Isu TerkiniPolitik

Ingin Pensiun Jadi Politikus, Mahyudin: Saya Mau Jadi Mentor untuk Anak Muda Kutim

mahyudin
Wakil Ketua DPD RI Mahyudin saat berbagi cerita dengan para anak muda Kutim di kediamannya di Sangatta. (Dirhan/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Sudah hampir 24 tahun Mahyudin merintis karier sebagai seorang politisi. Dari mengawali sebagai seorang wakil sekretaris Komisariat Kecamatan Partai Golkar Sangatta hingga kini bertengger sebagai wakil ketua DPD RI saat ini.

baca juga: Namanya Didorong Jadi Calon  Bupati Berau, Syarifa: Semua Tergantung Restu Partai

Dalam masa-masa merintis karier hingga duduk di kursi pimpinan legislator, jabatan seperti wakil ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), wakil bupati, dan bupati Kutim sudah pernah dia jabat.

Tidak sampai di situ, Mahyudin juga pernah duduk sebagai anggota Komisi VII DPR RI. Yang tidak kalah membanggakan, semasa menjadi anggota DPR RI, Mahyudin mencetak sejarah gemilang dengan berhasil duduk sebagai wakil ketua MPR RI.

Munculnya nama Mahyudin dalam kursi pimpinan MPR RI, menjadi sejarah tersendiri bagi dia dan bahkan masyarakat Kaltim. Karena hingga sejauh ini, Mahyudin menjadi satu-satunya putra Tanah Benua Etam -sebutan Kaltim- yang sukses duduk di kursi pimpinan MPR RI.

Jalan panjang merintis karier politik itu ternyata tidak membuat Mahyudin lupa diri. Pada saat berbincang-bincang dengan para anak muda di Kutim, Rabu (19/2/20) malam, Mahyudin menyampaikan satu pernyataan yang cukup mengejutkan.

Kepada para anak muda Kutim yang hadir di kediamannya di Jalan Soekarno-Hatta, Sangatta, Mahyudin menyampaikan, kalau dia ingin berhenti atau pensiun menjadi seorang politisi. Bahkan pada 2024 mendatang, dia tidak ingin lagi maju sebagai anggota legislatif.

“Pada 2024 mendatang, saya tidak ingin maju untuk caleg (calon legislatif) lagi. Saya ingin sudah ingin pensiun,” katanya dalam acara bincang santai dengan para anak muda Kutim.

Di balik keinginannya untuk pensiun sebagai seorang politisi dan anggota legislatif, Mahyudin berkeinginan mengabdikan sisa usianya untuk mendidik anak-anak muda Kutim. Dia ingin mengajarkan anak muda menggapai mimpi mereka.

“Saya ingin jadi mentor bagi anak-anak muda Kutim, anak-anak muda Kaltim. Saya ingin mengabdikan diri untuk mendidik mereka,” tuturnya.

Di sisi lain, keputusan Mahyudin ingin berhenti sebagai seorang politikus, karena dia tidak ingin terjebak dalam hasrat politik yang seolah tidak berkesudahan. Menurutnya, di usia yang tidak lagi muda, dia hanya ingin menghabiskannya untuk beribadah kepada Tuhan.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

“Kesalahan politikus adalah tidak tahu untuk berhenti (sebagai politikus, sebagai anggota legislatif). Dan ketika politisi tidak tahu berhenti, biasanya di depan mereka sudah ada jurang yang menanti,” cakapnya.

Saat nanti telah pensiun, dia ingin mengajarkan anak-anak muda Kutim, Kaltim, menjadi politisi hebat. Politisi yang mampu memberikan perubahan bagi masyarakat yang mereka wakili.

“Anak-anak muda yang ingin menjadi seorang politisi yang hebat, yang mau maju anggota legislatif, Insyaallah, saya akan selalu siap menjadi mentor dan mengajarinya. Saya ingin mencetak anak muda Kutim menjadi orang hebat di nasional, menjadi para calon menteri, calon pemimpi hebat,” tandasnya. (*)

Penulis/Editor: Dirhanuddin

Tags
Show More

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close