Hard NewsHukum

Ibu-Ibu Jadi Otak Bisnis Narkotika di Muara Wahau, Diamankan Bersama 3 Orang Pemuda

Ibu-Ibu Jadi Otak Bisnis Narkotika di Muara Wahau, Diamankan Bersama 3 Orang Pemuda
Keempat pelaku pengedar narkoba ditetapkan sebagai tersangka dan diamankan polisi ke Polsek Muara Wahau. (Dok Polsek Muara Wahau)

Ibu-Ibu Jadi Otak Bisnis Narkotika di Muara Wahau, Diamankan Bersama 3 Orang Pemuda. Mirisnya lagi, wanita 40 tahun itu baru saja bebas dari penjara karena kedapatan bisnis narkotika juga sebelumnya. Bahkan, suaminya juga sudah diciduk karena ikut bisnis narkotika.

Akurasi.id, Kutim – Setelah menerima informasi dari masyarakat bahwa di kawasan Jalan Poros Desa Karya Bhakti, Muara Wahau, Kutai Timur (Kutim), kerap dijadikan tempat transaksi atau bisnis narkotika. Tim Nightmare Unit Reskrim Polsek Muara Wahau bergegas menuju lokasi. Tak ingin membuang waktu, Rabu (22/09/2021) sekitar jam 20.00 Wita, pengintaian dimulai.

Tim Nightmare yang dipimpin Aipda Narendra RM, pelan-pelan mulai mengawasi setiap orang yang lalu lalang di lokasi itu. Tak lama, tampak seorang pemuda mengendarai sepeda motor Honda Supra X, pemuda tersebut terlihat menepi tepat di depan SMKN 1 Muara Wahau.

Gerak geriknya tampak mencurigakan. Pemuda yang diketahui berinisial SI itu terlihat duduk di atas kendaraannya, menoleh ke kiri dan kanan. Seolah sedang menunggu kedatangan seseorang. Gelagat yang mencurigakan itu mengundang perhatian aparat yang sedang melakukan pantauan.

Pengintaian polisi akhirnya membuahkan hasil. Saat aparat mulai mendekati SI. Raut wajahnya tampak kaget. Pasalnya, dalam genggaman tangan kirinya menyimpan satu poket narkoba jenis sabu seberat 0,49 gram. Pemuda 20 tahun itu tak sadar sedari tadi dalam pengawasan pihak berwajib.

Karena kaget dengan kedatangan polisi yang menghampirinya. SI mencoba membuang barang haram yang berada di tangannya. Sayang, sabu yang dikemas dalam plastik klip itu terjatuh mengenai kaki salah seorang dari Tim Nightmare.

SI tak bisa lagi berdalih. Ia akhirnya mengakui bahwa sabu tersebut adalah miliknya. Tanpa mengulur waktu, sekira pukul 21.00 Wita, aparat kemudian mengamankan pemuda yang diketahui merupakan warga Jalan Wilis, RT 6, Desa Sri Pantun, Kecamatan Kongbeng, Kutim.

“Awalnya kami dapat info dari masyarakat. Jadi langsung kami selidik. Ternyata benar. SI sudah buat janji dengan konsumennya. Dia (pelaku) berencana melakukan transaksi di tempat itu. Tapi sebelum ada transaksi jual-beli kami sudah terlebih dahulu mengamankan pelaku,” ungkap Kapolres Kutai Timur AKBP Welly Djatmoko melalui Kapolsek Muara Wahau AKP Muh Yusuf, kepada Akurasi.id, Sabtu (25/09/2021).

Dari tangan pelaku SI, aparat juga mengamankan barang bukti lain berupa satu unit kendaraan motor yang dipakai pelaku. Serta satu unit handphone. Dia akhirnya diangkut pihak berwajib untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Saat ditanya mengenai dari mana pelaku mendapatkan sabu tersebut. Dihadapan aparat, SI mengakui bahwa dia mendapatkannya dari seorang rekan berinisial AD (21). Tanpa pikir panjang, aparat kemudian meminta SI untuk mengantarkan ke kediaman pelaku AD. “Kami lakukan pengembangan. Jadi setelah kami amankan. Kami selidiki lagi dari mana dia dapat narkoba itu,” jelas Kapolsek.

Sekira pukul 22.00 Wita, Tim Nightmare akhirnya sampai di kediaman pelaku AD. Yang berada di Jalan Paus, Desa Wanasari, Kecamatan Muara Wahau, Kutim. Polisi kemudian langsung melakukan penggerebekan di rumah tersebut.

Kaget bukan main, ternyata tak hanya AD yang berada di dalam rumah itu. Ada juga rekannya yang lain yakni MI (19) dan seorang ibu rumah tangga HM (40). Aparat yang sudah berada di dalam rumah pun langsung melakukan penggeledahan badan kepada ketiganya.

Dari tangan AD polisi menemukan dua poket sabu dengan masing-masing berat 1,08 dan 0,92 yang disimpan pelaku di saku kiri celananya. Aparat juga mengamankan uang tunai sebesar Rp 4,3 juta yang diduga hasil penjualan sabu. “Saat kami gerebek rumahnya ternyata di dalam situ ada tiga orang. Akhirnya kami geledah semuanya,” jelas Kapolsek.

Usai memeriksa AD, polisi melanjutkan penggeledahan ke MI. Didapati dua poket sabu di dalam sebuah dompet perhiasan yang disimpan di saku celana MI. Lalu ketika petugas memeriksa meja kecil tempat make up, juga didapat sabu satu poket.

“Dari tangan MI kami amankan sabu sebanyak 8 poket. Itu disimpan di tempat yang berbeda-beda. Totalnya sekitar 5,27 gram,” tambah Kanit Reskrim Polsek Muara Wahau, Aipda Narendra RM.

Tak puas sampai di situ, seisi rumah kemudian digeledah oleh petugas. Setiap sudut ruangan tak luput dari pemeriksaan. Di dalam kamar tidur HM polisi kembali menemukan narkoba satu poket besar yang dibungkus plastik gula dengan berat mencapai 50,13 gram. “HM menyimpan sabu itu di dalam lemari pakaiannya,” ungkap Kanit Reskrim.

Rencananya barang haram itu akan dipecahkan, lalu diedarkan kembali ke masyarakat. Aparat juga menemukan sendok plastik, pipet, dan timbangan elektrik yang diakui HM adalah miliknya. Selain itu uang hasil penjualan sabu turut diamankan polisi sebesar Rp8,7 juta.

Semua pelaku akhirnya digelandang ke Mapolsek Muara Wahau. Untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Belakangan diketahui, mereka semua adalah komplotan pengedar narkoba. Di mana HM berperan sebagai bandar, MI, AD, dan SI adalah peluncur atau kurir. “Mereka semua bekerjasama. Masing-masing punya tugas berbeda,” jelas Kanit Reskrim.

Aipda Narendra RM menambahkan, HM sudah menjalankan profesinya sebagai bandar sejak 6 bulan lalu. Dia juga merupakan residivis narkoba. Pelaku baru saja menghirup udara bebas akhir 2020 lalu. Dia diketahui sudah memiliki seorang suami yang juga merupakan residivis narkoba.

“Diduga setelah mereka keluar dari penjara, HM dan suaminya kembali main sabu. Tapi suaminya sudah tertangkap duluan beberapa waktu lalu,” jelasnya.

Akibat perbuatannya. Keempat pelaku ditetapkan sebagai tersangka. Dan terancam Pasal 114 ayat 1 atau Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman 5 sampai 20 tahun penjara. (*)

Penulis: Fajri Sunaryo
Editor: Redaksi Akurasi.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks