HeadlineTrending

Tak Sadar Pintu Terbuka, Ini Kronologi Balita Tenggelam di Sungai 

Loading

Kota Bontang dikagetkan dengan peristiwa balita tenggelam di sungai depan rumahnya. Berikut kronologi balita tenggelam di sungai menurut ibu korban (NY).

Kaltim.akurasi.id, Bontang – Balita perempuan usia 1 tahun 10 bulan, ditemukan tak bernyawa akibat tenggelam di sungai depan rumahnya di Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat, Jumat (16/02/2024) pukul 16.30 Wita.

Saat ditemui dirumah duka, ibu dari balita kelahiran 6 April 2022 itu, menceritakan kejadian nahas yang menimpa anaknya tersebut. Katanya, insiden terjadi saat korban telah selesai mandi sore bersama sang ibu.

Biasanya, ibu korban (NY) lebih dulu memakai pakaian, baru selanjutnya memakaikan baju putrinya. Tetapi kali itu berbeda, di mana saat selesai mandi, korban lebih dulu dipakaikan baju.

Jasa SMK3 dan ISO

Setelah memakaikan anaknya baju di kamar, wanita berusia 32 tahun itu sempat mengatakan kepada buah hatinya untuk menunggu dan tidak kemana-mana.”Adek tunggu mami disini ya,” ucapnya sambil mengingat kejadian menyedihkan itu, dirumahnya, Sabtu (17/02/2024).

Baca Juga  Mereka yang Menjadi Korban Tabrakan Bus di Traffic Light RSUD Bontang

Mendengar ucapan ibunya, balita bernasib malang itu juga sempat mengiyakan perintah yang diberikan kepadanya. “Iya,” jawab balita itu dengan nada polosnya.

Tidak lama setelah dipakaikan baju, korban keluar dari kamar dan bermain di ruang tamu sendirian. NY mengaku, sempat mengecek keberadaan putrinya itu, tengah bermain mondar mandir di ruang tamu sambil sesekali mengendari mainan motor-motoran miliknya.

Setelah mengecek,dan memastikan balitanya dalam kondisi aman, ia kembali ke kamar melanjutkan kegiatan yang belum ia selesaikan. “Oh dia lagi main, yaudah saya lanjut pakai baju, pikir saya,” katanya.

Setelah ia selesai memakai baju, NY pun menyiapkan bedak dan sisir untuk korban, karna sebelumnya dia hanya memakaikan baju dan belum sempat menyisir rambut serta memakaikan bedak anaknya itu.

Rencananya ia juga akan mengikat rambut VPI. Kemudian, Ia meletakan perlengkapan balitanya itu di meja kamar, lalu berniat mencari putrinya. Akan tetapi, saat hendak didandani rupanya korban sudah tidak ada di ruang tamu. Dengan rasa bingung ia pun segera mencari anaknya keluar rumah, saat menyadari bahwa pintu rumahnya ternyata terbuka lebar.

Baca Juga  Pemprov Masih Godok Payung Hukum Santunan Rp10 Juta Ahli Waris Korban Covid-19

NY mengaku awalnya ia tidak menyadari kalau pintu rumahnya terbuka, tapi ia yakin pagar kecil diteras rumahnya itu harusnya tertutup, sebab ia juga mengantisipasi jika anaknya keluar saat tidak ada yang melihat.

Putrinya itu juga diketahui tidak pernah bermain diluar rumah sendirian, kecuali ada sang kakak laki-lakinya yang menemani, atau rumah dalam kondisi ramai. “Sempat mikir apa dia pergi sama seseorang,” tuturnya.

Saat mencari di luar, NY sempat bertanya kepada mertuanya yang tinggal persis di samping rumah, mengenai keberadaan putrinya itu. Kebetulan, ibu mertuanya tengah berada didepan rumah dan hendak menutup pintu.

“Bu anaku ada di situ?” tanya NY. Namun, nenek korban itu rupanya juga tidak mengetahui keberadaan cucunya. Hal itu pun, semakin membuat panik NY, dan kembali mencari anaknya ke seluruh area di dekat rumah, dengan harapan segera menemukan VPI.

Ia mengecek kembali kolong-kolong meja di rumahnya, mana tau anaknya itu tengah bermain. Tapi korban rupanya tidak ada di dalam rumah.”Saya liat orang lagi bersihkan rumput juga saya datangi, takutnya dia main kesana, sempat,mau cari kejalan raya, tau aja dia ngikutin orang,” ujarnya.

Baca Juga  Nekat Berbuat Asusila, Petinju Ini Terancam Mendekap di Hotel Prodeo

Setelah beberapa menit mencari dan di bantu oleh sang mertua, ia semakin panik karna putrinya itu tidak kunjung ditemukan. Beberapa menit kemudian, nenek VPI baru menyadari rupanya cucunya itu berada di bawah jembatan sungai sedalam 1,5 meter, tepat berada di depan rumahnya. “Itu loh anakmu nak,” ucapnya kepada NY.

Ibu korban pun kaget dan tidak menyangka, sebab ia merasa tadi sudah sempat melewati jembatan sepanjang hampir 3 meter itu, dan tidak menyadari putrinya berada di bawah dalam kondisi terapung dengan posisi tengkurap.

Ia pun segera melarikan putri kesayangannya itu ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Taman Husada Bontang. Kabid Pelayanan Medik dan Pengendalian RSUD Tri Ratna Paramitha mengatakan saat korban datang sudah dalam kondisi tidak sadar dan sudah tidak ada detak jantung . VPI akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 17.57 Wita. Korban pun lalu dimakamkan di daerah Kilometer (KM) 4. (*)

Penulis: Nuraini
Editor: Redaksi Akurasi.id

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button