Isu Terkini

Gempa Susulan Majene 6,2 SR sampai Mamuju, 3 Orang Meninggal Dunia

Gempa Susulan Majene 6,2 SR sampai Mamuju, 3 Orang Meninggal Dunia
Gempa susulan Majene mengakibatkan Kantor Gubernur Sulbar roboh. (istimewa)

Gempa susulan Majene 6,2 SR sampai Mamuju, 3 orang meninggal dunia. Berdasarkan data BPBD Mamuju, korban luka-luka tercatat sementara sebanyak 24 orang.

Akurasi.id Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) diguncang gempa susulan dengan magnitudo 6,2 skala richter (SR), Jumat (15/1/2021), pukul 01.28 WIB. Gempa tersebut juga berdampak di Mamuju.

Dilansir Tirto.id, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan tertulis yang mengatakan, gempa yang terasa hingga Mamuju ini mengakibatkan korban meninggal hingga sejumlah bangunan mengalami rusak berat.

“Data per Jumat (15/1/2021), pukul 06.00 WIB, BPBD Mamuju melaporkan korban meninggal dunia 3 orang dan luka-luka 24,” ujarnya.

Lokasi Gempa Bumi berada di 6 kilometer (km) Timur Laut Majene, Sulbar. Meski tidak berpotensi tsunami, namun goncangan gempa tersebut mengakibatkan sejumlah bangunan roboh.

Bahkan dikabarkan bangunan Kantor Gubernur Sulbar pun ikut ambruk. Foto ambruknya kantor gubernur itu viral di media sosial. Juga mulai ramai beredar perbandingan kantor gubernur saat masih berdiri gagah dengan kantor yang sudah hancur lebur rata dengan tanah. Salah satunya dibagikan oleh akun @info_majene.

“Gempa susulan malam ini mengakibatkan Kantor Gubernur Sulawesi Barat ambruk,” tulis akun instagram @info_majene dikutip Akurasi.id, Jumat (15/1/2021).

Raditya juga mengatakan, kurang lebih 2.000 warga saat ini mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sedangkan kerugian material berupa kerusakan, antara lain Hotel Maleo dan Kantor Gubernur Sulbar mengalami rusak berat (RB). Jaringan listrik juga dikabarkan masih padam usai gempa.

Sementara itu, BPBD Majene menginformasikan akibat gempa terjadi longsor di tiga titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju (akses jalan terputus), sebanyak 62 unit rumah rusak (data sementara), 1 unit Puskesmas (RB) dan 1 Kantor danramil Malunda (RB).

“Merespons kondisi ini, BPBD setempat melakukan penanganan darurat, seperti penanganan korban luka, evakuasi, pendataan dan pendirian pos pengungsian. Kebutuhan mendesak saat ini berupa sembako, selimut dan tikar, tenda keluarga, pelayanan medis dan terpal,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, lokasi persis gempa berada pada koordinat 2,98 Lintang Selatan (LS) dan 118,94 Bujur Timur (BT). Pusat gempa berada di posisi 6 km timur laut Majene dengan kedalaman 10 km. (*)

Penulis/Editor: Suci Surya Dewi

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks