Hard NewsHukum

Sebuah Mobil Expander Kembali Disita Kejati Kaltim dalam Kasus Korupsi Perusda PT MGRM Kukar

Tim penyidik melakukan proses penggeledahan terhadap sejumlah dokumen dan barang yang ada di kantor Perusda PT MGRM Jakarta. (Dok Kejati Kaltim)

Sebuah mobil Expander kembali disita Kejati Kaltim dalam kasus korupsi Perusda PT MGRM Kukar. Tidak hanya menyita itu, penyidik kejaksaan juga turut mengamankan sejumlah barang lainnya, seperti 8 unit laptop dan 2 unit handphone di kantor PT MGRM di Jakarta.

Akurasi.id, Samarinda – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim terus menggejar sejumlah barang bukti tambahan atas kasus dugaan korupsi dana deviden atau royalti Blok Mahakam, di tubuh Perusahaan Daerah (Perusda) PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM) Kutai Kartanegara (Kukar).

Jika sebelumnya, Rabu (24/2/2021), sasaran utama penyidik Kejati Kaltim yakni rumah tersangka Iwan Ratman alias IR selaku direktur utama (dirut) Perusda PT MGRM Kukar, yakni Jalan Kemang Utara, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Maka pada Kamis (25/2/2021), giliran kantor Perusda PT MGRM Jakarta yang berlokasi di Jalan Cicurug No 1 Menteng, Jakarta Pusat, yang digeledah.

Dalam rilisnya, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kaltim, Deden Riki Hayatul Firman melalui Kasi Penkum Abdul Farid mengakui, kalau pihaknya memang telah melakukan pengeledahan lanjutan atas kasus dugaan tindak pidana korupsi dengan tersangka Iwan Ratman.

“Proses penggeledahan kali ini bertempat di kantor PT MGRM yang berlokasi di Jalan Cicurug No 1 Menteng, Jakarta Pusat. Penggelahan itu kami lakukan pada Kamis tanggal 25 Februari 2021,” kata Farid dalam rilisnya, Jumat (26/2/2021).

Menurutnya, upaya penggeledahan yang dilakukan tim penyidik Kejati Kaltim berdasarkan Surat perintah Penggeledahan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim dan surat izin geledah dari Pengadilan Tipikor Jakarta. Dari situ, penyidik menyita sejumlah barang bukti tambahan, termasuk sejumlah aset yang diduga merupakan hasil dari tindak pidana korupsi oleh tersangka Iwan Ratman.

“Saat dilakukan penggeledahan, tim penyidik mengamankan 8 unit laptop, 2 unit handphone dan satu unit kendaraan Mitsubishi Expander. Bahwa tim penyidik menduga barang yang diamankan untuk disita tersebut, ada kaitannya dengan tindak pidana yang dilakukan oleh tersangka Iwan Ratman,” tuturnya.

Kepada media ini, Farid menyebutkan, bahwa pendalaman atas kasus korupsi dana deviden atau participating interest (PI) 10 persen Blok Mahakam di tubuh Perusda PT MGRM Kukar, tidak hanya berhenti di situ, tetapi akan terus dikembangkan.

“Saat tim melakukan penyisiran dalam ruangan PT MGRM Jakarta, tampaknya ruangan kantor sudah mulai dibersihkan dari berkas-berkas. Sehingga banyak dokumen sudah tidak ada dalam lemari,” bebernya.

Dia menambahkan, para pegawai Perusda PT MGRM Jakarta saat ditanya para penyidik, tampak memilih untuk lebih banyak hemat berbicara, terutama saat ditanya-tanya seputar aktivitas yang ada di kantor tersebut.

“Para pegawai PT MGRM  yang diwawamcara cenderung tertutup dan membatasi diri untuk berbicara. Walau begitu, pelaksanaan penggeledahan berjalam aman dan tertib,” tutupnya.

Dalam penggeledaan sebelumnya di kediaman tersangka Iwan Ratman, penyidik menyita tiga unit kendaraan roda 4, yaitu Mercy Nopol B 168 HBT, BMW Nopol  B 8819 RFP, dan Honda CRV Nopol B 605 RFS. Yang semuanya diduga kuat dibeli dari hasil korupsi Rp50 miliar dana PT MGRM Kukar. (*)

Penulis/Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks