Hard News

Mahasiswa Bontang Diduga Terlibat Praktik Aborsi, Organisasi Pelajar Prihatin Sekaligus Menyayangkan

Mahasiswa Bontang Diduga Terlibat Praktik Aborsi, Organisasi Pelajar Prihatin Sekaligus Menyayangkan
Mahasiswa Bontang diduga terlibat praktik aborsi, organisasi pelajar prihatin sekaligus menyayangkan. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Mahasiswa Bontang diduga terlibat praktik aborsi, organisasi pelajar prihatin sekaligus menyayangkan. Tersangka dikenal pribadi yang baik. Sebelum tinggal di indekos, yang bersangkutan diketahui sempat tinggal di asrama mahasiswa.

Akurasi.id, BontangKasus temuan janin tak bernyawa di kawasan Jalan Wolter Mongonsidi, Gang 2, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda menghebohkan warga sekitar.

Mayat janin tersebut ditemukan di dalam sebuah ember Rabu (22/9/2021). Dugaan sementara, kalau janin tersebut hasil dari praktik aborsi dari penghuni kamar di indekos, yang merupakan seorang mahasiswi asal Kota Bontang berinisial N (25). Barang bukti janin dan terduga ibu dari janin telah diamankan polisi. N, diduga terlibat praktik aborsi.

Pemilik indekos di wilayah tersebut bernama Arya mengatakan, penemuan mayat janin itu diketahuinya dari pihak kepolisian. “Iya saya tidak tahu bahwa di indekos milik saya ada penemuan janin, saya dapat informasi malah dari kepolisian,” ujarnya

Akibat kejadian itu, muncul berbagai tanggapan dari organisasi pelajar di Bontang. Mulai dari Himpunan Mahasiswa Bontang (HMB) dan Keluarga Pelajar Mahasiswa Bontang (Kapasisbon).

Ketua Himpunan Mahasiswa Bontang (HMB) Cabang Samarinda, Noval Alifiah mengaku cukup terkejut mendengar kabar itu. Bahkan pihaknya langsung melakukan pengecekan data base. Hal itu untuk memastikan apakah terdapat anggota HMB yang cirinya sama dengan identitas yang beredar. “Sudah kami cek, dan bukan dari anggota kami,” jelasnya dihubungi media ini, Kamis (23/9/2021).

Kendati demikian, dia tetap prihatin dan menyayangkan peristiwa tersebut. Apalagi status mahasiswa asal dari Bontang yang dicatut sebagai tersangka. Hal itu dinilai akan jadi momok. Sebagai ketua organisasi, Noval juga berharap agar peristiwa serupa menjadi bahan pembelajaran untuk semua mahasiswa khususnya yang berasal dari Bontang. “Jangan sampai ada kejadian seperti itu lagi. Sangat disayangkan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Keluarga Pelajar Mahasiswa Bontang (Kapasisbon) Endra mengatakan, hal ini menjadi perhatian penting bagi pihaknya. Kata dia, ke depan ia akan melakukan evaluasi di lingkup organisasi. “Nanti kita bakal lakukan evaluasi. Kami juga akan buat webinar soal bahaya pergaulan bebas,” jelasnya.

Belakang diketahui menurut informasi dari pihak kepolisian, mahasiswa tersebut merupakan angkatan 2015 di salah satu perguruan tinggi di Samarinda. Dan saat ini sudah memasuki masa akhir kuliah. Pelaku juga diketahui sudah tinggal di sebuah indekos yang menjadi tempat penemuan janin tak bernyawa itu selama dua bulan terakhir. (*)

Penulis: Fajri Sunaryo
Editor: Rachman

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks