Hard NewsHeadline

Nekat Beli Narkoba Lewat Medsos, 5 Pengedar di Samarinda Bakal Membusuk di Penjara

Nekat Beli Narkoba Lewat Medsos, 5 Pengedar di Samarinda Bakal Membusuk di Penjara
Satreskoba Polresta Samarinda saat melakukan press release tangkapan narkotika di wilayah Samarinda. (Redaksi Akurasi.id)

Nekat Beli narkoba lewat medsos, 5 pengedar di Samarinda bakal membusuk di penjara. Penangkapan 5 pelaku ini dapat berhasil karena bantuan masyarakat yang melapor. Para pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka karena nekat beli narkoba lewat medsos ini, kini terancam hukuman 20 tahun penjara.

Akurasi.id, Samarinda – Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polresta Samarinda meringkus 5 orang pengedar narkoba. Dari tangan para pelaku polisi mengamankan double L sebanyak 30.000 butir, ganja seberat 1 kilogram brutto, tembakau sintetis jenis gorila, serta 17 poket sabu dengan berat 850 gram.

Kasat Reskoba Polresta Samarinda AKP Rido Doly Kristian mengatakan, penangkapan para pelaku dilakukan di beberapa lokasi di Samarinda, dari tanggal 29 Juni hingga 19 Juli 2021.

“TKP penangkapannya ada di berbagai tempat yaitu, Jalan Jelawat, Jalan AW Sjahranie, Jalan Siti Aisyah, dan Jalan Teuku Umar. Untuk asal barang tersebut masih didalami, tapi beberapa narkoba itu dipesan dari media sosial. Dari keterangan pelaku barang tersebut akan diedarkan di Samarinda” jelasnya saat menggelar press release di Mako Polresta Samarinda pada Rabu (21/7/2021).

AKP Rido menjelaskan, penangkapan 5 orang pelaku berhasil karena ada banyak bantuan dari masyarakat yang melapor, sehingga penyebaran narkotika ini pun dapat terungkap. “Karena kerja sama yang baik dengan masyarakat, kita pun berhasil mengungkap penyalahgunaan narkotika yang ada di wilayah Samarinda,” bebernya.

Dari pengakuan para tersangka, barang haram itu diperjualbelikan dari seseorang di media sosial. “Pelaku memesan melalui media sosial, dan saat ini kami masih melakukan pengejaran terhadap pemasok narkotika ini,” ungkapnya. “Saat ini 5 orang yang telah kami amankan itu masih dalam masa penyidikan dan perkaranya akan kita serahkan ke tahapan penuntutan” sambungnya.

Perwira berpangkat melati satu itu,  menerangkan, terkait pengungkapan 30.000 butir double L, dirinya memastikan merupakan hasil dari pabrikan dan bukan produksi rumahan. “Saat ini sebagai butir doubel L sudah kita lakukan pengujian, guna memastikan isi kandungan,” kata Rido.

Meski telah diamankan, hingga saat ini kelima orang pelaku masih menjalani pemeriksaan secara intensif. “Masih kita dalami peran di masing-masing pelaku, namun untuk keterangan sementara kelimanya merupakan pengedar,” tandasnya.

Baca Juga  Diam-Diam Varian Delta Sudah Mewabah di Kaltim, Menyebar Sejak Juni, 3 Pasien di Bontang Positif

Kelima orang pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu, kini telah ditahan di Mapolres Samarinda. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, polisi menyangkakan Pasal 112 dan Pasal 114, Undang-Undang Narkotika dengan ancaman 20 tahun penjara. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Rachman Wahid

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks