Isu TerkiniKesehatan

Hoax Makan Telur Rebus Tengah Malam di Musim Covid-19, Ini Manfaat Sebenarnya

makan tengah malam
ilustrasi telur. (internet)

Akurasi.id, Bontang – Musim pandemi virus korona, jagat dunia maya dihebohkan dengan beredarnya informasi bahwa telur dapat menangkal berbagai penyakit jika dimakan tengah malam, Kamis (26/3/20). Berawal dari video bayi ‘berbicara’ di Facebook dapat dipastikan kabar tersebut hoax.

baca juga: Beginilah Cara Tepat Mengelola Marah yang Baik

Kronologisnya, video yang beredar memperlihatkan seorang bayi baru lahir yang menangis. Namun ada kejanggalan pada mulut bayi tersebut lantaran bentuk bibirnya seperti orang dewasa dan memiliki gigi. Dalam video itu setelah empeng atau dot dilepas dari mulut, lalu bayi mulai berbicara.

“Mama telur mama telur jangan lupa jam 12 tengah malam, mama telur telur telur rebus, jangan lupa telur rebus satu orang satu, telur rebus ya mama jangan lupa mama,” begitu ucapnya.

Rupanya ada saja yang mempercayai video tersebut. Irma Zara misalnya. Dalam komentar di Facebook Bontang Terkini dia mengaku mendapat telepon dari orang tuanya dan menyuruhnya makan telur rebus tengah malam.

“Mamakku nelpon jam 1 malam karena ini (makan telur rebus, Red.) Astaghfirullah smoga segera ketangkap (penyebar hoax) #geram,” tulisnya.

Begitu juga status Diah Marshela yang menuliskan dirinya kaget lantaran tengah malam mendapat panggilan masuk sehingga membuatnya pusing.

“Pusing kpla gr2 kagett,, di tlpn mlm2 krain ad ap soalx sy trauma klw dgr suara hp mlm2 trnyt di sruh mkn telur rebus, ada2 aj,” kata Diah dalam akun Facebooknya.

Meski begitu, banyak yang tidak mempercayai kabar hoax tersebut. Salah satunya pemilik akun Abu Khaffa. Dia menuliskan kalimat imbauan agar tidak mempercayai kabar tersebut.

“Disaat Genting Seperti Masa Saat Ini TAUHID Harus Senantiasa DiPERKOKOH Agar Tidak Mudah Tertipu Dengan Telur Rebus. Negriku krisis aqidah. Masi ada yg prcaya? Allahu mustaan. Allahu yahdikum,” tulisnya.

makan tengah malam
Ilustrasi. (internet)

Ini Manfaat Telur Rebus Sesungguhnya

Ada banyak cara untuk mengolah telur. Setiap cara pengolahan telur menawarkan manfaat kesehatan yang berbeda untuk tubuh. Merebus telur adalah salah satu cara untuk mendapatkan manfaat optimal telur.

Dilansir CNN Indonesia, telur rebus merupakan hasil pematangan yang tak terkontaminasi dengan zat lain yang berbahaya seperti minyak saat telur digoreng. Berikut manfaat telur rebus untuk kesehatan.

  1. Mata
    Telur rebus mengandung lutein dan zeaxanthin, paling banyak dibanding jenis makanan lain. Dua nutrisi ini baik mata karena dapat mencegah degenerasi pada makula. Mengonsumsi telur juga dapat menurunkan risiko katarak.
  2. Otak 
    Telur baik untuk fungsi dan kinerja otak. Telur rebus mengandung kolin, nutrisi yang mengatur otak, sistem saraf, dan kesehatan katdiovaskular. Kolin bakal menjaga struktur otak, yang membantu menyampaikan pesan dari otak ke saraf dan otot. Pada ibu hamil, telur dapat membantu perkembangan otak janin dan mencegah cacat lahir.3. Rambut dan kuku
    Manfaat telur juga dapat menyasar sel-sel kecil di tubuh seperti rambut dan kuku. Telur mengandung sulfur yang tinggi dan merupakan sumber vitamin D, mineral dan antioksidan. Dikutip dari situs kesehatan Live Strong, kandungan ini membantu menumbuhkan rambut dan kuku yang sehat.

    4. Tulang
    Vitamin D dalam telur rebus dapat membuat tulang dan gigi kuat. Selain itu meningkatkan penyerapan kalsium dan mengatur kadar kalisum dalam darah. Proses ini memastikan kerangka tulang mendapatkan kalsium yang dibutuhkan. Dikutip dari Healthy Eating, setiap hari dibutuhkan 600 unit vitamin. Dalam satu telur rebus, terkandung 45 unit vitamin D.

  3. Jantung
    Telur rebus menghasilkan lemak baik atau lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda. Lemak ini dapat menstabilkan kadar kolesterol darah sehingga menurunkan risiko penyakit jantung. Lemak sehat ini juga mengatur insulin di dalam darah dalam batas yang sehat, terutama pada orang dengan diabetes tipe 2. (*)

Penulis/Editor: Suci Surya Dewi


Tags
Show More

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close