Hard NewsHukum

Hati-hati, 70 Kasus Penipuan Belanja Online Terjadi di Bontang

Hati-hati, 70 Kasus Penipuan Belanja Online Terjadi di Bontang
Ilustrasi. (ist)

Akurasi.id, Bontang – Semakin berkembangnya teknologi internet saat ini justru dimanfaatkan oknum untuk berbuat kejahatan. Salah satunya penipuan berkedok belanja daring atau online melalui media sosial (medsos).

Baca juga :Berkali-kali Mencuri di Ramayana Akhirnya Tertangkap, Begini Modusnya

Di Kota Taman -sebutan Bontang-, kasus penipuan belanja online rupanya kian marak. Terbukti sejak Januari hingga 13 Juli 2020, sebanyak 70 aduan kasus penipuan online diterima Polres Bontang.

“Ini bukan penipuan biasa, tapi penipuan dengan modus online dan korbannya kebanyakan yang melakukan pembelian barang lewat daring atau telepon, mereka tidak saling mengenal dan tidak pernah bertemu,” kata AKBP Boyke Karel Wattimena, Kapolres Bontang, Senin (13/7/20) lalu.

Dari pengaduan tersebut, AKBP Boyke mengaku pihaknya telah melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan sementara menunjukkan fakta bahwa pelaku penipuan kebanyakan menjalankan aksinya dari luar wilayah Bontang bahkan Kalimantan Timur (Kaltim).

Oleh sebab itu, polisi bertanda pangkat dua bunga sudut lima ini menyarankan agar masyarakat untuk tidak mudah tergiur saat berbelanja online. Sebab, kata AKBP Boyke, oknum penipu penjual online biasanya berjualan dengan memberi iming-iming dengan harga murah dari harga standar.

Biasanya penjual juga mengklaim produk yang dijualnya original, dengan tampilan foto produk meyakinkan.

“Biasanya korban tertipu karena faktor kurang hati-hati. Misalnya pengguna media sosial melihat ada barang yang dijual sangat murah langsung nafsu ingin beli, tidak dicek lagi apakah penjualnya kredibel atau tidak,” bebernya.

Berkenaan dengan banyaknya kasus penipuan online di Kota Taman, Kapolres mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dan selektif dalam melakukan pembelian barang secara online. Hal itu untuk mencegah terjadinya penipuan online.

Selain itu, masyarakat juga harus berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat bertransaksi melalui sistem daring. Sebab tindak kejahatan dapat terjadi kapan saja dan di mana saja.

“Untuk masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati jika melakukan transaksi atau jual beli barang lewat online,” pungkasnya. (*)

Penulis/Editor: Suci Surya Dewi

Tags

Leave a Reply

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close