Hard News

Pasutri Kompak Jualan Sabu, Dapat Narkoba dari Kakak di Lapas

Pasutri Kompak Jualan Sabu, Dapat Narkoba dari Kakak di Lapas
Satresnarkoba Polres Samarinda saat merilis pengungkapan kasus narkoba di wilayah Samarinda (istimewa)

Dalam mengarungi bahtera rumah tangga, pasutri dituntut kompak dan akur dalam kehidupan sehari-hari. Di Samarinda, saking akurnya, pasutri kompak jualan sabu.

Akurasi.id, Samarinda Satresnarkoba Polres Samarinda, baru-baru ini berhasil mengungkap kasus narkotika jenis sabu-sabu, yang diketahui salah satunya merupakan pasangan suami istri (Pasutri), pada rilisnya Kamis (18/2/2021).

Seorang tersangka yang merupakan Ibu rumah tangga (IRT) berinisial RE (28) yang telah diamankan, mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari kakak yang berada di dalam lapas.

Dari tangan RE polisi berhasil mengamankan sabu sebanyak 10 poket dengan berat 504 gram bruto yang sengaja disembunyikan dalam sebuah tas berwarna hitam dan ditemukan tersimpan di dalam rumah yang ditaruh di lemari pakaian tersangka.

“Tersangka (RE) merupakan ibu rumah tangga, anggota melakukan penggeledahan ditemukan sabu sebanyak 10 poket dengan total 504 gram,” ujar Kasat Resnarkoba Kompol Andika Dharma Sena, saat dikonfirmasi Jumat (19/2/2021).

Andika menjelaskan, dalam penangkapan tersebut diketahui masih ada satu pelaku yang masih berstatus buron dan dinyatakan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Ialah suami RE berinisial MS yang dikabarkan melarikan diri karena mengetahui akan kedatangan Polisi saat penyergapan.

“Kita juga masih melakukan pencarian terhadap MS yang DPO. Suami RE tersebut sempat hilang melarikan diri karena diberitahu oleh istrinya, bahwa rumahnya kedatangan anggota Polisi,” terangnya.

Baca Juga  Tergiur Dapat Uang Mudah dari Nonton Video, Empat Warga Samarinda Harus Kehilangan Jutaan Usai Tertipu Aplikasi Uang Saku

Saat pemeriksaan RE mengaku telah menjalankan bisnis haram sudah 7 bulan, terhitung sejak Agustus 2020 tahun lalu. Dalam penjualannya, RE mengaku hanya melayani pemesanan lewat telepon genggam.

“Pemesanan melalui telepon dengan format atas nama pemesan dan berat barang dipesan sekian, seperti itu,” ungkapnya

Lebih lanjut kepada kepolisian, RE mengaku mendapatkan sabu dari kakaknya yang saat ini berada di lapas.

“Pengakuannya dari kakaknya yang ada di dalam lapas, melalui perantara diedarkan oleh suami RE,” bebernya.

Saat ini pihak kepolisian masih terus penyelidikan dan terus melakukan pengejaran kepada suami RE. Adapun barang bukti dan RE telah berada di bilik jeruji guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Rachman Wahid

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks