Hard News

Janin Ditemukan Tak Bernyawa di Ember Indekos Samarinda, Pelaku Diduga Mahasiswi Bontang

Janin Ditemukan Tak Bernyawa di Ember Indekos Samarinda, Pelaku Diduga Mahasiswi Bontang
Lokasi indekos di mana ditemukan mayat janin di sebuah ember. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Janin Ditemukan Tak Bernyawa di Ember Indekos Samarinda, Pelaku Diduga Mahasiswi Bontang. Peristiwa janin ditemukan tak bernyawa itu sontak menghebohkan penghuni indekosan. Barang bukti janin dan terduga ibu dari janin telah diamankan polisi.  

Akurasi.id, Samarinda – Warga kawasan Jalan Wolter Mongonsidi, Gang 2, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Samarinda, dibuat geger dengan penemuan mayat janin yang telah mengeluarkan aroma tak sedap di kamar indekos pada hari ini, Rabu (22/9/2021).

Berdasarkan informasi yang didapatkan wartawan Akurasi.id, mayat janin ditemukan disebuah ember. Dugaan sementara, kalau janin tersebut hasil dari praktek aborsi dari penghuni kamar di indikosan tersebut.

Salah seorang pemilik indekos di wilayah tersebut, bernama Arya mengatakan, bahwa penemuan mayat janin itu diketahuinya dari pihak kepolisian. “Iya saya tidak tahu bahwa di indekos milik saya ada penemuan janin, saya dapat informasi malah dari kepolisian,” ujarnya.

Dijelaskan oleh Arya, penghuni kamar indekos di mana ditemukannya janin dalam ember tersebut diketahui berinisial NA, seorang mahasiswi aktif perguruan tinggi yang baru 2 bulan menyewa kamar indekos miliknya.

“Iya dia baru 2 bulan ngekos di sini. Pengakuannya dari Kota Bontang dan masih berkuliah tapi sudah tahap penelitian,” jelasnya.

Pria 32 tahun itu menjelaskan, selama menyewa NA jarang berkomunikasi dengannya, namun kerap melihat NA berada di balkon indekos. “Saya jarang berkomunikasi dengan NA, namun saya sering melihat dia sering bolak-balik nongkrong di balkon indekos seperti depresi. Saya terakhir melihat NA itu 3 hari yang lalu,” ungkapnya.

Belum diketahui pasti berapa usia janin malang tersebut. Namun saat ini pihak Unit Inafis Polresta Samarinda telah membawa ibu dan janinnya ke RSUD AW Sjahranie untuk dilakukan visum.

“Kami bawa janin dan ibunya ke RSUD AW Sjahranie untuk dilakukan visum, dan ibunya agar dapat penanganan perawatan medis agar selamat,” kata Kasubnit Inafis Polresta Samarinda, Aipda Harry Cahyadi saat dikonfirmasi.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, pihak Inafis pun mengamankan sebuah ember yang digunakan sebagai wadah menaruh nayat janin. “Untuk barang bukti yang kami amankan berupa sebuah ember yang didalamnya terdapat janin, beberapa kaleng minuman soda, serta obat-obatan,” tutup Aipda Harry Cahyadi. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Redaksi Akurasi.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks