Isu Terkini

Ingat, Mulai Maret Ini, PLN Tak Lagi Kirim Petugas Pencatat Meter, Ini Sebabnya

PLN Maret
PLN sudah tidak lagi mengirimkan petugas pencatat meteran listrik ke rumah-rumah. (Ilustrasi)

Akurasi.id, Bontang – Beredar sebuah iklan digital yang mengabarkan terkait sistem baru pembayaran listrik sejak Maret 2020 ini. Yaitu pembayaran listrik dengan cara menghitung rata-rata pemakaian KWH 3 bulan terakhir. Iklan tersebut mengatasnamakan PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bontang Kota.

baca juga: Polisi Gagalkan Peredaran Sabu 9,7 Kilo Asal Malaysia, Para Tersangka Dijanjikan Upah Rp10 Juta

Warga Bontang pun bertanya-tanya kevalidan informasi dari iklan tersebut. Benar atau tidaknya. Seperti Zulkifli salah satunya. Warga Berbas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan tersebut memforward iklan itu di salah satu grup WhatsApp setelah mendapatkannya dari salah seorang teman kerjanya. Ia meragukan informasi tersebut. “Info A1 kah ini,” tanya dia.

Ia meragukan iklan tersebut lantaran seringnya kabar hoaks yang beredar di jagat dunia maya. Karena itu ia menanyakan keabsahannya kepada rekan-rekan lainnya di grup WhatsApp yang ia ikuti.

pln maret
Iklan yang beredar dari PLN ULP Kota Bontang. Menginformasikan sistem baru pembayaran listrik. (Istimewa)

Terkait itu, Akurasi.id kemudian mencoba mencari tahu kebenaran informasi tersebut. Salah satunya dengan menanyakan langsung kepada Manajer Unit Pelaksana Pelayanan (UP3) PLN Bontang, Alimudin.

Kepada media ini, Alimudin membenarkan kabar yang beredar, bahwa pembayaran listrik terhitung Maret yang dilaksanakan April mendatang menggunakan sistem baru. Yaitu pembacaan meter KWH dilakukan dengan menghitung besaran rata-rata pemakaian selama 3 bulan terakhir.

Dijelaskannya, untuk pembayaran Maret 2020 nanti PLN akan melihat rata-rata pemakaian KWH pelanggan 3 bulan terakhir, yaitu sejak Desember 2019, Januari, dan Februari 2020. Setelah diketahui pemakaian listrik pada 3 bulan tersebut, lalu dihitung rata-ratanya. Maka jumlah tersebut yang harus dibayarkan.

“Apabila PLN dalam penghitungan rata-rata 3 bulan itu lebih kecil dari seharusnya, maka kelebihannya akan dimasukkan dalam bulan berikutnya,” jelas Alimudin saat dihubungi Akurasi.id melalui sambungan telepon.

Kebijakan ini merupakan kebijakan yang dikeluarkan oleh Direktur Pelayanan PLN Pusat. Untuk mengikuti imbauan pemerintah terkait pencegahan wabah corona dengan cara pembatasan fisik atau menjaga jarak fisik (physical distancing).

Maka dari itu para petugas catat meter tidak lagi mendatangi rumah pelanggan. “Apabila situasi mulai membaik, pecatatan meter kembali normal,” imbuhnya. (*)

Penulis: Yusva Alam
Editor: Dirhanuddin



Tags
Show More

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close