Kesehatan

Inilah Penyebab Nyeri Punggung Bawah

Nyeri Punggung
Ilustrasi (net)

Oleh: dr. Muhammad Faisal, SpS, MM

Bontang, 8 Januari 2020

Akurasi.id, Bontang – Ketika pasien memasuki ruang praktek dan telah melakukan pemeriksaan berupa anamnesis dan pemeriksaaan fisik, pasien spontan bertanya, “Dok, jadi positif saya terkena low back pain?”

Pasien tersebut memang datang dengan keluhan low back pain (LBP) atau nyeri punggung bawah. LBP merupakan gejala untuk semua keluhan nyeri pada punggung bawah. Perbedaaannya adalah penyebab nyeri dan karakteristik nyerinya. Ketika pasien bertanya apakah positif LBP? Tentu jawabannya, ya. Namun untuk mencari tahu apa penyebabnya, perlu dilakukan pemeriksaaan lebih spesifik.

Baca Juga : Waspadai Bahayanya Makan Hati Ayam

Secara definisi, nyeri punggung bawah merupakan nyeri yang dirasakan di daerah punggung bawah, di antara sudut iga paling bawah dan sakrum (daerah tulang ekor). Nyeri dapat bersifat lokal (setempat) atau radikuler (menjalar) sepanjang tungkai melewati lutut sampai ke ujung kaki yang disebut iskhialgia.

Tulang punggung (vertebrae) manusia memiliki 33 ruas yang terdiri dari 7 ruas tulang leher, 12 ruang tulang torakal, 5 ruas tulang lumbal, 5 ruas tulang sakral, dan 4 ruas tulang koksigeus. Struktur utama dari tulang punggung adalah korpus (badan) vertebrae, diskus invertebralis (celah antar ruas), ligamen (jaringan pengikat) antara vertebra, medula spinalis (nerve atau saraf pusat) dan akar saraf (saraf tepi), persendian (joint), serta otot dan jaringan kulit. Tulang punggung berfungsi mempertahankan posisi tegak tubuh, menyanggah berat badan, fungsi pergerakan tubuh dan pelindung jaringan tubuh.

Penyebab nyeri punggung bawah dapat terjadi akibat gangguan pada salah satu atau lebih komponen penyusun tiang vertebrae yaitu korpus vertebare, diskus intervertebralis, ligamen, medula spinalis, nerve atau akar saraf, persendian maupun otot.

Berikut penyebab dari nyeri punggung bawah:

1. Kelainan kongenital (bawaan).

Seperti spina bifida di mana satu atau lebih ruas tulang lumbal dan sakral tidak menyatu. Dapat juga terjadi pada orang dengan bentuk tulang belakang abnormal. Seperti penderita kifosis, lordosis, maupun skoliosis yang seiring waktu akan menimbulkan nyeri punggung bawah.

2. Proses penuaan (degeneratif).

Akibat proses penuaan dapat terjadi penipisan diskus atau ruas antar tulang dan keluarnya material diskus yang disebut hernia nukleus pulposus (HNP). Selain itu akibat pergesekan ruas tulang dalam jangka waktu yang lama mengakibatkan terbentuknya pengapuran (spondilosis). Kerapuhan struktur tulang dan jaringan penyanggahnya mengakibatkan pergeseran dari struktur tulang (spondilolistesis).

3. Trauma.

Misalnya terjadi pada orang yang jatuh dari ketinggian atau melompat dari jarak cukup tinggi mengakibatkan keretakan tulang vertebra. Pada usia lanjut dengan osteoporosis (kepadatan tulang berkurang), cedera ringan saja dapat mengakibatkan keretakan tulang vertebra.

4. Gangguan mekanik (faktor pekerjaan) dan kebiasaan.

Ini merupakan penyebab terbanyak nyeri punggung bawah. Gerakan tulang punggung yang tiba-tiba dapat mengakibatkan ketegangan pada otot yang dapat mengakibatkan nyeri. Kesalahan posisi duduk dan berbaring dalam jangka waktu yang lama mengakibatkan nyeri pada tulang punggung. Bekerja pada getaran tinggi rentan terjadi nyeri punggung bawah. Bahkan kebiasaan mengangkat beban berat juga dapat mengakibatkan cedera pada punggung bawah.

5. Radang (inflamasi) dan infeksi.

Penyakit artritis rematoid, ankilosing spondilitis, dan spondilitis tuberkulosis. Ketiga penyakit tersebut dapat memengaruhi penyebab nyeri punggung bagiian bawah.

6. Tumor (neoplasma).

Pada tumor tumor vertebra maupun medula spinalis memberikan keluhan nyeri pinggang yang menetap dan memberat pada malam hari.

Faktor risiko nyeri punggung bawah meliputi :

1. Usia.
Semakin lanjut usia seseorang, maka nyeri punggung bawah semakin sering terjadi karena proses degenerasi.

2. Tingkat kebugaran.
Nyeri punggung bawah sering terjadi pada orang yang jarang berolah raga, yang mengakibatkan lemahnya otot punggung.

3. Makanan tinggi lemak dan karbohidrat.
Jenis makanan ini dapat mengakibatkan obesitas sehingga menambah beban pada punggung.

4. Ras dan keturunan.
Rupanya jenis penyakit nyeri punggung bawah ini juga berasal dari faktor keturunan.

5. Kebiasaan merokok.
Kebiasaan buruk ini ternyata juga dapat mengakibatkan gangguan suplai makanan ke diskus intervertebralis.

6. Faktor pekerjaan dan kebiasaan.
Kegiatan yang sering dilakukan seperti bekerja mengangkat beban berat dapat memengaruhi punggung bawah. Kebiasaan tidur serta duduk yang salah dan bekerja dengan paparan getaran tinggi juga menjadi faktor timbulnya nyeri punggung bawah.

Pemeriksaan Penunjang yang Perlu Dilakukan

Selain pemeriksaan fisik, diperlukan pemeriksaan penunjang lain atas indikasi nyeri punggung bawah. Yakni dengan melakukan foto rontgen polos (x-ray) untuk melihat kelainan pada tulang. Pemeriksaan magnetic resonsnce imaging (MRI) juga diperlukan untuk menilai struktur saraf. Pemeriksaan fungsi saraf dapat dilakukan menggunakan elektroneuromiografi (ENMG). Pemeriksaan laboratorium dilakukan pada kondisi khusus seperti adanya infeksi atau proses peradangan.

Penatalaksanaan nyeri punggung bawah dapat menggunakan berbagai macam pendekatan. Di antaranya modifikasi perilaku dan gaya hidup. Misalnya tidur dengan alas keras dan rata, duduk tegak dan bersandar, hindari angkat beban berat, hindari merokok, dan mengurangi berat badan. Hindari berkerja dengan paparan getaran yang tinggi.

Penyakit nyeri punggung bawah juga dapat dihindari dengan melakukan olah raga pilihan seperti berenang dan bersepeda. Kemudian melakukan terapi panas dan dingin, serta melakukan fisioterapi lain untuk mengurangi nyeri. Penggunaan penyanggah tulang (korset) digunakan seperlunya dan tidak digunakan secara rutin.

Mengonsumsi obat-obatan untuk mengatasi rasa nyeri dan peradangan, merelaksasi otot, dan suplementasi vitamin yang dibutuhkan sel saraf. Penderita juga mendapatkan tindakan intervensi nyeri. Tindakan operasi pada kasus tertentu seperti adanya keretakan tulang, kelainan bentuk tulang dan gangguan saraf yang berat. Terakhir dengan melakukan latihan relaksasi dan penguatan otot punggung bawah.

Demikian sekilas tentang nyeri punggung bawah. Untuk keluhan dan pemeriksaan secara detail, bisa berkonsultasi dengan petugas kesehatan masing-masing. (*)

Sekilas: dr. Muhammad Faisal, SpS, MM merupakan Dokter Spesialis Saraf di RS Pupuk Kaltim Bontang sejak 2012 silam. Dokter lulusan S1 Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini lulus sebagai dokter umum sejak 2006.

Faisal – sapaannya- lulus sebagai spesialis saraf sejak 2012 melalui program Pendidikan Dokter Spesialis Saraf, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Faisal juga menyelesaikan pendidikan S2 Magister Manajemen di Universitas Mulawarman Samarinda.

Editor: Suci Surya Dewi

Leave a Reply

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    Ok No thanks