Hard NewsHukum

Polisi Ungkap Bisnis Rapid Test Palsu di Pelabuhan Samarinda, Para Pelaku Raup Keuntungan Puluhan Juta

Polisi Ungkap Bisnis Rapid Test Palsu di Pelabuhan Samarinda, Para Pelaku Raup Keuntungan Puluhan Juta
Polsek Pelabuhan Samarinda saat melakukan rilis kepada awak media terkiat penangkapan 3 pelaku pemalsuan hasil rapid test palsu (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Polisi ungkap bisnis rapid test palsu di Pelabuhan Samarinda, para pelaku raup keuntungan puluhan juta. Dalam kasus itu, polisi mengamankan 3 orang pelaku yang diketahui menjadi otak dalam bisnis pemalsuan dokumen tersebut.

Akurasi.id, Samarinda – Tiga pria Asal Samarinda bernama Ragil (23), Gassing (45) dan Dodi Rachman (22) terpaksa harus berurusan dengan pihak Polsek Pelabuhan Samarinda. Hal itu lantaran mereka kedapatan memalsukan rapid test Covid-19.

“Modusnya, jika ada calon penumpang ingin pergi ke Pelabuhan Pare-Pare yang membutuhkan hasil rapid test, salah satu pelaku yakni Ragil menawarkan kepada calon penumpang untuk dibuatkan surat hasil rapid test,” ungkap Kapolsek Pelabuhan Samarinda Kompol Aldi Alfa Faroqi saat pres rilis, Minggu (3/1/2021).

Setelah mendapatkan permintaan pembuatan surat rapid test, lanjut Kompol Aldi, pelaku Ragil pun langsung menghubungi pelaku lain bernama Gassing yang merupakan perantara, dan melanjutkan ke pelaku Dodi Rachman.

“Jadi yang membuat rapid test palsu ini adalah tersangka Dodi, yang merupakan pengusaha fotokopi, karena dia yang memiliki toko ATK di rumahnya,” jelasnya.

Kasus rapid test palsu ini sendiri terungkap saat Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Klas II Samarinda mendapatkan salah seorang penumpang yang kedapatan memiliki hasil rapid test palsu saat ingin berangkat dari Pelabuhan Samarinda ke Pare-Pare pada Rabu (30/12/2021).

“Berkat kerja sama KSOP Samarinda dan KKP Kelas II, kami berhasil menangkap 3 pelaku di tempat berbeda, Ragil kami amankan di area pelabuhan, sedangkan dua pelaku lainya yakin Dodi Rachman dan Gassong, kami amankan di Jalan Selili dan Jalan Kakap,” ungkapnya.

Dari hasil interogasi pihak kepolisian, tambahnya, ketiga pelaku mengaku telah melakukan aksinya sejak Oktober 2020. Dari menjual hasil rapid test palsu itu, para pelaku mampu meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah.

Baca Juga  Demi Bisa Ikut Balap Liar, 2 Remaja yang Duduk di Bangku SMP Ini Nekat Curi 3 Motor

“Kepada calon penumpang, pelaku memasang tarif Rp150 ribu per hasil rapid test palsu. Selama hampir 3 bulan beraksi, ketiga pelaku sudah meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah,” terangnya.

Ketiga pelaku kini diamankan di Polres Samarinda, bersama barang bukti berupa sisa dokumen palsu, satu buah CPU, satu buah monitor, dan alat printer yang digunakan pelaku membuat surat rapid test palsu serta uang hasil kejahatan para pelaku.

“Dari hasil penyelidikan, kami sangkakan untuk Ragil pemalsuan surat Pasal 236 KUHP. Sedangkan Dodi kami jerat dengan Pasal 268 ayat (1) KUHP. Kemudian pelaku Gassing Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun kurungan penjara,” tegasnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks