Hard News

Narapidana Polda Kaltim Kendalikan Bisnis Narkotika, Sabu-sabu 3 Kilogram Gagal Edar

Narapidana Polda Kaltim Kendalikan Bisnis Narkotika, Sabu-sabu 3 Kilogram Gagal Edar
Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polresta Samarinda saat merilis pengungkapan sabu sebanyak 3 kilogram. (Muhammad Budi Kurniawan)

Sabu-sabu 3 kilogram gagal edar. Polisi meringkus seorang kurir, pengedar, serta seorang aktor utama sekaligus otak penggerak bisnis haram tersebut pada hari Rabu, (20/1/2021) di Mako Polresta Samarinda.

Akurasi.id, Samarinda Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polresta Samarinda kembali melakukan pengungkapan kasus Narkotika. Berkat aparat, sabu-sabu 3 kilogram gagal edar. Polisi meringkus seorang kurir, pengedar, serta seorang aktor utama sekaligus otak penggerak bisnis haram tersebut pada hari Rabu, (20/1/2021) di Mako Polresta Samarinda.

“Kasus terungkap ketika anggota kami mendapati laporan dari masyarakat bahwa akan ada dilakukan transaksi narkotika jenis sabu dengan jumlah besar yang berlangsung di Jalan DI Panjaitan pada Jumat, 15 Januari 2021,” jelas Kasat Reskoba Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Senna, saat ditemui di Mako Polresta Samarinda, Rabu (20/1/2021).

Baca Juga  Pernah Kecelakaan hingga Syaraf Terganggu, Polisi Dalami Motif Bunuh Diri Pria di Tanjung Laut Indah

Saat dilakukan pengintaian dan pengamatan, anggota mencurigai seorang pengendara sepeda motor yang ciri-cirinya persis dengan laporan yang diterima sedang keluar dari Komplek Segiri II.

Pada saat itu juga, anggota langsung menghentikan sepeda motor dan dilakukan penggeledahan terhadap tas yang dibawa pria berinisial SP (51) tersebut.

Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan kardus berisi 3 bungkus teh dari Cina yang didalamnya ditemukan narkotika jenis sabu dengan masing-masing bungkusan berisi 1.000 gram bruto beserta satu poket sample sabu yang ditempel di luar bungkusan teh tersebut.

“Kami mencurigai seseorang. Pada saat kami amankan, yang bersangkutan sempat berupaya untuk kabur,” sebutnya.

Usai mengamankan tersangka SP , anggota opsnal langsung melakukan pengembangan dengan meminta keterangan kurir tersebut. Saat dilakukan interogasi, 3 kilogram sabu tersebut ternyata adalah pesanan dari seseorang berinisial AO (37) yang tinggal di Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Anggota langsung berangkat ke Sanga-Sanga pada hari itu juga dan berhasil dilakukan pengamanan terhadap AO di kediamannya pada pukul 21.00 Wita,” paparnya.

Saat dilakukan pengamanan terhadap AO, Polisi juga berhasil menemukan narkotika jenis sabu seberat 25 gram bruto di lantai kamar milik pelaku.

Baca Juga  Wali Kota Samarinda Panen Padi, Janji Tuntaskan Keluhan Petani

“Tersangka kedua yang merupakan pengedar ini mengaku menjual sabu-sabu ke karyawan perusahaan yang ada di wilayah Kecamatan sanga-sanga sejak satu tahun terakhir,” tambahnya.

Saat diamankan, AO menjelaskan bahwa dirinya diperintah untuk mengambil barang haram tersebut di Samarinda oleh seseorang berinisial SN (34) yang diketahui adalah Narapidana Polda Kalimantan Timur yang dititipkan di Lapas Kelas IIA Tenggarong, Kutai Kartanegara.

“Mendapati informasi tersebut kita langsung mempertemukan SP dan AO dengan SN di Lapas Kelas IIA Tenggarong. SN sempat tidak mengaku bahwa mengenal kedua pelaku. Namun kami tidak mempercayai pengakuan SN, karena kami memiliki bukti komunikasi dia dengan AO. Sehingga SN langsung kami tetapkan juga menjadi tersangka,” tutur Andika.

Andika menambahkan, bahwa SN diketahui beberapa kali telah berkomunikasi menggunakan telepon genggam dengan seseorang berinisial DI yang berada di daerah Kutai Barat.

Diketahui, DI meminta tolong kepada SN untuk melancarkan kedatangan narkotika jenis sabu miliknya untuk kembali diedarkan.

“Satu orang masih menjadi DPO. Orang tersebut berinisial DI. Jadi kita masih akan lakukan pengembangan dan penyelidikan lagi terhadap kasus ini,” pungkasnya.

Akibat perbuatannya 3 pelaku berinisial SP, AO, dan SN dikenai Pasal 114 Ayat (2) pasal 112 ayat (2) Juncto Pasal 132 Ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 10 tahun penjara dan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.(*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Rachman Wahid

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks