Hard NewsHeadline

Bocah Hanyut di Sungai Karang Mumus Samarinda Ditemukan Tewas

Bocah Hanyut di Sungai Karang Mumus Samarinda Ditemukan Tewas
Bocah hanyut di Sungai Karang Mumus Samarinda ditemukan tewas oleh Tim SAR yang sebelumnya dinyatakan hilang pada Sabtu (10/1/2021) lalu. (Istimewa)

Bocah hanyut di Sungai Karang Mumus Samarinda ditemukan tewas. Sebelumnya, bocah tersebut dinyatakan hilang sehari sebelum kejadian, yakni Sabtu (10/1/2021) lalu.

Akurasi.id, Samarinda Aldifin Syahreza, bocah berusia 13 tahun, ditemukan tewas setelah dinyatakan hanyut dan tenggelam di aliran Sungai Karang Mumus, tepatnya di Jalan Kerukunan (Kesehatan Dalam) Kecamatan Samarinda, pada Senin (11/1/2021), pukul 13.00 Wita.

Bocah malang itu, berhasil ditemukan Tim SAR gabungan dibantu warga sekitar setelah hampir 24 jam pencarian. Jasad Aldifin ditemukan warga berada di kolong rumah warga.

Baca Juga  Ikan Kembung Kaya Gizi, Manfaatnya Setara Salmon

“Saat melakukan penyisiran di aliran sungai, kami mendapat informasi dari salah seorang warga yang melihat jasad di bawa kolong rumah yang berada di pinggir sungai, saat mendatangi lokasi benar saja jasad tersebut adalah bocah yang hanyut kemarin,” jelas Eko Purwanto salah seorang relawan saat dikonfirmasi, Senin (11/1/2021).

Saat ditemukan, kondisi jasad Aldifin kondisinya tertelungkup dekat tiang penyangga rumah warga.

“Posisinya saat ditemukan tertelungkup, dan langsung kita evakuasi,” terangnya.

Ditemui dilokasi, Kepala Unit Siaga Basarnas Samarinda Riqi Effendi menjelaskan, saat melakukan pencarian timnya terkendala arus sungai yang cukup deras. Sehingga pihaknya harus menunggu air surut.

“Saat melakukan penyisiran, memang kemarin, aliran air Sungai Karang Mumus lagi deras akibat hujan yang mengguyur Samarinda, pada Jumat Sabtu malam,” ucap Riqi.

Baca Juga  Mengenali Bahaya Penyakit Epilepsi dan Larangan Bagi Pengidapnya, Mulai Renang hingga Berkendaraan

Lebih lanjut, ia menerangkan, jasad Aldifin ditemukan 3 kilometer dari lokasi jatuhnya korban pada Sabtu (10/1/2021) lalu.

“Saat melakukan evakuasi, kami juga ekstra hati-hati lantaran aliran sungai yang cukup deras,” paparnya.

Selanjutnya jasad Adlifin, kemudian dibawa ke rumah sakit AW Sjahranie dan dibawa ke rumah duka.

“Korban langsung kita bawa ke rumah sakit, sebelum di bawa ke rumah duka,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Suci Surya Dewi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks