Hard News

Rekonstruksi Pembunuhan Warga Samarinda, Pelaku Dijerat 15 Tahun Penjara

Rekonstruksi Pembunuhan Warga Samarinda, Pelaku Dijerat 15 Tahun Penjara
Jajaran Polsek Sungai Pinang saat menggelar rekonstruksi pembunuhan Heru warga Gunung Lingai (istimewa)

Rekonstruksi pembunuhan warga Samarinda, pelaku dijerat 15 tahun penjara. Pelaku sempat dicekik dan ditampar korban.

Akurasi.id, Samarinda – Jajaran Polsek Sungai Pinang pada Selasa (8/7/2021), menggelar rekonstruksi pembunuhan warga Samarinda yang menewaskan seorang pemuda bernama Heru (26) yang dilakukan oleh tetangganya bernama Sopian (45) di Jalan Gunung Lingai Gang Rahman, RT 22, Kelurahan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, pada Senin (12/4/2021) lalu.

Dalam rekonstruksi Sopian dengan sadis menusuk perut sebelah kiri Heru dengan menggunakan badik yang memiliki panjang 35 cm.

Wakapolsek Sungai Pinang, AKP Budiarso menerangkan, usai menikam Heru, pelaku sempat buron selama 25 hari dan berhasil diamankan di Desa Karya Merdeka, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, dibantu oleh Unit Jatanras Polresta Samarinda, dan Ditreskrimum Jatanras Polda Kaltim pada Sabtu (8/5/2021).

Terdapat Total 17 adegan dalam rekonstruksi tersebut, dalam reka ulang tersebut pelaku membunuh korban dengan cara menusuk bagian perut sebelah kiri korban sebanyak 1 kali menggunakan badik yang sudah tergeletak di TKP sehingga korban bersimbah darah dan akhirnya meninggal dunia.

“Totalnya ada 17 adegan dari awal pelaku dan korban masuk ke dalam rumah tempat kejadian, lalu terjadi cekcok hingga penikaman, dan tersangka kabur, pada dasarnya reka adegan 1 sampai 17 berjalan dengan baik, dan juga tadi dihadiri oleh kuasa hukum tersangka,” ucap AKP Budiarso.

Budiarso menjelaskan tragedi tersebut bermula saat korban mengajak pelaku ke dalam rumah saksi, kemudian terjadi pertengkaran mulut. Korban saat itu sempat keluar rumah lalu masukĀ  ke dalam rumah lagi, korban langsung menunjuk tersangka dengan tangan kiri sambil marah. Korban sempat menampar dan mencekik pelaku yang saat itu posisi sedang duduk.

Baca Juga  Dapat Bisikan Gaib, Sorang Pria Terjun ke Sungai Karang Mumus, Dikira Biawak Loncat ke Sungai

“Kesimpulan sementara seperti apa yang sudah kita lihat tadi jadi korban sempat menampar dan mencekik pelaku dan pada adegan ke-9 tadi tersangka emosi dan melihat badik yang berada di atas lemari sehingga pelaku menusukkan badik tersebut ke bagian perut sebelah kiri,” terang AKP Budiarso.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 338 KUHP sub 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, dengan ancaman maksimal kurungan penjara selama 15 tahun.(*)

Penulis : Muhammad Budi Kurniawan

Editor: Rachman Wahid

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks