Hard News

Darah 1.088 Warga Binaan Dites, Adakah yang Terjangkit HIV/AIDS?

Darah 1.088 Warga Binaan Dites, Adakah yang Terjangkit HIV/AIDS?
Petugas mengambil sampel darah setiap warga binaan di Lapas Kelas III Bontang. (Ayu Salsabila/Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Demi menekan penyebaran virus HIV/AIDS, seluruh warga binaan di Lapas Kelas III Bontang dites secara mobile oleh Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang. Sebanyak 1.088 warga binaan beserta para petugas diambil darahnya secara bergantian.

Kepala Lapas Kelas III Bontang, Heru Yuswanto, mengatakan, pengecekan virus mematikan ini diselenggarakan atas kerja sama dengan Dinkes Bontang. Setiap tahun, kegiatan tersebut dijalankan secara rutin.

“Harapannya dapat menekan penyakit menular dan tidak menular. Agar terdeteksi sedini mungkin untuk segera diobati dan diatasi,” jelas Heru, Selasa (6/8/19).

Hasil tes darah ini bisa langsung diketahui. Pihak lapas akan berkoordinasi dengan Dinkes Bontang dan Puskesmas Bontang Lestari jika ditemukan warga binaan atau petugas yang terjangkit virus HIV/AIDS dan tuberkulosis (TBC).

“Ada yang positif TBC, kami gerak cepat melakukan pengobatan sedini mungkin. Agar bisa sembuh. Begitupun dengan HIV,” ungkap Heru.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bontang, Diana, menuturkan, pihaknya menyasar 1.200 orang dalam pengecekan VCT mobile ini.

Pengecekan darah warga binaan berakhir Sabtu mendatang. Namun Dinkes berharap dapat menyelesaikannya lebih cepat. “Harapannya Jumat sudah selesai,” ujarnya.

Diana enggan menginformasikan jumlah penderita HIV/AIDS dari hasil tes itu. Namun dia menegaskan, setiap tahun selalu ada orang yang terjangkit virus ini.

“Kalau memang positif HIV, kami pertahankan hidupnya. Agar aman dan tidak menularkan ke yang lain,” bebernya.

Dia mengaku, Dinkes bertugas mengingatkan dan menyelamatkan seseorang yang terjangkit virus HIV/AIDS. Dengan begitu, pengidapnya tidak pesimis akan masa depan hidupnya.

“[Kami ingatkan] agar [pengidapnya] mau berobat,” ucapnya.

Kata Diana, penyakit ini menular melalui empat cara: cairan kelamin, darah, penggunaan narkoba dengan jarum suntik, serta air susu ibu (ASI).

Penyakit yang cepat menyebar di lapas justru bukan virus HIV/AIDS. Melainkan TBC. Penyakit ini menular melalui kontak langsung. Saat penderitanya bersin atau batuk, orang-orang di sekitarnya dapat tertular penyakit yang sama.

“Kalau TBC cepat didapatkan, cepat diobati, maka aman bagi yang lain. Tidak menularkan penyakit dan tidak memperparah penyakit bagi penderitanya,” sebut dia. (*)

Penulis: Ayu
Editor: Ufqil Mubin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks