Advetorial

Hetifah Sjaifudian Dukung Gerakan Literasi di Kaltim

Hetifah Sjaifudian Dukung Gerakan Literasi di Kaltim
Anggota DPR RI Hetifah Sjaifudian sedang menyampaikan gagasannya tentang pengembangan budaya membaca dan menulis di Kaltim. (Ufqil Mubin/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Anggota DPR RI daerah pemilihan Kalimantan Timur (Kaltim) Hetifah Sjaifudian mendukung gerakan literasi di Kaltim. Hal itu disampaikan politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu di acara Safari Gerakan Nasional Pembudayaan Kegemaran Membaca di Provinsi dan Kabupaten, di Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda, Selasa (19/3/19).

Kata dia, dalam beberapa tahun terakhir, budaya membaca dan menulis di Kaltim semakin meningkat. Terbukti dengan munculnya beragam komunitas yang dengan sukarela mengajak masyarakat meningkatkan minat membaca dan menulis.

“Komunitas-komunitas literasi itu menjamur di Kaltim. Sekarang tugas kami di pemerintahan dan DPR RI memfasilitasinya. Inisiatif, prakarsa, dan partisipasi sudah muncul. Bagaimana cara mendukungnya saja yang harus diusahakan,” ucapnya.

Hetifah Sjaifudian Dukung Gerakan Literasi di Kaltim
Hetifah (dua dari kiri) bersama sejumlah pemateri sedang berbicara di hadapan ratusan peserta di acara Safari Gerakan Nasional Pembudayaan Kegemaran Membaca. (Ufqil Mubin/Akurasi.id)

Gerakan literasi harus dikembangkan di perdesaan, kecamatan, hingga perkotaan. Dia akan terus mendukung pemerintah dan masyarakat yang bergerak di bidang tersebut.

“Saya selalu bersedia mendukung itu. Kalau di pusat, suara untuk Kaltim selalu saya kedepankan. Beberapa tahun ini, itu yang selalu saya perjuangkan,” jelasnya.

Wakil rakyat yang dipercaya sebagai pimpinan Komisi X DPR RI itu mengatakan, keberadaan perpustakaan sekolah dapat mendukung gerakan tersebut. Sejauh ini, di seluruh sekolah di Kaltim, sudah 10 persen sekolah yang memiliki perpustakaan yang menyediakan beragam koleksi buku.

Hetifah Sjaifudian Dukung Gerakan Literasi di Kaltim
Hetifah (empat dari kiri) bersama Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang dan sejumlah pejabat di Kaltim. (Ufqil Mubin/Akurasi.id)

“Perpustakaan perguruan tinggi juga bisa mendukung gerakan literasi itu. Tetapi perlu dibenahi. Perpustakaan perguruan tinggi ini perlu didukung (pemerintah),” imbuhnya.

Pada 2019, pemerintah pusat sudah menggelontorkan dana alokasi khusus (DAK) untuk peningkatan koleksi buku dan komputer. Tahun ini, ada empat kabupaten/kota di Kaltim yang mendapatkan anggaran tersebut.

“Hibah buku itu juga program yang bagus. Kayaknya tahun ini dalam proses lelang. Kemudian ada pembangunan perpustakaan daerah. Saya akan selalu mendukung progam ini,” tegasnya. (*)

Penulis: Ufqil Mubin
Editor: Ufqil Mubin

5/5 (1 Review)

Tags

Tinggalkan Komentar!

avatar

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close