Hard News

Kesal Ditinggal Saat Asyik Pesta Miras, Pelajar di Samarinda Tega Tikam Temannya hingga Bermandikan Darah

Kesal Ditinggal Saat Asyik Pesta Miras, Pelajar di Samarinda Tega Tikam Temannya hingga Bermandikan Darah
Seorang pelajar berinisial CH ini terpaksa harus berurusan dengan Polsek Sungai Kunjang setelah nekat menikam temannya sendiri. (Istimewa)

Kesal Ditinggal Saat Asyik Pesta Miras, Pelajar di Samarinda Tega Tikam Temannya hingga Bermandikan Darah. Kini, untuk mempertanggungjawabkan aksi nekatnya itu, remaja yang masih di bawah umur ini kini harus mendekam di balik jeruji besi.

Akurasi.id, Samarinda – Larangan mengonsumsi minuman beralkohol dari pihak berwajib memang tidak pernah salah. Karena minuman keras (miras) selalu membawa mudarat. Contohnya seperti yang dialami seorang remaja berinisial CH di Kota Samarinda yang harus berurusan dengan pihak kepolisian setempat.

Diusianya yang masih begitu belia atau di bawah umur, CH dengan begitu ringan tangan menikam temannya sendiri berinisial AD. Aksi berdarah itu terjadi lantaran CH yang kesal setelah AD meninggalnya saat tengah asyik menenggak miras di salah satu rumah rekan CH di Jalan Pelopor, Kecamatan Sungai Kunjang, Sabtu malam (3/4/2021) pukul 23.00 Wita.

“Pelaku kesal lantaran korban tanpa sebab meninggalkan pelaku yang pada saat itu tengah pesta miras bersama 2 rekan lainnya,” jelas Kanit Reskrim Polsek Sungai Kunjang, Iptu Purwanto saat dihubungi, Senin (5/4/2021).

Di bawah pengaruh minuman beralkohol, CH yang kesal kemudian bergegas pulang mengambil sebilah badik. Pelaku kemudian mengejar AD yang tengah mengendarai sepeda motor.

“Di tengah perjalanan, pelaku memberhentikan laju kendaraan korban, dan terjadi cekcok mulut hingga akhirnya pelaku mengeluarkan sebilah badik dan menyerang korban,” ungkapnya.

Dalam aksi adu mulut itu, pelaku kemudian menarik badik dan melayangkannya kepada korban. “Awalnya korban sempat menepis, namun pada serangan kedua, badik pelaku mengenai rusuk sebelah kanan korban,” tambahnya.

Baca Juga  Polres Kutim Ubrak-abrik Sarang Judi Dadu di Sangatta, Uang Haram Rp18 Juta Jadi Barang Bukti

Purwanto menerangkan, usai menusuk AD, pelaku CH pun kabur meninggalkan korban yang bersimbah darah. Beruntung tak lama setelah kejadian tersebut, rekan-rekan AD datang menolong dan membawanya ke rumah sakit terdekat.

Ibu AD yang mengetahui anaknya menjadi korban penikaman, kemudian langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sungai Kunjang. Dan pada keesokan harinya polisi berhasil mengamankan CH.

“Pada hari Minggu (4/4/2021) kami amankan pelaku kediamannya berserta barang bukti badik yang digunakan pelaku,” ucapnya.

Saat ini CH dan barang bukti telah diamankan di Polsek Sungai Kunjang. Atas perbuatannya itu, CH dijerat Pasal 76C juncto Pasal 80 ayat 1 Undang-Undang nomor 35 tahun 2004 tentang Perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks