Isu Terkini

Harga Bawang Putih Melonjak, Pasokan Minim Diduga Penyebabnya

Harga Bawang Putih Melonjak, Pasokan Minim Diduga Penyebabnya
Tim gabungan saat monitoring harga sembako di sejumlah pasar tradisional belum lama ini. (istimewa)

Akurasi.id, Bontang – Minimnya pasokan disinyalir menjadi penyebab utama melonjaknya harga bawang putih di pasar-pasar tradisional di Bontang, sejak sebelum hingga memasuki Ramadan. Para pedagang pun mau tidak mau harus menaikkan harga jualnya.

Dari informasi yang disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3), Muhammad Aspiannur, dari hasil monitoring tim gabungan beberapa waktu lalu, ditemukan hanya bawang putih yang mengalami kelonjakan cukup drastis. Komoditas lain kata dia, dinilai masih cukup stabil.

“Harganya bergejolak hingga 100 persen. Dari hasil pantauan kami ke pedagang, informasinya stok yang mereka miliki sangat minim. Jika hari biasa pasokannya bisa 173 kilogram per hari, menjelang Ramadan ini hanya 12 kilogram saja,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Bontang AKBP Siswanto Mukti mengaku, saat ini masih memerintahkan aparat kepolisian mengusut dan menelusuri penyebab melonjaknya harga bawang putih. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan jajaran Polda Kaltim, untuk mengecek ketersediaan bawang di gudang Samarinda dan Balikpapan.

“Jika sampai ada pedagang di Bontang yang terbukti melakukan penimbunan, tentu akan kami tindak dan proses. Karena ini sudah komitmen saya sejak awal,” tukasnya.

Harga Bawang Putih Melonjak, Pasokan Minim Diduga Penyebabnya
Tim gabungan berfoto bersama usai monitoring harga di sejumlah pasar tradisional. (istimewa)

Sebagai informasi, tim gabungan baik dari unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Bontang, Kodim 0908/BTG, dan Polres Bontang akan kembali turun melakukan monitoring harga kebutuhan pokok di pasaran seminggu menjelang Idulfitri mendatang. (*)

Penulis: Bambang Al-Fatih
Editor: Yusva Alam

5/5 (2 Reviews)

Tags

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close