Hard News

Niat Hati Latihan Fisik, Atlet Disabilitas Nasional Meninggal di Kolam Renang Segiri, Diduga Alami Keram

Niat Hati Latihan Fisik, Atlet Disabilitas Nasional Meninggal di Kolam Renang Segiri, Diduga Alami Keram
Jajaran Inafis Polresta Samarinda saat mendatangi kolam renang Segiri Samarinda melakukan olah TKP terkait meninggal atlet disabilitas. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Niat hati latihan fisik, atlet disabilitas nasional meninggal di kolam renang Segiri, diduga alami keram. Meski sempat mendapatkan pertolongan dari orang setempat, namun atlet disabilitas nasional meninggal. Dari hidungnya keluar darah segar.

Akurasi.id, Samarinda – Seorang atlet disabilitas Judo nasional ditemukan tewas di dalam kolam renang Segiri Samarinda pada Jumat (17/9/2021) pukul 17.00 Wita. Korban bernama Joko Santosa warga Jalan Wolter Mongonsidi, Samarinda. Ketika itu korban diketahui sedang berlatih fisik, namun naas saat berada di dalam kolam dengan kedalaman satu meter, Joko diketahui mengalami keram dibagian paha.

Hal itu diungkap salah satu saksi mata, Ari, yang saat itu tengah melatih para anak-anak berenang tak jauh dari Joko ditemukan mengalami lemas. Pria 50 tahun itu pun meloncat kedalam kolam dan berusaha menyelamatkan korban yang sudah tak bergerak.

“Saya dipinggir kolam, dan saya liat korban di dalam kolam berusaha mengangkat kepalanya ke dasar permukaan, setelah itu terdiam, dari situ langsung saya terjun menyelamatkan korban,” jelasnya saat ditemui Akurasi.id di lokasi kejadian, Jumat (17/9/2021).

Joko diduga mengalami keram di bagian paha saat berenang, keterangan itu pun dijelaskan Ari saat berusaha menyelamatkan korban. “Pas saya bawa korban ke tepi kolam, itu kebetulan saya pegang paha korban memang keras sekali, sepertinya korban ini mengalami keram,” kata Ari.

Saat ingin dilakukan pertolongan pertama, Joko sama sekali tak bergerak, dari hidungnya pun mengeluarkan darah segar. Namun oleh pihak petugas kolam renang Joko langsung dilarikan ke RSUD AW Sjahranie Samarinda.

Ditemui di tempat yang sama, Kasubnit Inafis Polresta Samarinda, Aipda Harry Cahyadi langsung melakukan olah TKP awal. Dari hasil keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian, korban diduga mengalami lemas lantaran terjadi keram di bagian paha korban.

“Korban diduga lemas, dan dari kondisi korban yang mengeluarkan darah dari dalam hidung diduga mengalami pecah pembuluh darah, namun untuk memastikan kami tunggu hasil rumah sakit,” ungkapnya.

Sementara itu, Alip petugas penjaga kolam renang mengatakan, bahwa Joko merupakan atlet disabilitas Judo nasional, dan ia mengatakan bahwa selama 4 hari terhakir, korban selalu melakukan latihan fisik di kolam renang Segiri Samarinda.

“Sudah 4 hari ini korban memang rutin sekali latihan renang, dan biasanya setiap latihan memang selalu dilakukan di kolam renang di kedalaman 1 meter,” ungkapnya. Joko sendiri merupakan atlet disabilitas dengan keadaan buta tunanetra, selain itu, dari keterangan Alip diketahui bahwa korban sebelumnya baru sembuh dari sakit struk. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Redaksi Akurasi.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks