Hard NewsHeadline

Hanya Sarung Melekat di Badan, Kebakaran Jalan Gurami 2 Rugi Rp 200 Juta

kebakaran
Kebakaran yang menghanguskan rumah Sahruddin. (FB Kecamatan Bontang Selatan)

Akurasi.id, Bontang – Sayu kedua mata Sahruddin Kuripang (73) menatap puing-puing sisa kebakaran yang melahap rumahnya malam kemarin, Rabu (6/11/19), di Jalan Gurami 2, RT 3, Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan. Tak ada barang berharga yang sempat dia bawa. Kecuali sarung melekat dibadannya.

Pun sang istri, Amelia (53) kedua matanya sembab dan hidungnya merah menangisi musibah yang menimpa keluarganya. Suaranya terdengar serak akibat berteriak meminta pertolongan kepada orang-orang di sekitarnya.  Masih terekam jelas dalam ingatan Sahruddin dan Amelia sebelum terjadi kebakaran. Bakda Magrib, Amelia masih disibukkan dengan cucian pakaian yang menumpuk di belakang. Sedangkan sang suami bersama kedua cucu dan anak bungsunya sedang bersantai.

baca juga: Sempat Buron Sebulan, Pemodal Tambang Ilegal di Lokasi IKN Diciduk di Surabaya

Tiba-tiba saja Sahruddin dikejutkan dengan api yang merambat di plafon rumahnya. Api itu menjalar dari kamar depan milik Akbar Wijaya (30) dan Wahidah Wati (40) yang merupakan anak dan menantu Sahruddin. Diduga asal api akibat korsleting arus pendek listrik di kamar Akbar yang ditinggal empunya pergi menjenguk sang anak di Pesantren Hidayatullah.

“Api dari kamar Akbar. Kondisi kamar digembok, karena ditinggal pergi ke pesantren,” ucap Sahruddin.

Si bungsu, Muhammad Ikbal mengajak kedua ponakannya, Sisi dan Shofia keluar rumah melalui pintu depan. Sedangkan Sahruddin sembari berteriak, dia berusaha mencari barang penting yang harus diselamatkan. Belum sempat menyelamatkan barang, lampu terlanjur padam. Ia hanya bisa menyelamatkan diri bersama sang istri keluar melalui pintu belakang.

kebakaran
Rumah yang dihuni selama 15 tahun kini tinggal abu. (Suci Surya Dewi/Akurasi.id)

Sang istri terus berteriak meminta pertolongan kepada tetangga sekitar. Begitu pula Sahruddin, berusaha memadamkan api bersama tetangga dengan peralatan seadanya. Api kian membesar membuat Sahruddin menyerah dan pasrah menerima kenyataan.

“Saya dan tetangga depan coba siram apinya. Tapi karena ada tekanan dari dalam, api besar langsung keluar dari pintu,” kata dia.

Sekira 3 unit mobil pemadam kebakaran segera datang memadamkan api. Namun sayang, rumah Sahruddin yang didiaminya selama 15 tahun silam tak berhasil diselamatkan. Pasalnya rumah semi permanen berbahan kayu ulin dan triplek. Sehingga mudah terbakar.

Surat-surat penting seperti ijazah, buku nikah, surat tanah dan rumah, dan sebagainya ikut hangus. Sepeda motor serta peralatan usaha sedot WC milik Akbar yakni 20 mesin pompa dan tandon ikut dilalap si jago merah. Bahkan barang dagangan milik Amelia dan menantunya berupa pakaian dan tas pun menjadi abu. Total kerugian ditaksir Rp 200 juta.

Pasca kebakaran, Sahruddin bersama sang istri menumpang di rumah Ketua RT 3 Tanjung Laut saat malam hari. Paginya dia menumpang di rumah tetangganya. Sedangkan Akbar dan istrinya sementara tinggal di Rumah Singgah di Jalan Parikesit. Sedangkan anak-anaknya tetap tinggal bersama kakek neneknya.

“Saya ingin dapat bantuan dari pemerintah supaya bisa bangun rumah lagi,” harap Sahruddin.

Tetangga Kena Dampak, Rugi Rp 12 Juta

kebakaran
Meteran listrik, AC, dan jendela milik Asriani terkena dampak. (Suci Surya Dewi/Akurasi.id)

Kebakaran yang menimpa Safruddin tidak menelan korban jiwa. Namun, tetangga turut terkena dampaknya. Asriani Dewi (38) mengaku bersyukur rumahnya tidak ikut terbakar. Saat kejadian, dia hanya berdua dengan sang anak. Sedangkan suaminya pergi bekerja. Dia pun panik dan mencoba menyelamatkan surat-surat berharga dan memindahkan motornya ke tempat aman.

Beruntung pemadam kebakaran segera datang dan turut menyiram sisi kanan rumahnya yang terkena jilatan api. Tujuannya agar api tidak merambat lebih banyak hingga ke rumah warga lainnya.

“Pemadam kebakarannya sigap, langsung menyiram rumah saya juga,” kata Asriani.

Meski selamat, namun Asriani mengalami kerugian cukup banyak. Air conditioner (AC), meteran listrik, dan 4 jendelanya hangus terbakar. Kerugian ditaksir mencapai Rp 12 juta.

“Sekarang listrik di rumah saya mati. Saya coba hubungi PLN untuk diperbaiki,” tuturnya. (*)

Editor : Suci Surya Dewi

5/5 (2 Reviews)

Tags

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close