Pemkot Bontang

Hargai Keberagaman Kebudayaan, Basri Rase Apresiasi Keberadaan PB3KT di Bontang

Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase saat memberikan sambutan pada acara peringatan hari jadi ke 3 PB3KT Bontang, Sabtu (14/9/19). (Dokumen Basri Rase/Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Menjaga persatuan dan keberagaman selalu aktif disampaikan Wakil Wali Kota  Bontang Basri Rase dihampir setiap kesempatan. Menurutnya, keberagam adalah sebuah rahmat dan karunia dari Yang Maha Kuasa. Hal itu juga disampaikannya saat menghadiri peringatan hari jadi ke-3 Persatuan Bebinian Bubuhan Banjar Kalimantan Timur (PB3KT) Cabang Kota Bontang, Sabtu (14/9/19).

Orang nomor dua di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang itu, menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas keberadaan PB3KT di Kota Taman –sebutan Bontang. Apalagi pada acara itu, PB3KT juga menyelenggarakan beberapa lomba dan festival yang penuh dengan nuansa budaya.

“Atas nama pemerintah dan peribadi, saya sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan, karena PB3KT juga mau ikut serta dalam membangun dan memajukan pembangunan di Kota Bontang,” kata Basri dalam sambutannya.

Keberagam budaya dan tradisi hingga kuliner yang masuk di Bontang, sambungnya, akan semakin membuat Kota Taman menjadi salah satu miniatur Indonesia. Keberagaman kuliner dan kebudayaan yang dibawa oleh berbagai suku dan kerukunan, salah satunya PB3KT, juga akan menjadi pemantik bagi turis nasional maupun mancanegara berkunjung ke Bontang.

“Lomba dan festival yang diadakan PB3KT, mari kita angkat dan lestarikan, agar menjadi bagian dari adat istiadat dan kebudayaan kita semua. Apapun suku, adat, dan agama yang kita miliki, mari kita hargai itu sebagai sebuah karunia, karena kita semua adalah bagian dari bangsa Indonesia,” ujarnya.

Meski sebagai orang berdarah Bugis (Sulawesi), Basri merasa tidak begitu asing dengan kebudayaan yang dimiliki Bubuhan Banjar di Kaltim. Menurut dia, baik kebudayaan Banjar dan Bugis, maupun kebudayaan yang lain pada dasarnya memiliki kesamaan.

“Saya tidak merasa asing dengan kebudayaan Banjar, karena dari segi makanan pun mirip-mirip dengan kebudayaan Bugis, manis-manis wadainya (kuenya),” ucap politikus Partai PKB ini sembari melepaskan tawa.

Basri mendoakan, PB3KT Kota Bontang akan semakin maju dan sukses ke depannya. Keberadaan PB3KT tidak hanya diusia 3-4 tahun, tetapi dapat tumbuh besar hingga berpuluh-puluh tahun ke depan. Serta dapat ikut serta membawa kemajuan pemabangunan di Kota Taman.

“Apapun latar belakang suku, kebudayaan, dan agama yang kita miliki, saya mengajak PB3KT dan Bubuhan Banjar di Kota Bontang untuk sama-sama memajukan pembangunan di kota kita tercinta ini,” harap dia. (*)

Penulis: Pewarta
Editor: Yusuf Arafah

Leave a Reply

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    Ok No thanks