HeadlineHukum & Kriminal

Tragedi Pernikahan di Lampung Tengah: Anggota DPRD Tembak Warga hingga Tewas, Polisi dan Kuasa Hukum Beri Penjelasan

Korban Langsung Tewas di Lokasi Kejadian dengan Kondisi Berlumuran Darah

Loading

Lampung,  Akurasi.id – Sebuah peristiwa tragis terjadi di Dusun 1 Mataram Ilir, Kecamatan Seputih Surabaya, Lampung Tengah, pada Sabtu pagi, 6 Juli 2024. Seorang warga bernama Salam tewas seketika akibat tertembak di bagian kepalanya saat mengikuti prosesi pernikahan warga setempat. Peristiwa ini melibatkan anggota DPRD Lampung Tengah, Muhammad Saleh Mukadam (MSM), yang hadir dalam acara tersebut.

Kapolres Lampung Tengah, AKBP Andik Purnomo Sigit, menjelaskan bahwa Mukadam hadir sebagai tokoh masyarakat untuk melepaskan tembakan dalam tradisi pernikahan tersebut. Namun, insiden tak terduga terjadi ketika pistol milik Mukadam meletus dan mengarah ke korban. “Pistol milik anggota DPRD Lampung Tengah tersebut meletus saat pesta pernikahan penyambutan besan di rumah Aliudin Dusun 1 Mataram Ilir. Timah panas dari senjata api tersebut menembus kepala korban yang duduk di dekat parit,” ujar Andik dalam keterangannya kepada media pada Minggu, 7 Juli 2024.

Baca Juga  Menguak Sosok Thomas Matthew Crooks Pelaku Penembakan di Kampanye Donald Trump

Korban, Salam, langsung tewas di lokasi kejadian dengan kondisi berlumuran darah. Kepolisian setempat segera menyita senjata api yang digunakan dalam insiden tersebut, termasuk beberapa senjata lainnya yang dimiliki oleh Mukadam. Barang bukti yang disita antara lain satu pucuk senpi jenis Zoraki MOD 914-T, satu pucuk senpi laras panjang FNC Belgia, satu pucuk senpi HS, dan satu pucuk senpi Revolver Cobra, beserta beberapa magazine dan selongsong amunisi.

Kuasa hukum Mukadam, Dedi Wijaya, menyebutkan bahwa penggunaan senjata api dalam acara pernikahan merupakan tradisi yang lumrah di daerah tersebut. “Di sini saya akan menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi di acara pernikahan adik ipar tersangka. Jadi, biasalah kalau orang Lampung ini ada letusan-letusan ada senjata api,” kata Dedi. Dedi juga menegaskan bahwa peristiwa ini tidak disengaja dan Mukadam telah mengakui kelalaiannya. “Ini sama sekali tidak ada unsur kesengajaan. Klien kami sudah meminta maaf secara pribadi kepada keluarga korban dan bersedia bertanggung jawab mengganti rugi terhadap anak dan istri korban,” tambahnya.

Baca Juga  Drama Penembakan Menimpa Tokoh Masyarakat Relawan Prabowo: Dua Peluru Menyasar Punggung dan Paha
Jasa SMK3 dan ISO

Namun, penjelasan ini tidak mengubah fakta bahwa Mukadam harus menghadapi proses hukum. Dia telah ditetapkan sebagai tersangka dan dikenai Pasal 359 ayat 1 KUHPidana tentang kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang serta Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api dengan ancaman penjara hingga 20 tahun.

Polda Lampung kini menarik kasus ini untuk penyelidikan lebih lanjut, terutama terkait kepemilikan senjata api ilegal oleh Mukadam. Kabid Humas Polda Lampung, Kombes. Pol. Umi Fadilah Astutik, menjelaskan bahwa penyidik masih mendalami pemasok senjata api ilegal tersebut. “Betul, semua senpi ilegal,” jelas Umi. “Kami masih melakukan penyidikan lebih lanjut dan saat ini kasus tersebut sudah ditangani Polda,” tambahnya.

Keluarga korban Salam masih berada dalam kondisi trauma pasca kejadian ini. Polisi dari Polres Lampung Tengah telah mendatangi rumah korban untuk memberikan dukungan dan memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur.

Baca Juga  Mungkinkah Polusi Udara Jakarta Disebabkan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara?

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian dalam penggunaan senjata api, terutama dalam tradisi dan acara masyarakat. Kejadian ini juga menyoroti pentingnya penegakan hukum yang tegas terhadap kepemilikan senjata api ilegal demi mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.(*)

Penulis: Ani
Editor: Ani

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Back to top button