Corak

Hadapi Tantangan Pembangunan IKN, Hetifah: Milenial Kaltim Wajib Melek Digital

milenial
Anggota DPR RI Hetifah saat menjadi pemateri pada Kuliah Umum literasi digital 4.0 di Unmul Samarinda. (Dok Hetifah)

Akurasi.id, Samarinda – Perkembangan teknologi yang kian kompleks patutnya menjadi catatan bagi masyarakat dan milenial Kaltim. Terlebih dalam menyongsong rencana pembangunan ibu kota negara (IKN) baru di Tanah Benua Etam -sebutan Kaltim-.

Ada banyak alasan yang mengharuskan masyarakat dan utamanya kaum milenial Kaltim terus memperbaharui pengetahuan di bidang digital. Salah satunya, ketika warga Jakarta bermigrasi ke Kaltim, mereka bakal banyak membawa perubahan, khususnya di bidang digital. Itu menjadi tantangan yang mesti disambut.

Baca Juga: Dewan Godok RUU Ekonomi Kreatif, Hetifah: “Kami Mendapat Catatan Kritis”

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPRD Kaltim Hetifah Sjaifudian saat menjadi pembicara pada Kuliah Umum yang diadakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda di Hotel Grand Victoria, Jumat (8/11/19) pagi.

Pada kegiatan bertajuk “Literasi Digital 4.0 Menuju Masyarakat Informasi Dalam Menyambut Tantangan Ibu Kota Negara” itu, politikus Partai Golkar itu menyampaikan sejumlah tantangan yang harus dihadapi dan dijawab masyarakat serta milenial Kaltim.

Satu di antara tantangan itu yakni menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul dan cermat. Karena itu menjadi mandat Presiden Joko Widodo (Jokowi) bagi para wakil rakyat Kaltim, baik yang ada di DPR RI maupun pemerintah daerah di Benua Etam.

Di antara SDM yang mesti disiapkan dalam waktu segera yakni SDM yang tidak gagap teknologi. Menurut Hetifah, semua elemen masyarakat berkewajiban menyadari pentingnya literasi digital di era teknologi saat ini.

“Masyarakat (dan milenial) Kaltim harus terus meng-upreade diri untuk selalu siap menghadapi perkembangan teknologi demi menjadi masyarakat digitally literate, atau melek digital,” tutur perempuan berhijab ini.

Perempuan berkacamata ini mendorong agar pemerintah dan perguruan tinggi di Kaltim bergerak cepat menyiapkan SDM yang dibutuhkan bagi pembangunan IKN. Kata dia, pemerintah dan universitas harus senantiasa menggalakkan yang mendukung lahir dan tumbuh suburnya literasi digital.

“Mahasiswa kita harapkan memanfaatkan perkembangan digital secara bijak, cerdas, tepat, dan patuh hukum dalam rangka membina komunikasi dan interaksi kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Bagi perempuan yang menyelesaikan gelar Doktor di Flinders University, Australia ini, menghadapi IKN, Kaltim tidak boleh hanya smart city, tetapi juga mesti menyiapkan masyarakat dan milenial yang smart people. Sebab, literasi digital menjadi semakin relevan dengan adanya pemindahan IKN ke Benua Etam.

MAHYUNADI

“Dengan adanya pemindahan Ibu kota negara, teknologi yang digunakan di Kaltim akan semakin di-updet, mulai dari teknologi di bidang pelayanan publik, pemerintahan, transportasi, informasi, dan yang lainnya” harap Hetifah.

Di sisi lain, ke depan kebutuhan masyarakat terhadap teknologi dan dunia digital akan semakin kompleks. Hampir setiap lini kehidupan masyarakat akan berbasis digital, baik di bidang pendidikan, bisnis, sosial, dan transportasi.

Selain itu, literasi digital bukan sekedar keterampilan teknis dalam mengoperasikan seluruh aplikasi di media sosial, melainkan lebih kepada ketrampilan kritis. Meliputi cara berpikir dan mengumpulkan informasi dari beragam sumber.

Untuk diketahui, pada Kuliah Umum itu, selain Hetifah, turut hadir sebagai narasumber ada General Manager PT Telkom Indonesia Cabang Samarinda Slamet Riyanto dan Akademisi Program Studi Ilmu Komunikasi dan Penggiat Literasi Media Kheyene M Boer. (*)

Penulis: Muhammad Aris
Editor: Yusuf Arafah

5/5 (3 Reviews)

Tags

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close