Hard News

740 Warga Binaan Lapas Samarinda Berpeluang Dapat Remisi di HUT RI Ke-76 Tahun

720 Warga Binaan Lapas Samarinda Berpeluang Dapat Remisi di HUT RI Ke-76 Tahun
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda Mokhamad saat diwawancara media. (Devi Nila Sari/Akurasi.id)

740 Warga Binaan Lapas Samarinda Berpeluang Dapat Remisi di HUT RI Ke-76 Tahun. Pemberian remisi ini terbilang bervariasi bagi warga binaan Lapas Samarinda. Dari 1 bulan sampai 6 bulan. Dengan catatan, warga binaan wajib berkelakuan baik.

Akurasi.id, Samarinda – Ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Samarinda berpeluang mendapatkan remisi pada pada 17 Agustus 2021. Remisi ini sebagai hadiah kemerdekaan Republik Indonesia bagi warga tahanan yang telah menjalani minimal 1/3 total masa tahanan.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda, Mokhamad Iksan mengatakan, lapas narkotika mengajukan sebanyak 740 warga binaan untuk mendapatkan remisi di Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 76 tahun ini. Pemberian remisi ini nantinya akan diserahkan Gubernur Kaltim Isran Noor pada 16 Agustus 2021. Sedangkan pemberian remisi di Lapas Narkotika akan dilaksanakan tepat pada 17 Agustus 2021.

“Kami mengajukan 740 warga binaan mendapatkan remisi. Tapi sampai sekarang, kami belum tahun kapan turunnya persetujuan. Termasuk berapa yang disetujui. Tapi biasanya pasti turun semua, walaupun turunnya itu bertahap,” terangnya, saat ditemui media ini di Lapas Narkotika Samarinda, Jalan Bayur, Sabtu (14/8/2021).

Remisi merupakan hak warga binaan yang diberikan melalui sejumlah kriteria. Terutama diberikan kepada mereka yang berkelakuan baik, dan sekurang-kurangnya menjalani minimal masa tahanan sepertiga masa tahanan.

Mereka yang memenuhi syarat akan diusulkan untuk mendapatkan remisi. ”Setiap tahun mereka dapat remisi, yang penting berkelakuan baik. Ada persyaratannya, yang penting tidak melanggar aturan di sini,” ucapnya.

Terkait variasi pemberian remisi, ia menerangkan, tergantung kepada hukuman warga binaan. Dengan mekanisme pemberian remisi paling sedikit 1 bulan dan maksimal 6 bulan. Hal itu akan diketahui setelah keluarnya SK dari pemerintah pusat pada 17 Agustus nanti.

“Kalau di sini mereka di hukum 9 tahun atau sudah 10 tahun pasti dapatnya maksimal 6 bulan. Tapi nanti bervariasi dapatnya, ada yang dapat 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, 5 bulan atau 6 bulan,” tutur dia.

Ia memastikan, warga binaan yang tidak berkelakuan baik akan tertunda pemberian remisinya. Untuk diketahui, saat ini jumlah warga binaan di Lapas Narkotika Samarinda sebanyak 1.330 orang dengan kapasitas hanya sekitar 400 orang lebih.

“Yang tidak dapat remisi bisa dikarenakan belum waktunya, kan minimal harus menjalani 6 bulan. Mungkin dia belum 6 bulan, itu belum dapat. Macam-macam alasannya,” pungkasnya. (*)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Redaksi Akurasi.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks