Hard NewsHeadline

Sopir Mengantuk, Bus Kecelakaan di Tol Balsam, Keluar Jalur Seruduk Pembatas Jalan

Sopir Mengantuk, Bus Kecelakaan di Tol Balsam, Keluar Jalur Seruduk Pembatas Jalan
Sebuah Bus perusahaan mengalami kecelakaan di tol Balsam Kilometer 65 ( istimewa)

Sopir mengantuk, bus kecelakaan di Tol Balsam, keluar jalur seruduk pembatas jalan. Di dalam bus berisi 7 orang termasuk sopir.

Akurasi.id, Samarinda – Sebuah bus mengalami kecelakaan tunggal di Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) tepatnya di Kilometer 65, pada Selasa (4/5/2021).

Peristiwa itu terjadi lantaran Bus yang diketahui dari Balikpapan menuju Samarinda keluar jalur hingga membuat bus berwarna kuning tersebut menghantam pembatas jalan dan  terperosok keluar jalur.

Manager Area Jasa Marga Tollroad Operation (JMTO) Tol Balikpapan Samarinda Ronny Hendrawan mengatakan, kecelakaan tersebut melibatkan sebuah bus antar Kota Perusahaan Otobus (PO) Meranti Etam yang berangkat dari Balikpapan hendak menuju ke Samarinda.

“Di dalam bus terdapat 7 orang, satu di antaranya sopir bus,” ucap Ronny Hendrawan saat dikonfirmasi, Selasa (4/5/2021).

Beruntung dalam kecelakaan itu, keenam penumpang bus tidak mengalami luka-luka, Namun akibat benturan sopir mengalami sesak dada dan saat ini mendapatkan perawatan.

“Untuk 6 penumpang tidak kenapa-kenapa dan telah dipulangkan kembali, hanya saja sopir bus mengalami sesak akibat dadanya terhantam kemudi dan saat ini telah mendapat perawatan di Rumah Sakit,” terangnya.

Baca Juga  Para Napi Sujud Syukur Setelah Dapat Remisi Hari Raya, 2 Orang Langsung Pulang

Rony menyebut kecelakaan tunggal itu terjadi diduga akibat sopir bus yang mengantuk sehingga bus yang dikendarai keluar jalur.

“Dari pengakuan sang sopir, saat mengemudi dirinya mengantuk dan tak dapat mengendalikan bus,” bebernya.

Mengetahui peristiwa tersebut, Perusahaan Otobus terkait pun mendatangi tempat kejadian dan akan bertanggung jawab dalam proses evakuasi bus.

“Pihak perusahaan bertanggung jawab guna melakukan evakuasi. Karena untuk melakukan evakuasi tidak dapat menggunakan mobil derek, melainkan harus menggunakan crane,” tutup Ronny Hendrawan.(*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Rachman Wahid

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks