CorakIsu Terkini

Hadapi Persaingan IKN, UMKM Mesti Mulai Go Ekspor dan Go Digital

Go Digital
(Kiri depan posisi kedua) Kepala Bank Indonesia Wilayah Kaltim Tutuk SH Cahyono saat menyampaikan sambutan pada acara pelatihan jurnalis. (Dirhan/Akurasi.id)

Akurasi.id, Jakarta – Langkah pemerintah pusat memindahkan ibu kota negara (IKN) ke Kaltim diyakini bakal membawa banyak dampak bagi masyarakat. Sektor ekonomi adalah salah satunya.

Sebagai tuan rumah pembangunan IKN, Pemerintah Kaltim didorong untuk segera menyiapkan sektor ekonomi yang mampu berkompetisi ke depannya. Di antaranya dengan menyiapkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Baca Juga: Omset Setiap Hari Rp 10 Juta, Amplang Bengalon Go International

UMKM sebagai basis ekonomi kerakyatan dinilai perlu disiapkan tidak hanya sekadar ekonomi daerah, tetapi mesti menjadi ekonomi nasional hingga berskala internasional. Mendorong UMKM melakukan go ekspor dan go digital menjadi kuncinya.

Saran itu disampaikan Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kaltim Tutuk SH Cahyono saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Pelatihan Wartawan Ekonomi Kaltim di Hotel Mercure, Jakarta Pusat, pada Jumat (15/11/19) pagi.

Menurut dia, dipercayakannya Kaltim sebagai lokasi pembangunan IKN baru, harus ditangkap sebagai peluang bisnis dan pengembangan ekonomi Benua Etam -sebutan Kaltim- ke depannya. Setiap kekayaan budaya dan hasil ekonomi Kaltim harus mulai dipromosikan. Misalnya hasil tenun, batik, maupun makanan.

Keberadaan UMKM harus dioptimalkan di sektor pengembangan ekonomi tersebut. Misalnya dengan mulai membukakan ruang bagi UMKM agar tersentuh perbankan. Ke depan, UMKM tidak hanya layak usaha, tetapi juga mesti layak dibiayai perbankan.

“Tujuan akhir dari itu semua adalah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi agar lebih baik dan berkualitas,” kata dia.

Salah satu langkah yang coba diambil BI Kaltim untuk mendongkrak peran UMKM, utamanya menyongsong pembangunan IKN, yakni dengan menggelar kegiatan yang khusus mempromosikan kekayaan budaya dan hasil usaha dari para pelaku UMKM di salah satu mal di Kota Samarinda pada 13-14 Desember 2019.

“Sebenarnya ada banyak UMKM di Kaltim yang layak dibiayai. Karena dari sisi kegiatan usaha juga memang layak. Cuman memang belum disurvei secara serius dan mendalam,” tuturnya.

Untuk mendongkrak UMKM di Kaltim dapat dilakukan dengan menarik minat anak muda atau kaum milenial. Begitu juga dengan masyarakatnya. Salah satu yang ditekankan agar mereka secara masif mau melakukan ekspansi penjualan, antara lain dengan go ekspor dan go digital terhadap produk yang dihasilkan setiap UMKM.

“Perkembangan teknologi saat ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik. Bagaimana supaya produk yang dimiliki semua UMKM di Kaltim agar bisa go ekspor dan go digital,” serunya.

Tutuk menginginkan, sebelum IKN benar-benar direalisasikan ke depan, setiap UMKM yang ada di Kaltim sudah harus menjadi bagian dari usaha yang mempunyai daya saing. Baik dari sisi produk maupun secara pemasaran.

“Kami ingin agar bagaimana UMKM di Kaltim ini menjadi sesuatu yang berdaya saing. Menjadi sesuatu yang banyak dikenal masyarakat ke depannya,” tandas dia. (*)

Penulis: Dirhanuddin

Tags
Show More

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close