Hard News

Jadi Penadah Ponsel Curian, Warga Loktuan Diciduk Polisi

Jadi Penadah Ponsel Curian, Warga Loktuan Diciduk Polisi
Pria berinisial S warga Loktuan harus berurusan dengan Polisi akibat menadah ponsel curian.(Doc Polres Bontang)

Warga Loktuan diciduk Polisi. Musababnya, pria berinisial S ini menyimpan barang hasil curian untuk dijual atau penadahan.

Akurasi.id, Bontang – Unit Reskrim Polsek Marangkayu mengamankan seorang warga Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara berinisial S (34).Pelaku terpaksa mendekam di hotel prodeo lantaran kedapatan menyimpan atau menadah 4 ponsel hasil curian.

Kapolres Bontang AKBP Hanifa Martunas Siringoringo melalui Kasubag Humas AKP Suyono mengatakan, penangkapan S merupakan hasil pengembangan kasus pencurian.

Baca Juga  Setubuhi Pacarnya yang Masih di Bawah Umur, Pelajar di Bontang Diciduk Polisi

Sebelumnya, Unit Reskrim Polsek Marangkayu dan Jatanras Polda Kaltim menangkap seorang pria inisial ANM. Pria tersebut merupakan pelaku pencurian 4 unit ponsel di Desa Semangkok, Marangkayu, Kukar. Dalam waktu dekat, ANM dibekuk polisi di Pasar Pagi, Samarinda, Selasa (19/1/2021) lalu.

“Kemudian dari hasil pengembangan, pelaku mengaku telah menjual beberapa barang curian tersebut kepada S,” kata AKP Suyono.

ANM mengaku telah 9 kali melakukan aksi pencurian di lokasi berbeda. Total, dia telah menggasak 11 ponsel orang. Delapan di antaranya dijual kepada warga Loktuan inisial S tersebut.

“Berdasarkan keterangan tersebut, Unit Reskrim polsek Marangkayu melakukan pencarian terhadap S,” jelasnya

Baca Juga  Warga Sidrap Dikucur Air Bersih, Begini Rencana Pemkot Bontang

Setelah itu, pihak Polisi berhasil membekuk S di kediamannya, Selasa (20/1/2021) pukul 20.00 Wita.

Dari hasil penggeledahan, 4 unit ponsel berbagai merek yang diduga ponsel curian dari ANM disita.

“Sebagian besar ponsel sudah dijual melalui grup Facebook,” kata AKP Suyono.

Adapun saat ini, S telah diamankan di Polsek Marangkayu. Atas keterlibatannya ini, S disangkakan pasal 480 ayat (1) KUHPidana tentang tindak pidana penadahan.

“Ancaman penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus ribu rupiah,” pungkasnya. (*)

Penulis: Rezki Jaya
Editor: Rachman Wahid

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks