Hard NewsHeadline

Gagal Naik Pesawat, Polisi Buru Pelaku Pemalsu Surat Hasil Rapid Test

Gagal Naik Pesawat, Polisi Buru Pelaku Pemalsu Surat Hasil Rapid Test
Suasana Bandara APT Pranoto Samarinda. (Istimewa)

Akurasi.id, Samarinda – Surat hasil rapid test palsu telah beredar di Samarinda. Kasus diketahui ketika 4 calon penumpang menyerahkan surat rapid test saat hendak menaiki pesawat di Bandara APT Pranoto Samarinda, Sabtu (8/8/20) lalu.

baca juga: Perampok Toko Emas Ditangkap, Kuasa Hukum: Jangan Sebar Identitas dan Wajah Pelaku

Indikasi pemalsuan surat hasil rapid test ini pun terendus pihak kepolisian. Kapolsek Sungai Pinang AKP Rengga Puspo Saputro mengatakan dari hasil pemeriksaan sementara diketahui surat itu dibuat oleh seseorang berinisial JN. Disebut JN merupakan warga di kawasan Kecamatan Samarinda Ulu.

“Kita langsung lakukan penyelidikan, dengan melakukan penggeledahan di kediaman JN, tapi yang bersangkutan tidak berada di rumah. Hanya didapatkan alat bukti berupa satu unit printer,” ungkap AKP Rengga saat di temui di Polsek Sungai Kunjang, Selasa (11/8/20).

Tidak adanya JN di lokasi, polisi menduga pelaku telah mengetahui bahwa telah diincar pihak berwajib pasca 4 calon penumpang itu diamankan. Pasalnya, sesaat setelah calon penumpang ditahan pihak bandara, JN sempat dihubungi via telepon. Mereka meminta pertanggungjawaban JN lantaran menerbitkan surat hasil rapid test palsu.

“Kami masih melacak keberadaan JN, kaburnya karena penumpang ini sempat menelepon dia. Dari keterangan yang kami peroleh, 1 surat hasil rapid test dihargai Rp150 ribu tanpa tes dahulu,” terangnya.

“Dari informasi yang kita dapatkan dari petugas bandara, pihak maskapai tidak mengizinkan keempatnya untuk melanjutkan perjalanan,” sambungnya.

Sementara itu, para calon penumpang yang sudah membeli surat palsu tersebut gagal berangkat menaiki pesawat. Kini keempatnya berstatus sebagai saksi sekaligus korban.

“Hanya kita berikan wajib lapor, yang bersangkutan masih di Samarinda,” paparnya.

Dari hasil penggeledahan di rumah pelaku, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa komputer, printer, dan kertas yang digunakan untuk membuat dokumen hasil rapid test palsu.

Rengga memastikan, bahwa jajarannya akan terus memburu pelaku meski kini telah kabur dan tidak diketahui keberadaannya.

“Pelaku tinggal di sana mengontrak. Akan kita buru untuk dia pertanggungjawabkan perbuatannya,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, surat hasil rapid test palsu itu didapatkan petugas setelah melakukan pemeriksaan terhadap berkas kelengkapan penumpang. Surat hasil rapid test merupakan salah satu syarat calon penumpang dapat melanjutkan perjalanan ke daerah tujuan.

Penemuan 4 surat hasil rapid test palsu itu didapatkan petugas saat pemeriksaan dari keempat calon penumpang. Hal ini diketahui petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang bertugas untuk memeriksa dan memvalidasi dokumen. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Suci Surya Dewi

Leave a Reply

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    Ok No thanks