Isu Terkini

Kota Taman Masih Zona Merah, Kepolisian Tegaskan Tidak Ada Perayaan Tahun Baru di Bontang

Kota Taman Masih Zona Merah, Kepolisian Tegaskan Tidak Ada Perayaan Tahun Baru di Bontang
Kapolres Bontang, AKBP Hanifah Martunas Siringoringo saat diwawancarai awak media, Rabu (30/12/2020). (Rezki Jaya/Akurasi.id)

Kota Taman masih zona merah, kepolisian tegaskan tidak ada perayaan Tahun Baru di Bontang. Langkah tegas itu diambil sebagai upaya mencegah dan memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19 di daerah tersebut.

Akurasi.id, Bontang – Penyebaran wabah Covid-19 di Kota Bontang belum tampak akan menunjukan tren penurunan. Hingga di penghujung 2020 ini, Kota Bontang bahkan masih ditetapkan sebagai bagian dari zona merah penyebaran wabah asal Wuhan, Tiongkok tersebut.

Ditetapkan Bontang sebagai bagian dari zona merah penyebaran Covid-19, ikut berdampak pada kebijakan pembatasan sosial yang diterapkan Polres dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang. Pada perayaan pergantian Tahun Baru, Polres dan Pemkot Bontang senada untuk meniadakan perayaan pergantian tahun 2021.

Baca Juga  Parah! Bontang Dikepung Banjir, Pedagang Merugi

Langkah itu diambil Polres dan Pemkot Bontang sebagai upaya antisipasi terhadap semakin meluasnya penyebaran wabah tersebut di Kota Taman -sebutan Bontang. Karena bagaimanapun, pergantian tahun, identik dengan perayaan dan kerumunan masyarakat dalam skala besar.

Kapolres Bontang AKBP Hanifah Martunas Siringoringo mengatakan, sebagai antisipasi adanya kerumunan dalam jumlah besar, maka saat malam Tahun Baru, pihaknya akan melakukan patroli skala besar yang akan melibatkan semua stakeholder terkait.

Hal ini didukung oleh adanya Maklumat Kapolri No.MAK/4/XII/2020, yang intinya adalah masyarakat tidak menyelenggarakan pertemuan, atau kegiatan yang mengundang kerumunan orang banyak di tempat umum, salah satunya adalah perayaan pergantian Tahun Baru 2021.

Baca Juga  Setarakan Tarif Bongkar Muat Pelabuhan, APBMI Tanjung Redeb Bahas Penyesuaian dengan GPEI Kaltim

“Kami akan bersinergi dengan Satpol PP dan stakeholder terkait, untuk memastikan tidak ada kerumunan masyarakat pada malam pergantian tahun 2021. Sanksinya, kami merujuk pada peraturan wali kota Bontang,” katanya saat melaksanakan konferensi pers akhir tahun 2020 di Mako Polres Bontang, Rabu (30/12/2020).

Larangan untuk merayakan pergantian tahun pun telah dikeluarkan Gubernur Kaltim Isran Noor dalam lewat surat edarannya ke pemerintah kabupaten/kota. Untuk itu, kepolisian meminta masyarakat agar mematuhi apa yang sudah jadi imbauan pemerintah demi menekan wabah Covid-19.

“Kami mohon kerja sama masyarakat Bontang untuk mematuhi maklumat ini. Tujuannnya agar masyarakat sadar dan paham, kalau tidak boleh ada perayaan atau acara yang berpotensi menimbulkan kerumunan,” imbuhnya.

Baca Juga  Pelabuhan Loktuan Bontang Jadi Tempat Bongkar Muat Batu Bara Dianggap Hanya Akan Merugikan Masyarakat

Nantinya, mulai FKPM, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Karang Taruna, hingga RT-RT, agar sama-sama menjaga supaya tidak ada perayaan pergantian tahun yang dapat mengundang kerumunan. Dengan demikian, penyebaran wabah Covid-19 dapat dicegah semaksimal mungkin. Kepada pengelola tempat hiburan dan tempat wisata, pun diminta untuk mematuhi imbauan tersebut.

“Apabila kami menemukan masyarakat yang melanggar, maka akan kami berikan teguran terlebih dahulu, tujuannya tentu agar tidak melakukan kerumunan. Kalau ada yang tetap memaksa, maka akan kami bubarkan paksa,” tegasnya. (*)

Penulis: Rezki Jaya
Editor: Dirhanuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks