Isu Terkini

Angka Perceraian Meningkat, 2020 Tercatat Ada 428 Janda dan Duda Baru di Kota Bontang

Angka Perceraian Meningkat, 2020 Tercatat Ada 428 Janda dan Duda Baru di Kota Bontang
Pengadilan Agama Kelas II Bontang mengungkapkan angka kasus perceraian di daerah itu sepanjang 2020 mencapai 428 kasus. (Ilustrasi)

Angka perceraian meningkat, 2020 tercatat ada 428 janda dan duda baru di Kota Bontang. Berdasarkan data Pengadilan Agama Bontang, tercatat kebanyakan di antara penggugat dalam perkara perceraian itu adalah dari kalangan perempuan.

Akurasi.id, Bontang – Jumlah janda dan duda di Kota Bontang sepanjang tahun 2020 tampaknya semakin banyak. Musababnya, karena angka kasus perceraian di daerah tersebut di tahun ini ternyata cukup tinggi.

Berdasarkan catatan kantor Pengadilan Agama Kelas II Bontang, sepanjang warsa 2020, diketahui ada sebanyak 428 perkara gugatan perceraian yang masuk di lembaga tersebut. Dalih atas gugatan sarak itu pun terbilang cukup beragam, dari dalil perselingkuhan, ekonomi, hingga kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Baca Juga  Diklaim Turunkan 80 Persen Kasus Covid, Ini Aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Jilid 4

Namun kebanyakan dari argumentasi yang diajukan sejumlah pasangan sehingga mengajukan permohonan perceraian, diduga karena adanya orang ketiga dalam bahtera rumah tangga yang mereka bangun. Di mana ini, memang menjadi faktor umum yang menegahi kasus perceraian di banyak daerah.

Panitra Muda Hukum Pengadilan Agama Kelas II Bontang Haerul Aslam menuturkan, ada 2 jenis perkara perceraian yang biasa ditangani oleh pihaknya, yakni cerai talak. Dalam kasus ini, yang mengajukan permohonan perceraian adalah dari pihak laki-laki.

“Artinya, laki-laki sebagai pemohon dan pihak perempuan sebagai termohon. Untuk permohonan cerai talak, tercatat ada sebanyak 119 perkara yang terhitung sejak Januari hingga Desember 2020,” ungkap dia saat disambangi wartawan media ini di kantornya, Selasa (29/12/2020).

Baca Juga  Basmi Hoaks di Tengah Pandemi, Diskominfo Gencar Sosialisasi di Medsos

Sedangkan untuk perkara cerai gugat, yakni dari pihak perempuan sebagai penggugat dan pihak laki-laki sebagai tergugat. Sesuai dengan catatan Pengadilan Agama Bontang, disebutkan Haerul, angka permohonan cerai gugat terbilang cukup tinggi, yakni sebanyak 350 perkara.

Sementara untuk perkara cerai gugat maupun cerai talak yang masuk di Pengadilan Agama Bontang namun tidak jadi disidangkan dengan berbagai alasan, mulai pemohon mencabut laporan, ditolak, digugurkan, dan dicoret, ada sebanyak 221 perkara.

“Jadi total laporan perceraian yang masuk ke kami selama 2020 ada sebanyak 649 laporan permohonan gugat cerai dan talak. Permohonan cerai gugat memang masih cukup tinggi di Bontang, kami mencatat ada sebanyak 530 permohonan cerai gugat,” jelasnya.

Dari 649 perkara itu, sambung Haerul, tidak semuanya diterima dan diproses oleh Pengadilan Agama Bontang dengan berbagai alasan. Namun merujuk data yang dimiliki pihaknya sepanjang 2020, total hanya terdapat 428 permohonan perkara cerai yang diterima pihaknya.

Baca Juga  Janjikan Untung 20 Persen dari Investasi Emas, Calon Janda Tipu Warga Samarinda hingga Rp200 Juta

“Untuk perkara perceraian yang diputus oleh Pengadilan Agama untuk cerai talak sebanyak 103 perkara, sementara untuk cerai gugat sebanyak 325 perkara. Jadi total ada 428 kasus yang diterima, sementara ada 221 perkara yang tidak diterima,” terangnya.

Untuk beberapa perkara perceraian lainnya seperti dicabut, tambahnya, karena antara pemohon dan termohon, baik talak cerai maupun gugat cerai, mau menempuh proses mediasi. Sehingga pasangan suami istri tidak melanjutkan perkaranya saat sidang.

“Untuk perkara perceraian yang ditolak, digugurkan, dan dicoret oleh Pengadilan Agama Bontang, yaitu ada pertimbangan dari majelis, bahwa perkara ini tidak dapat dikabulkan untuk dilanjutkan ke persidangan,” tandasnya. (*)

Penulis: Rezki Jaya
Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks