Hard News

BNNP Kaltim Ungkap Dua Kasus Peredaran Sabu di Balik Jeruji Besi Lapas Samarinda

BNNP Kaltim Ungkap Dua Kasus Peredaran Sabu di Balik Jeruji Besi Lapas Samarinda
BNNP Kaltim ungkap dua kasus peredaran sabu di balik jeruji besi Lapas Samarinda. (Ilustrasi)

BNNP Kaltim ungkap dua kasus peredaran sabu di balik jeruji besi Lapas Samarinda. Aparat memperkirakan jika barang haram itu berasal dari perbatasan Kalimantan Utara.

Akurasi.id, Samarinda – Peredaran sabu di balik jeruji besi kembali diungkap aparat. Kali ini pengungkapan dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Timur (Kaltim) pada awal Oktober kemarin.

Dijelaskan Kepala BNNP Kaltim Brigjen Pol Wisnu Andayana, pelaku peredaran narkotika dibalik jeruji besi merupakan seorang pria berinisial RY warga binaan Lapas Samarinda di Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Samarinda Kota.

Kata polisi berpangkat bintang satu ini, pengungkapan berhasil dilakukan saat jajarannya mengamankan MA di Jalan Kapal Layar V, Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Selasa (12/10/2021) kemarin.

Dari tangan MA, petugas sedikitnya mengamankan barang bukti empat poket sabu-sabu seberat 361,4 gram bruto, bersama uang tunai Rp209 ribu.

“Pengakuan pelaku, barang ini dia peroleh dari kakaknya berinisial RY yang merupakan warga binaan lapas di Samarinda. Dan kami pun berkoordinasi dengan Kemenkumham untuk pengungkapan di lapas tersebut,” ungkap Wisnu dalam agenda rilis pemusnahan barang bukti, Rabu (3/11/2021) siang tadi.

Dalam kesempatan yang sama, Wisnu juga menuturkan jika jajarannya mengungkapkan kasus peredaran narkotika lainnya. Yang mana pada ungkapan Selasa (5/10/2021) lalu itu, jajaran BNNP Kaltim mengamankan tiga tersangka. Dan satu di antaranya juga merupakan warga binaan di Lapas Kutai Kartanegara (Kukar).

Pelaku tersebut berinisial RH warga binaan Lapas Kukar. Kembali dijelaskan Wisnu, awal pengungkapan ini bermula dari diamankannya R di Desa Senoni, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kukar dengan barang bukti 44 poket sabu dengan berat 11,31 gram dan uang tunai Rp600 ribu.

“Kemudian pengakuan pelaku kami dalami, barang bukti itu ia dapatkan dari kakak perempuannya yang berinisial H,” imbuh Wisnu.

Setelah mendapat informasi dari R, petugas segera bertindak. Dan berhasil mengamankan Hadijah di kediamannya, Jalan Pesut, Gang Pemenang, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kukar.

“Kemudian dari pelaku kedua (H) ini, dia mengaku kalau barang tersebut dipesan oleh warga binaan lapas di Kukar berinisial RH. Kemudian, kami pun langsung koordinasi dengan pihak Kemenkumham,” terangnya.

Setelah para pelaku berhasil ditindak, tiga di antaranya, yakni MA, R dan H langsung digelandang menuju markas BNNP Kaltim. Ketiganya pun pada Rabu (3/11/2021) tadi menjalani agenda pemusnahan barang bukti dengan cara diblender, yang disaksikan BNNP Kaltim dan unsur terkait lainnya.

Disinggung lebih jauh mengenai asal narkotika tersebut, Wisnu memperkirakan jika barang haram itu berasal dari perbatasan Kalimantan Utara.

Dan saat kembali disinggung mengenai maraknya para pengendali barang haram di balik jeruji besi, Wisnu mengaku selalu melakukan fungsi koordinasi lintas lembaga sebagai upaya pencegahan.

“Yang jelas mereka komitmen dan tidak melegalkan adanya praktik-praktik di dalam. Lapas ini rata-rata over, pegawainya juga minim. Sehingga mereka tidak bisa mengawasi satu persatu, dan itu harus dimaklumi,” pungkasnya. (*)

Penulis : Zulkifli

Editor: Rachman

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks