Hard NewsHeadlineHukum

Ganja 2,5 Kilo Diamankan di Indekos Mahasiswi, Bandar Disinyalir Berasal dalam Penjara

indekos mahasiswi
Jajaran Satreskrim Polres Samarinda setelah mengamankan seorang mahasiswi yang diduga jadi pengedar ganja. (Dok Polresta Samarinda)

Akurasi.id, Samarinda – Peredaran narkotika di Samarinda seperti tak ada habisnya. Jika beberapa waktu sebelumnya polisi berhasil mengamankan sabu hingga berkilo-kilo. Teranyar, aparat berseragam sipil dari tim Macan Borneo, Jatanras Satreskrim, Polresta Samarinda berhasil mengamankan ganja kering siap edar seberat 2,5 kilogram, dari salah satu indekos seorang mahasiswi berinisial SY (23) di Jalan Wahid Hasyim, Kecamatan Samarinda Utara, Sabtu (2/2/20) sore.

baca juga: Kepala Dilindas Mobil Trailer, Warga Kelurahan Api-Api Meninggal di Tempat, Anak Selamat

SY yang merupakan seorang pelajar di salah satu perguruan tinggi di Kota Tepian -sebutan Samarinda- ini diketahui hanya sebagai tempat penerimaan awal dari barang haram tersebut, sebelum diedarkan kembali kepada para pembeli. Disinyalir, dalang atau pengendali barang haram ini berasal dari salah satu tahanan Lapas Narkotika Bayur.

Informasi dihimpun, ganja kering siap edar ini berasal dari Medan, Sumatera Utara yang dipesan terlebih dahulu oleh salah satu tahanan Lapas Narkotika Bayur tersebut, melalui via online. Karena posisinya yang masih berada di dalam jeruji besi, walhasil dalang ini harus memutar otak dan memanfaatkan rekannya yang tidak tersandung kasus apapun seperti SY.

indekos mahasiswi
Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Damus Asa saat membeberkan hasil temuan ganja 2,5 kg dari indekos seorang mahasiswi pada Sabtu (2/1/2020) kemarin. (Muhammad Upi/Akurasi.id)

Setelah disepakati dan dilakukan pembayaran sebesar Rp10 juta untuk 2,5 kilogram ganja, kemudian barang haram itu dikirim menggunakan jasa pengiriman barang. Nomor ponsel dan alamat SY pun ditujukan sebagai penerimanya. Saat paket itu tiba, mulanya SY sempat melimpahkannya kepada rekannya yang lain di kawasan M Said, Kecamatan Sungai Kunjang.

Saat tiba, rekan SY yang berinisial RJ itu pun tak menerimanya begitu saja, meskipun ia belum mengetahui isi paket tersebut merupakan ganja kering siap edar. Akhirnya, ganja itu kembali dan diterima oleh SY. Nah, saat paket tiba, tak berselang lama polisi pun berada di indekos SY untuk melakukan penangkapan.

Akan tetapi, polisi mulanya tidak mendapatkan adanya paket kiriman ganja tersebut. Melainkan, adanya sebuah tindak pidana penjualan satwa dilindungi.

“Dari informasi jual beli satwa dilindungi ini kami melakukan penelusuran dan justru mendapatkan temuan ganja 2,5 kilogram,” ucap Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Damus Asa, saat konferensi pers, Minggu (2/2/20) sore.

Dari pemeriksaan awal, polisi mendapatkan informasi kalau ganja tersebut dipesan seberat 3kilogram. Namun saat diperiksa, barang haram itu hanya seberat 2,5kilogram saja. Sementara itu, polisi rupanya juga turut mengamankan RJ yang sempat mendapatkan paket tersebut dan berstatus sebagai saksi untuk saat ini.

Selain itu, polisi juga mendapatkan keterangan jika paket haram ini merupakan kali kedua yang pernah dipesan jaringan SY. Yang pertama dipesan pada awal Januari kemarin seberat 2kilogram dan telah habis di ecerkan oleh seorang rekan SY yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

“Jadi pelaku ini hanya sebagai penerima. Setelah barang tiba, kemudian ada rekannya yang lain yang akan mengedarkannya,” imbuh Damus.

Sedangkan untuk pengendalinya, lanjut Damus, aparat kepolisian saat ini telah mengantongi identitasnya dan Satreskrim telah berkoordinasi dengan Satreskoba Polresta Samarinda untuk pengembangan kasus lebih lanjut.

“Identitasnya sudah kami kantongi. Pengendali dari Kapas Bayur, tapi masih sebatas dugaan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Upi
Editor: Dirhanuddin

Tags

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close