Hard News

Imbas Corona, Lang-Lang Bontang Ditutup, Pedagang: Kami Makan Apa?

lang-lang
Para pedagang di area Lang-Lang mengeluhkan surat edaran penutupan. Karena jadi mata pencaharian satu-satunya. (Yusva Alam/Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang –  Para pedagang makanan dan minuman di area Stadion Bessai Berinta atau Lang-Lang berharap solusi terkait surat edaran dari Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Bontang yang menutup seluruh fasilitas sarana dan prasarana olahraga di Kota Taman -sebutan Bontang. Pasalnya, usaha mereka di area Lang-Lang itu merupakan mata pencaharian satu-satunya.

baca juga: Awal Mula 3 Pasien Positif Corona Asal Kaltim Berawal saat Bepergian ke Bogor, Satu Pasien Ada yang Sempat ke Kutim

Seperti dikeluhkan Bahtiar, Pemilik Kafe Rahmat. Ia sangat mengharap Disporapar dapat membantu memecahkan masalah ‘piring nasi’ pedagang pasca perintah penutupan tersebut dikeluarkan. Lantaran dirinya termasuk pedagang yang hanya mengandalkan berjualan makanan dan minuman di area itu untuk kehidupan sehari-hari.

“Kalau ditutup bagaimana dengan kebutuhan hidup kami. Belum lagi bayar cicilan,” keluhnya.

Dirinya pun beralasan surat edaran tersebut tidak kuat dalam memerintahkan penutupan. Lantaran terdapat beberapa poin yang janggal menurutnya. Sehingga tak mampu menguatkan perintah penutupan.

Pertama, surat edaran tersebut didasarkan pada surat edaran Wali Kota Bontang nomor 188.65/472/DINKES/2020 tentang pencegahan penyebaran corona virus disease (covid-19). Menurutnya, di surat tersebut tidak ada wali kota menyebutkan penutupan hanya imbauan.

“Wali kota saja tidak memerintahkan menutup hanya mengimbau. Kenapa Disporapar melakukan penutupan,” ungkapnya saat ditemui Akurasi.id Rabu, (18/3/20).

Alasan kedua, tembusan dari surat edaran Disporapar tersebut juga tidak menujukan ke pihak terkait seperti kepolisian maupun DPRD Bontang. Sehingga baginya, tidak kuat untuk mengeluarkan keputusan menutup.

“Seharusnya kalau kami dilarang berjualan, pedagang-pedagang lain di seluruh Bontang ini juga harus ditutup. Karena ini bukan hanya wabah lokal tetapi sudah jadi wabah dunia,” bebernya.

Namun begitu Ia mengaku hanya bisa pasrah jika Disporapar benar-benar melakukan penutupan. Karena dirinya dan pedagang lain di area itu juga tidak bisa berbuat apa-apa. Yang jelas para pedagang di area Lang-Lang membutuhkan solusi untuk menghidupi dapur mereka sehari-hari.

“Waktu penutupan 14 hari itu lama. Kalau diperpanjang terus kami makan apa,” sambatnya.

Keluh kesah itu juga diungkapkan Ike Suhartini, Pemilik Kedai Ike. Ia juga mengaku tidak bisa berbuat apa-apa jika Disporapar sebagai pihak yang berwenang akan area tersebut menutup. Namun secara hitungan ekonomi dirinya mengaku menolak surat edaran tersebut. Karena berjualan makanan dan minuman di kawasan olahraga tersebut merupakan mata pencaharian satu-satunya.

“Kami tidak punya pekerjaan lain. Kami hanya berharap solusi,” keluh Ike.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

Sampai Rabu kemarin para pedagang ini mengaku belum mendapat fisik dari surat edaran tersebut. Mereka hanya mendapatkan pemberitahuan tersebut melalui grup WhatsApp. Yang mengumumkan, mulai Kamis (19/03/2020) ini komplek olahraga Lang-Lang ditutup termasuk para pedagang yang berjualan.

“Biasanya kalau ada pemberitahuan apapun kami mendapatkan fisik surat edaran itu. Tapi kami belum juga dapat sampai Rabu sore ini,” sebut Bahtiar.

Sampai berita ini diturunkan, Kepala Disporapar Bontang, Bambang Cipto Mulyono belum bisa dimintai konfirmasi oleh Akurasi.id. Kami sudah berupaya menelepon namun tidak diangkat. Kemudian menghubungi via chat WhatsApp juga hanya dibaca namun tidak dibalas. (*)

Penulis: Yusva Alam
Editor: Dirhanuddin



Tags
Show More

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close