Hard News

Duduk Perkara Kebakaran Perusahaan Plywood Terbesar di Kaltim, Kerugian PT Sumalindo Ditaksir Miliaran

Duduk Perkara Kebakaran Perusahaan Plywood Terbesar di Kaltim PT Sumalindo, Kerugian Ditaksir Miliaran
Tim Damkar dan relawan berusaha memadamkan api di gudang PT Sumalindo, Jalan Cipto Mangunkusumo, Keluarahan Sengkotek, Loa Janan Ilir. (Redaksi Akurasi.id)

Duduk Perkara Kebakaran Perusahaan Plywood Terbesar di Kaltim, Kerugian PT Sumalindo Ditaksir Miliaran. Beruntung dalam insiden kebakaran PT Sumalindo itu tidak sampai menelan korban jiwa. Sumber api diduga dari area teknik logistik yang ada di perusahaan tersebut.

Akurasi.id, Samarinda – Rabu, 4 Agustus 2021, malam itu suasana terasa sepi dan senyap. Semua orang tampak sibuk dengan aktivitas masing-masing. Ada yang telah terlelap karena kelelahan bekerja. Ada yang tengah bercengkrama bersama teman dan keluarga. Ada pula yang tengah siap-siap hendak pergi bekerja.

Sama seperti yang dilakukan Ulfa, salah satu warga Harapan Baru, Samarinda Seberang. Ibu rumah tangga yang memiliki 1 orang anak.  Ketika itu ia tengah membereskan dapur. Siap-siap menanak nasi dan bahan makanan lainnya. Untuk persiapan sarapan esok.

Jantungnya seketika berdegup kencang, mendengar suara sirine yang terdengar mendekat. Heningnya malam mendadak pecah penuh keriuhan. Sirine kian nyaring. Ulfa membeku. Berpikir, mengapa suara sirine itu mendekati arah rumahnya dan menelisik lebih dalam.

Tak berselang lama, Arya, suaminya berlari kecil arah ke dapur. Dengan muka sedikit tegang disertai beberapa butir peluh membasahi dahi. Sambil menggendong buah hati. Memberi kabar adanya kejadian kebakaran.

Ternyata ada musibah kebakaran terjadi tak jauh dari rumahnya, hanya berjarak puluhan meter. Tepatnya di Komplek Perusahaan PT SLJ Global Tbk (SULI) atau lebih umum dikenal dengan nama PT Sumalindo, yang terletak di Jalan Cipto Mangunkusumo, Keluarahan Sengkotek, Loa Janan Ilir, pada Rabu (4/8/2021) malam.

Seketika Ulfa waswas. Langsung keluar rumah menengok arah terjadinya kebakaran dan berdoa semoga tidak ada korban jiwa. Saat itu sekitar pukul 20.30 Wita. Kobaran Api terlihat sangat jelas. Perlahan melahap tiap senti bangunan itu. Seolah tak merasa kenyang, api kian menjabar dan membara.

Warga sekitar pun keluar rumah. Saling berpandangan tanpa kata. Masing-masing menunjukkan wajah kaku dan bertanya-tanya. Leher terasa cekat untuk memulai pembicaraan. Terlebih ketika terdengar beberapa kali ledakan. Khawatir api kian membesar.

Dalam bencana itu, api berkobar kurang lebih 3 jam menghanguskan 2 unit bangunan yang merupakan gudang dan workshop berisi material perusahaan yang menghasilkan kayu plywood terbesar di Kaltim. Di dalam gedung workshop tersebut, terdapat suku cadang, tabung gas, bahan plastik serta bahan kimia. Kemudian di sekitar unit yang terbakar pun terdapat tangki solar.

“Yang terbakar 2 gudang dengan ukuran 50×50 meter. Isinya bahan material termasuk serbuk-serbuk kayu dan tumpukan nitrogen,” terang Staf Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Samarinda Sunardi Saman kepada awak media.

Dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa. Korban terdampak hanya 1 karyawan sesak nafas, 3 relawan sesak nafas, 4 relawan gatal-gatal karena air yang digunakan merupakan campuran air limbah, dan 1 relawan mendapat luka bakar di kaki kiri.

Koordinator Lapangan Pemadam Kebakaran Marjuki menjelaskan, kesulitan di lapangan hanya saat pemadaman api. Lantaran 2 bangunan yang terbakar ini padat dengan barang-barang dan adanya kekhawatiran gedung akan roboh, maka aksi penjinakan dilakukan dari luar. “Jadi enggak lama apinya padam,” terangnya.

Api Diduga Berasal dari Area Logistik, Kerugian Ditaksir Miliaran

Kepala Shift Produksi PT Sumalindo Munawar menjelaskan, kebakaran terjadi di area workshop teknik logistik atau gedung material, sekitar pukul 19.30 Wita. Awalnya, amukan si jago merah terlihat dari belakang mesin bubut atau pembuat baut kemudian menyebar ke gedung teknik.

Ketika kebakaran terjadi, mesin bubut sedang tidak beraktivitas lantaran mesin tersebut sejatinya bekerja pada siang hari. Namun, workshop memang tetap dibuka karena ada pekerja malam. Dalam kejadian tersebut, dipastikan tidak ada korban jiwa dari karyawan perusahaan, hanya saja kerugian gedung beserta semua material yang terbakar diperkiranan mencapai Rp35 miliar.

“Untuk korban dari karyawan tidak ada. Hanya gudang yang terbakar, teridiri dari gudang material dan spare part. Semuanya habis terbakar, temasuk sarana penunjang aktivitas kerja. Kami coba evakuasi semua karyawan kemudian menghubungi pihak pemadam kebakaran. Kebakaran langsung ditangani PMK dan internal kami,” kata dia.

Hingga kini, pihaknya pun belum mengetahui secara pasti penyebab pasti munculnya api. Akan tetapi Munawar menduga kebakaran diakibatkan konsleting listrik di gudang tersebut. “Untuk sementara kami akan berkoordinasi dengan tim yang ada di Banjarmasin, Kalsel, untuk men-supply keperluan yang ada,” kata dia.

Untuk diketahui, PT Sumalindo Lestari Jaya merupakan perusahaan plywood terbesar di Kaltim yang berdiri sejak 14 April 1980. Aktivitas utama perusahaan ini terdiri dari pengolahan kayu, penebangan, operasi hutan tanaman industri, serta perdagangan ekspor, impor, serta lokal.

Ini bukan pertama kalinya perusahaaan yang memiliki ratusan karyawan tersebut dilalap si jago merah. Kejadian serupa pernah terjadi pada tahun 2013 dan menhanguskan bangunan Human Resource Department (HRD) yang terdiri dari 2 lantai. (*)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Redaksi Akurasi.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks