Advetorial

Hijaukan Malahing, Pupuk Kaltim Transfer Ilmu Bercocok Tanam di Atas Air

Hijaukan Melahing, Pupuk Kaltim Transfer Ilmu Bercocok Tanam di Atas Air
Narasumber memperagakan bagaimana cara bercocok tanam menggunakan polybag yang baik. (Humas Pupuk Kaltim for Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Program Better Living ini Malahing PT Pupuk Kalimantan Timur masih terus berlanjut. Kali ini Pupuk Kaltim menyentuh bidang lingkungan, dengan mengadakan sosialisasi pembibitan tanaman penghijauan pada warga Malahing, Selasa (26/2) kemarin, di Balai Pertemuan Umum (BPU) Malahing.

Irma Safni, PIC Better Living in Malahing menjelaskan, sosialisasi ini diadakan untuk mentransfer ilmu mengenai cara pembibitan tanaman pada warga Malahing. Beragam tanaman diajarkan cara menanamnya. Mulai dari jenis sayuran seperti bayam, kangkung, sawi, hingga pembibitan tanaman menjalar seperti melati belanda dan markisa.

“Tujuannya cuma satu, kami harap agar Malahing yang dulunya tandus dapat menjadi kampung yang asri nan hijau,” tegasnya.

Dikatakannya, selain sosialisasi warga juga diberdayakan melalui proses tata cara pembibitan yang benar hingga pemeliharaannya. Juga melibatkan warga dalam sistem pembagian jadwal, bagaimana perawatannya secara benar sehingga program penghijauan di Malahing berjalan baik.

Ditambahkannya, kegiatan penghijauan lingkungan ini sebenarnya sudah diadakan sejak 2017 lalu. Tidak hanya penanaman saja, tetapi juga diajarkan bagaimana pembuatan pupuk kompos. Pupuk Kaltim memberdayakan warga agar sampah-sampah organik dapat dikelola jadi pupuk.

“Jangan lagi cari pupuk jauh-jauh beli di darat. Tetapi bisa memanfaatkan dari hasil buatan sendiri,” imbuhnya.

Hijaukan Melahing, Pupuk Kaltim Transfer Ilmu Bercocok Tanam di Atas Air
Narasumber mengecek kondisi hidroponik warga. Serta memberi masukan dari kendala yang dihadapi. (Humas Pupuk Kaltim for Akurasi.id)

Sementara itu, salahsatu narasumber sosialisasi, Haryo Pambudi menambahkan, bahwa materi yang disampaikan sifatnya umum. Bagaimana cara melakukan pembibitan tanaman sayur yang baik.

Dijelaskannya, struktur Kampung Malahing di atas laut, sehingga untuk menggunakan media tanah dan air dalam pembibitan dan penanaman agak susah. Caranya harus menggunakan materi tanah tetapi sedikit saja, yaitu ditaruh dalam wadah kecil polybag. Tanaman juga dipilihkan yang memiliki masa panen cepat. Sekira 21 hari. Seperti kangkung, bayam, dan sawi.

“Kangkung dalam 1 polybag bisa 40 hingga 30 tanaman. Bisa hemat tanah,” jelasnya.

Selain itu, pria yang bekerja di Bagian Lab Kultur Jaringan Departemen Reset Terapan PT Pupuk Kalimantan Timur ini juga mengajarkan bercocok tanam dengan cara hidroponik. Dengan cara hidroponik juga tidak memerlukan air dalam jumlah banyak. Cukup dengan mengandalkan air hujan. Karena airnya dapat tertampung lama di pipa hidroponik tersebut. Hanya tinggal menambahkan sedikit-sedikit kalau berkurang.

“Ke depannya diharapkan bisa beralih ke hidroponik. Cukup dengan media air tak perlu tanah lagi. Paling pake air hujan saja. Semoga bisa bermanfaat untuk warga. Biar kalau warga ingin masak sayur bisa langsung ambil dari hasil tanam, tak perlu lagi ke darat,” pungkasnya. (adv)

Penulis: Yusva Alam
Editor: Yusva Alam

5/5 (4 Reviews)
Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar!

avatar
Back to top button
Close
Close