CorakHard NewsRagam

Simpang Al Hijrah Sering Terendam Air, DPRD Bontang Usul Normalisasi Drainase

Simpang Al Hijrah Sering Terendam Air, DPRD Bontang Usul Normalisasi Drainase
Jalan Sultan Syahrir tepatnya di depan Kantor Kelurahan Tanjung Laut hingga Jalan WR Supratman di depan Masjid Al Hijrah sering banjir saat hujan. (Rezki Jaya/Akurasi.id)

Salah satu sisi di perempatan Masjid Al Hijrah sering banjir ketika hujan. Bahkan ketika hujan reda, genangan air tak juga beranjak dari tempatnya. Hal ini membuat warga gelisah, lantaran dinilai berbahaya bagi pengendara.

Akurasi.id, Bontang – Ketika hujan, genangan air selalu timbul di pinggir Jalan Sultan Sahrir tepatnya di perempatan Masjid Al Hijrah. Bahkan ketika hujan reda, genangan air tak juga beranjak dari tempatnya.

Hal ini membuat pengguna jalan merasa terganggu.

Adanya keluhan masyarakat tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang menyisir jalan yang dimaksud.

Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina saat melakukan tinjauan tersebut mengatakan, drainase di Jalan Sultan Syahrir persimpangan Masjid Al Hijrah tersumbat.

“Karena tersumbatnya aliran dari arah Lengkol tidak mengalir dengan baik karena terputus kurang lebih 60 meter. Akibatnya sering terjadi genangan air depan Al Hijrah,” kata Amir saat ditemui awak media, Senin (8/2/2021) pagi.

Dia juga menjelaskan, penyebab genangan air tersebut lantaran terjadi penyempitan di jalur drainase tersebut. Dan juga lanjutnya, faktor aktivitas konstruksi dari pembangunan di daerah tersebut.

Dengan demikian kata dia, DPRD Bontang usul normalisasi drainase. Pemerintah juga diajak memperluas lajur di persimpangan Tanjung Laut. Menurutnya, badan jalan yang menyempit di persimpangan masjid Al Hijrah pun kerap mengakibatkan kecelakaan.

“Jadi fokus utama kita di sini ada dua, yakni pertama soal perluasan badan jalan dan pembuatan drainase,” jelasnya.

Anggota Komisi III DPRD Abdul Malik juga angkat bicara. Pihaknya meminta agar ada tindak lanjut yang serius terhadap masalah ini.

“Kami meminta kepada dinas terkait, agar memperlebar badan jalan serta memperdalam drainase yang ada,” jelasnya

Kabid Bina Marga, Dinas Pekerja Umum dan Tata Ruang (PUPRK) Bontang Bina Antariansyah  menyebutkan, terkait perluasan jalan dan pembuatan drainase harus dilakukan pembebasan lahan.

“Memang harus ada pembebasan lahan terlebih dahulu untuk pelebaran jalan dan pembuatan drainase. Jalan keluarnya adalah dibebaskan, kemudian dibuatkan trotoar dan drainase jadi modelnya itu melengkung tidak patah,” pungkasnya. (*)

Penulis: Rezki Jaya
Editor: Rachman Wahid

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks