Hard NewsHeadline

Niat Ngeprank Berujung Petaka, 3 Remaja Berau Tewas Usai Tenggak Hand Sanitizer yang Dikira Miras

Niat Ngeprank Berujung Petaka, 3 Remaja Berau Tewas Usai Tenggak Hand Sanitizer yang Dikira Miras
Sebanyak 3 orang remaja di Kabupaten Berau meninggal usai menenggak hand sanitizer yang dikira miras. (Ilustrasi)

Niat ngeprank berujung petaka, 3 remaja Berau tewas usai tenggak hand sanitizer yang dikira miras. 3 remaja Berau tewas satu persatu-satu. Ada yang tewas di tempat. Ada juga yang meninggal saat baru tiba di rumah sakit. Satu lainnya meninggal setelah sempat mendapatkan perawatan medis.  

Akurasi,id, Samarinda – Berniat ngeprank rekan-rekannya, siapa menyangka 3 remaja asal Kecamatan Sambaliung, Berau, harus meregang nyawa usai mengonsumsi miras yang telah diganti hand sanitizer. Peristiwa tersebut terjadi di sebuah indikos di Jalan Tanjung Batu, Berau, Sabtu (11/9/2021) pukul 23.00 Wita.

Kapolsek Sambaliung, AKP Budi Witikno mengatakan, saat pihaknya berada di lokasi kejadian, seorang wanita berinisial ST (18) sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Sedangkan salah satu rekan korban, AG (17) mengalami kejang-kejang.

“Teman ST yang berinisial AG langsung kami rujuk ke RSUD Abdul Rivai untuk segera mendapatkan pertolongan, akan tetapi saat sampai di rumah sakit, AG tidak sempat menerima penanganan dan akhirnya meninggal dunia,” ungkap AKP Budi saat dikonfirmasi, Senin (13/9/2021).

Dari kejadian ini, rekan korban yang lain, yaitu PU (20) hanya mengalami panas di dada dan masih sempat mendapatkan pertolongan di rumah sakit. Namun naas, akibat dari hand sanitizer yang ditenggaknya, PU pun tewas saat menjalani perawatan.

Sementara, HK (15) yang memberikan minuman kepada para korban, dibawa ke Kapolsek Sambaliung untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. AKP Budi menjelaskan, bahwa dari keterangan HK, pada Jumat 10 September 2021 sekitar pukul 13.30 Wita, dia memberikan minuman dalam kemasan botol mineral kepada AG.

Kepada AG, ia mengatakan kalau botol yang ia berikan adalah minuman keras CIU. Namun kenyataannya itu adalah hand sanitizer. “Teman-temannya percaya kalau isi botol tersebut adalah CIU, kemudian pada Sabtu malam, mereka minum bersama dan terjadilah malapetaka tersebut,” ungkapnya.

AKP Budi menambahkan, ketika melakukan interogasi pada HK, pelaku mengakui bahwa botol yang ia berikan kepada AG bukan miras CIU, melainkan hand sanitizer. “Hand sanitizer tersebut ia dapatkan dari tempat ia bekerja,” paparnya.

Baca Juga  Janin Ditemukan Tak Bernyawa di Ember Indekos Samarinda, Pelaku Diduga Mahasiswi Bontang

Dari tangan HK, pihak kepolisian mengamankan barang bukti berupa sisa hand sanitizer yang berada di dalam botol air mineral satu liter yang diminun para korban, satu gelas pelastik air mineral, dan sisa hand sanitizer dalam jerigen 5 liter yang ia peroleh dari tempat ia bekerja sebagai pengupas kepiting rajungan.

“Kasus ini masih pada tahap penyidikan. Untuk jasad dari para korban, PU, ST dan AG usai dilakukan visum et repertum akan langsung diserahkan kepada keluarganya untuk selanjutnya langsung disemayamkan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Redaksi Akurasi.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks