HeadlineIsu Terkini

Fase Pertama Relaksasi Covid-19 di Samarinda Diawali dengan Membuka THM

Pemkot Ingatkan Pengusaha Rapid Test Semua Karyawan Sebelum Beroperasi

fase pertama relaksasi covid-19
Dinas Pariwisata dan Tim Gugus Tugas Covid-19 mengimbau pengusaha hiburan malam agar menerapkan protokol kesehatan Covid-19. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Fase pertama kebijakan relaksasi Covid-19 yang dijalankan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda pada Senin (1/6/20) hari ini diawali dengan membuka kembali kegiatan usaha di sektor tempat hiburan malam (THM). Pembukaan THM itu dengan catatan, semua pegawai yang bekerja di tempat tersebut wajib melakukan rapid test sebelum bekerja.

baca juga: Warga Sidodamai Samarinda Dibuat Panik oleh Kehadiran Tim Berpakaian APD Covid-19

Kebijakan itu diambil Pemkot Samarinda sebagai upaya mencegah adanya penularan wabah Covid-19. Di sisi lain, selama masa beroperasi pada fase pertama ini, setiap pengusaha THM diwajibkan menerapkan setiap protokol kesehatan guna mencegah terjadinya kembali penularan Covid-19.

Sebagaimana dikutip dari Siaran Pers Pemkot Samarinda No.1286/KM/KOMINFO/VI/2020, Wali Kota Samarinda yang juga  Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19, Syaharie Jaang mengatakan, jika timnya telah memetakan beberapa wilayah yang perlu dilakukan untuk penegakan disiplin saat fase pertama relaksasi mulai diberlakukan. Di antaranya sebut dia, pusat perbelanjaan seperti mall dan pasar, tempat hiburan hingga rumah ibadah.

“Sesuai arahan Bapak Dandim dan Kapolres, kami akan menerapkan patroli setiap hari untuk menegakan disiplin sembari menyosialisasikan protokol kesehatan di daerah yang kami petakan tadi,” ucapnya, Senin (1/6/20).

Jaang menilai, kendati kasus pasien Covid-19 di Kota Tepian –sebutan Samarinda – menurun tajam, bukan berarti warga bisa melakukan kegiatan dan beraktivitas tanpa mengesampingkan protokol kesehatan. Dalam memberlakukan fase pertama relaksasi di Samarinda bisa berjalan lancar hingga 15 hari ke depan.

“Artinya kita harus tetap berhati-hati, karena kabupaten/kota terdekat kita untuk kasus Covid-19 masih tinggi. Jadi, segala kemungkinan bisa saja terjadi,” sebutnya

“Jika uji coba fase pertama gagal dijalankan, bisa saja pemerintah kembali memberlakukan kepada warganya untuk beraktivitas kembali di rumah saja,” tambahnya.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

Oleh karena itu, sambung wali kota dua priode itu, kuncinya relaksasi fase pertama ini adalah kedisiplinan warga untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dalam melakukan aktivitas di luar rumah.

“Perlu saya ingatkan kembali, kalau Samarinda baru masuk fase relaksasi jadi bukan new normal, jadi banyak tahapan yang harus kita lalui dan terus dievaluasi sebelum masuk ke fase new normal,” tuturnya.

Sementara terkait segmen tempat hiburan yang sudah mulai beroperasi mulai hari ini, Jaang menekankan, khusus hiburan malam dan tempat karaoke agar bisa dikaji kembali waktu operasinya. Maksudnya, supaya tempat hiburan tersebut bisa betul-betul mematangkan persiapan dalam menerapkan protokol kesehatan bagi pengunjung.

“Saya minta kepada Kepala Dinas Pariwisata untuk memanggil para pengusaha tempat hiburan club malam dan rumah karaoke keluarga. Pemerintah wajib mengawasi dan menerapan protokol kesehatan di tempat tersebut. Boleh beroperasi harus menyertakan surat bukti jika semua karyawannya sudah melakukan rapid test yang diketahui oleh Dinas Kesehatan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close