Hard News

Pemuda Buat Laporan Palsu Penemuan Bayi, Ternyata Darah Daging Sendiri Hasil Hubungan Gelap

Pemuda Buat Laporan Palsu Penemuan Bayi, Ternyata Darah Daging Sendiri Hasil Hubungan Gelap
Seorang pria berinisial AC asal Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) ketika diciduk polisi, akibat membuat laporan palsu. (Istimewa)

Seorang pria di Bulungan nekat membuat laporan palsu penemuan bayi di tong sampah. Padahal, bayi itu hasil hubungan gelap.

Akurasi.id, Bulungan Entah apa yang dipikirkan seorang pria berinisial AC asal Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara). Pria berusia 26 tahun itu nekat membuat laporan palsu terkait penemuan bayi di tong sampah, dan usut punya usut bayi tersebut, tak lain merupakan anak kandungnya sendiri.

“Iya kemarin (Minggu, 17/1), orang ini buat laporan ke kami penemuan bayi di tong sampah, saat diselidiki ternyata bayi itu anaknya sendiri hasil hubungannya dengan pacarnya,” jelas Kapolres Bulungan, AKBP Teguh Triwantoro melalui, Kaurbinops Reskrim, Ipda Bernard FPS saat dihubungi Selasa (19/1/2021).

Baca Juga  Kelurahan Satimpo Patroli Gabungan PPKM, Belasan Remaja Dihukum di Lapangan Kampung Baru

Ia menerangkan, AC terpaksa mengarang cerita palsu itu, lantaran dirinya malu memiliki anak hasil hubungan di luar nikah.

“Yang bersangkutan ini malu punya anak di luar nikah, jadi dia sengaja berbohong kalau bayi itu dia dapat di tong sampah dan berniat merawat bayi itu,” ungkapnya.

Kepada anggota kepolisian, AC juga melaporkan bahwa saat menemukan bayi berjenis kelamin laki-laki itu terdapat pesan di selembar kertas yang bertuliskan “Buat orang yang telah menemukan anakku, tolong dirawat, maaf q (aku) melakukan ini karena q (aku) tidak punya apa-apa dan siapa-siapaā€¯.

Bernard menerangkan, niat membuat laporan palsu itu muncul dari dirinya sendiri tanpa diketahui pacar yang sekaligus ibu dari bayi yang berjenis laki-laki itu.

Baca Juga  Tak Kapok Tidur di Jeruji Besi, Pemuda 21 Tahun Asal Kelurahan Api-Api Kembali Edarkan Narkoba

“Saat ini kami masih terus menyelidiki dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Ya kalau terbukti membuat laporan palsu, kita kenakan pasal 242 hukum pidana 1 tahun 6 bulan penjara,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Rachman Wahid

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks