Hard NewsHeadline

Kronologis di Balik Kasus Penipuan WhatsApp Catut Nama Wali Kota Bontang Basri Rase

Kronologis di Balik Kasus Penipuan WhatsApp Catut Nama Wali Kota Bontang Basri Rase
Hasil tangkapan layar pesan singkat WhatsApp yang mengatasnamaka wali kota dan wakil wali kota Bontang. (Redaksi Akurasi.id)

Kronologis di Balik Kasus Penipuan WhatsApp yang Catut Nama Wali Kota Bontang Basri Rase. Dalam penipuan berbasis daring itu, tidak hanya menyeret nama Basri Rase, tetapi juga ikut mencatut nama Wakil Wali Kota Bontang Najirah.

Akurasi.id, Bontang – Beberapa waktu lalu, beredar di media sosial sebuah tangkapan layar dari akun WhatsApp yang mengatasnamakan Wali Kota Bontang Basri Rase. Tak hanya wali kota, aksi penipuan yang dilakukan orang tak bertanggung itu juga mencatut nama Wakil Wali Kota Bontang, Najirah.

Dalam tangkapan layar yang beredar tersebut, terlihat seorang pengguna dengan nomor telepon 08122243969 mengaku kepada calon korban bahwa dirinya merupakan Wali Kota Bontang, Basri Rase. Agar korban mudah terperdaya, penipu tersebut juga menggunakan foto profil Basri dan Najirah.

Oknum itu melakukan penipuan melalui pesan singkat WhatsApp dengan kedok menawarkan kendaraan bekas pegawai negeri sipil. Mulanya, pelaku mengaku sebagai wali kota. Selepas berkenalan dan berbincang. Pelaku pun mulai melancarkan aksinya.

Dia menawarkan kendaraan dinas bekas pegawai negeri sipil, yang akan dilelang di Kantor Pelayanan Kekayaan dan Lelang (KPKL). Seperti kendaraan mobil dan motor. Pun dengan harga yang terbilang cukup murah.

Agar lebih meyakinkan korbannya. Pelaku juga mengirimkan daftar harga dan jenis kendaraan tersebut. Apabila korban berminat, pelaku pun akan langsung meminta dana untuk ditransfer.

Saat dikonfirmasi terkait kasus penipuan WhatsApp itu, Rabu (13/7/2021), Wali Kota Bontang Basri Rase menyampaikan, bahwa kabar yang telah ramai di media sosial tersebut adalah penipuan. Dia meminta kepada masyarakat agar lebih hati-hati dan waspada, agar tidak ada lagi korban selanjutnya yang mengatasnamakan dirinya.

“Saya pastikan bahwa hal tersebut adalah tidak benar. Warga harap berhati-hati jika menemukan modus-modus penipuan serupa,” ujarnya singkat kala memberikan jawaban kepada wartawan Akurasi.id.

Menanggapi hal itu, Humas Polres Bontang AKP Suyono menuturkan, mereka belum mendapati adanya laporan kasus dengan modus kejahatan tersebut. Kendati demikian, celah seperti ini tetap berisiko menimbulkan modus kejahatan baru di WhatsApp.

Baca Juga  Nekad!! Penjaga Kandang Ayam Maling Motor Bosnya, Uang Dipakai Beli Sabu dan Bayar Utang

Dia menjelaskan, kasus itu belum bisa dikatakan sebagai penipuan. Pasalnya, belum ada korban yang dirugikan dari segi materi. Menurutnya, hal seperti ini bisa dikatakan sebagai percobaan penipuan. “Sejauh ini belum ada laporan. Kami akan cek. Kalau ada laporan masuk, kami akan lakukan penyelidikan,” ujarnya.

Lanjut Suyono, apabila ada temuan, kasus tersebut akan berlanjut ke ranah hukum. Pelaku bakal dijerat dengan Pasal 28 Ayat 1 dan Pasal 45a Ayat 1 UUD Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Baca Juga  Wajah Pendidikan Pulau Gusung: Kala Satu-Satunya Sekolah “Panggung” Mimpi Puluhan Anak Pesisir Itu Runtuh (2)

“Ini perbuatan yang tidak terpuji. Kami akan lakukan penindakan, silakan laporkan kalau ada yang merasa dirugikan,” serunya mengakhir obrolan dengan wartawan media ini. (*)

Penulis: Fajri Sunaryo
Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks