HeadlineTrending

Sudirman Said Mengungkapkan Potensi Pembentukan Koalisi Besar dalam Pemerintahan

Loading

Akurasi, Nasional. Jakarta, 4 Maret 2024. Sudirman Said, salah satu tokoh politik dan Co-Captain Timnas Anies-Muhaimin (AMIN), telah mengungkapkan bahwa ia mendengar adanya wacana pembentukan koalisi besar yang akan melibatkan hampir semua partai politik dalam jangka panjang. Ungkapan ini disampaikan dalam sebuah diskusi yang digelar oleh Desantara Foundation di Bilangan Blok M, Jakarta Selatan, pada Sabtu (2/3).

Dalam pernyataannya, Sudirman menyebutkan bahwa ia telah mendengar “bisik-bisik” mengenai rencana untuk memasukkan semua partai politik ke dalam satu koalisi besar yang permanen, dengan hanya satu atau dua partai yang ditinggalkan di luar koalisi tersebut. Meskipun demikian, ia tidak menjelaskan secara rinci siapa yang berencana untuk melaksanakan langkah tersebut.

Pernyataan Sudirman ini mencuat dalam konteks dinamika politik pasca-Pemilu 2024, di mana hasil pemilihan umum telah menimbulkan berbagai spekulasi mengenai pembentukan pemerintahan yang baru. Dalam suasana politik yang belum menentu, upaya untuk membentuk koalisi besar menjadi sorotan utama, karena hal ini berpotensi mengubah lanskap politik nasional secara signifikan.

Baca Juga  KSPI Cap Ida Fauziyah Menteri Terburuk, Ini Daftar Kebijakan Kontroversialnya

Menanggapi wacana tersebut, Sudirman mengungkapkan keprihatinannya terhadap dampak negatif yang mungkin ditimbulkannya terhadap demokrasi Indonesia. Ia menekankan pentingnya menjaga pluralitas politik dan memastikan bahwa setiap partai politik memiliki peran yang seimbang dalam sistem politik negara.

Jasa SMK3 dan ISO

“Jangan heran kalau aparat keamanan tidak netral, jangan heran kalau KPU-nya tidak netral, jangan heran kalau Bawaslu-nya tidak berfungsi, jangan heran kalau MK-nya nanti berpihak pada satu paslon,” ucap Sudirman, menyoroti potensi penurunan netralitas lembaga-lembaga terkait dalam menghadapi proses politik yang kompleks.

Baca Juga  Harga Tiket Pesawat Melonjak, Irwan Fecho minta Pemerintah Intervensi

Sudirman juga menilai bahwa pembentukan koalisi besar dalam pemerintahan dapat menjadi penyebab terjadinya ketidakseimbangan kekuasaan di antara partai politik. Ia mengingatkan bahwa keberadaan oposisi yang kuat merupakan salah satu pilar penting dalam sistem demokrasi, yang dapat berperan sebagai kontrol terhadap pemerintah dan menjaga keseimbangan kekuasaan.

“Satu, dua pindah barangkali oke. Tapi kalau niatnya mengkooptasi hampir seluruh partai kemudian menjadi kekuatan besar, apalagi dengan niat-niat buruk, itu menurut saya bukan hal yang baik,” tegas Sudirman.

Sudirman juga menyampaikan keprihatinannya bahwa upaya tersebut dapat memperburuk kondisi politik dan sosial Indonesia. Ia menegaskan bahwa solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi bangsa haruslah dicari melalui dialog, konsensus, dan kompromi yang melibatkan semua pihak yang terlibat dalam proses politik.

Baca Juga  Ini Nama Fraksi PKB-Hanura di Karang Paci

Dalam perkembangan politik selanjutnya, peran dan respons partai politik terhadap wacana pembentukan koalisi besar akan menjadi perhatian utama. Apakah partai-partai politik akan bersikap kooperatif atau menentang upaya tersebut, hal ini akan mempengaruhi arah dan stabilitas politik negara dalam waktu yang akan datang.

Sementara itu, masyarakat sipil dan pengamat politik juga diharapkan untuk terus mengawasi dan mengkritisi proses politik yang berlangsung, guna memastikan bahwa kepentingan masyarakat diprioritaskan dalam setiap keputusan yang diambil oleh para pemimpin dan partai politik.(*)

Editor: Ani

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button