia tak patah arang. Ia melanjutkan kariernya melalui jalur yayasan swasta, untuk terus mengejar impiannya sebagai duta kecantikan.

“Acara itu pun tidak dilaksanakan langsung oleh dinas. Tapi dari pihak ke tiga. Cuma, tetap didukung oleh kementerian,” imbuhnya.

Putri Amelia akhirnya lolos di tingkat kota. Kemudian lanjut ke jenjang kontes kecantikan di tingkat Provinsi Kaltim sebagai perwakilan Balikpapan.

Sejak itu, karier Putri terus menanjak, Ia memenangkan sejumlah kontes kecantikan bahkan ditingkatkan nasional.

“Saya cuman tahu, kalau ada gala dinner atau fashion show pasti ketemu. Cuman gitu saja, dan tidak tahu ternyata terlibat seperti itu,” bebernya.

Ia berharap, kasus ini tidak membawa citra buruk terhadap seluruh orang yang berprofesi serupa dengannya.

“Ini hanya oknum tertentu melakukan hal yang tidak benar, hingga mencoreng yayasan ataupun asosiasi forum duta pariwisata di pemerintahan,” tegas Mala.

Jadi Perhatian Pemkot Balikpapan

Prostitusi
Kasus prostitusi yang menjerat Putri Amelia ikut membuat Pemkot Balikpapan angkat bicara. (Istimewa)

Kasus yang menjerat Putri Amelia kini menjadi perhatian Pemkot Balikpapan. Bahkan Pemprov Kaltim menaruh perhatian serupa. Pasalnya kasus prostitusi online itu, telah menyeret nama baik dari institusi pemerintah.

Diungkapkan, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, kasus prostitusi online yang melibatkan Putri Amelia ini membuatnya prihatin. Terlebih, dengan disebut-sebutnya Putri Amelia sebagai Duta Pariwisata Balikpapan.

“Kita sebenarnya tidak ada hubungannya (dalam kasus prostitusi online itu). Makanya jangan cepat mengambil kesimpulan, karena banyak biasnya,” ucap Rizal saat dikonfirmasi.

Rizal menegaskan, kasus prostitusi online yang menjerat Putri Amelia, tidak ada sangkut pautnya dengan kontes kecantikan besutan Pemkot Balikpapan. Dalam kasus ini, hanya dilakukan oleh oknum. Dan diharapkan, sejumlah pihak untuk tidak mengaitkannya. Karena perihal itu akan berdampak dengan tercorengnya nama besar ikatan duta pariwisata di Balikpapan.

“Ke depannya, untuk anak-anak kita yang terlibat berbagai kegiatan positif untuk memajukan daerah, maka akan kita perkuat mereka. Supaya tidak terseret oleh hal-hal negatif seperti ini,” harapnya.

Nama Putri Amelia Tidak Terdaftar di Dinas Pariwisata Kaltim

Prostitusi
Nama Putri Amelia disebut-sebut tidak terdaftar sebagai putri pariwisata di Dinas Pariwisata Kaltim. (Istimewa)

Menanggapi persoalan ini, Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Sri Wahyuni mengatakan, pihaknya tak punya identitas Putri Amelia dalam database duta wisata Kaltim. Namun untuk benar-benar memastikan, Sri Wahyuni mengaku terus melakukan koordinasi dengan pihak Pemkot Balikpapan.

“Yang jelas di 2016, kami enggak ada mengutus siapa pun masuk kontes putri pariwisata tingkat nasional,” ucap Sri, saat dikonfirmasi.

Dia menjelaskan, ada dua jenis duta pariwisata, yang berasal dari besutan pemerintah dan dari independen atau pihak swasta.

Kalau dari pemerintah, tentu mewakili Kaltim. Tapi mereka yang berasal dari kontes independen pun juga demikian, sebab bergantung figur itu berasal. Putri Amelia, itu berasal dari Balikpapan, dengan demikian tersebutlah ia berasal mewakili Kaltim.

“Kami memang sudah beberapa tahun tak ikut kontes tingkat nasional karena biayanya cukup besar,” sebutnya.

Mantan kepala Dinas Pariwisata Kukar itu melanjutkan, bila Benua Etam melakukan seleksi biasanya berjenjang dari tingkat kabupaten/kota, nanti finalisnya itu mewakili ke tingkat provinsi, tahap lanjutannya tentu menuju nasional.

Dalam prosesnya itulah akan dilakukan pembekalan dan pendampingan. Dari sinilah semua karakter dan sikap bisa dibina, yang bertujuan untuk menata para duta wisata.

“Kami sebenarnya prihatin dengan kejadian ini sebab hal inilah yang membuat citra negatif lembaga penyelenggara kontes duta/putri pariwisata. Ini juga menjadi catatan agar semua bisa melakukan seleksi  lebih ketat lagi,” tambahnya.

Gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga tentu menjadi refleksi. Hal inilah yang dirasakan pihak pemerintah. Itu sebab, lembaga pemilihan putri pariwisata, harus memerhatikan semua jenis kategori sebelum memilih, yakni behavior (tingkah laku), attitude (sikap), bukan sekedar brand (merek) dan juga beauty (kecantikan).

“Kami menyayangkan ada oknum yang berbuat demikian. Kami prihatin dengan kejadian tersebut. Ini menjadi tugas bersama untuk mengawal ujung tombak pariwisata agar bisa menjaga sikap,” katanya.

Dia pun menambahkan, jika boleh saat ajang ini berlangsung baiknya lebih mengedepankan kultur ketimuran jadi bukan hanya penampilan atau performance saja. Terlebih anak-anak milenial, yang bakal sering turut dalam kompetisi ini. Diharapkan bisa menjaga sikap. Jangan sampai menyandang status duta/putri pariwisata namun tidak bisa menjaga behavior-nya. Bagaimanapun juga kultur ketimuran adalah budaya yang harus dijaga.

“Sekali lagi, ini menjadi catatan bagi kami semua. Kita juga akan melakukan sounding ke kementerian, mengusulkan hal serupa,” pungkasnya.

Diwartakan sebelumnya, kepolisian Polda Jatim mengamankan tiga orang yang diduga terlibat kasus prostitusi online. Dua orang di antaranya diamankan di salah satu hotel di Kota Batu Malang.

Berinisial PA dan YW. Diketahui, PA, adalah Putri Amelia Zahrahman. Ia seorang publik figur kontes kecantikan asal kota Balikpapan. Sedangkan YW, merupakan pengusaha swasta asal Nusa Tenggara Barat.

Petugas, mengamankan Putri Amelia dan YW saat sedang melakukan transaksi esek-esek di dalam hotel. Keduanya diamankan bersama perantara atau muncikarinya, berinisial J pada Pukul 19.00 WIB, pada Sabtu (26/10/19) silam. (*)

Penulis : Muhammad Upi
Editor: Yusuf Arafah

5/5 (3 Reviews)

Tags

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close