Isu Terkini

Vaksinasi di Bontang Batal, Wawali Basri Kecewa

Vaksinasi di Bontang Batal, Wawali Basri Kecewa
Ilustrasi

Bontang awalnya mendapatkan dosis Vaksin Sinovac sebanyak 800 Dosis, yang difokuskan untuk Tenaga Kesehatan (nakes), namun akhirnya, vaksinasi di Bontang Batal.

Akurasi.id, Bontang – Vaksinasi di Bontang batal, hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri kesehatan yang mengatakan pemberian vaksin untuk sementara ini difokuskan hanya untuk daerah yang dekat dengan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur, Yakni Samarinda dan Kutai Kartanegara.

Menanggapi hal ini, Wakil Wali (Wawali) Kota Bontang Basri Rase merasa kecewa. Basri menyayangkan atas keputusan tersebut.

Kota Bontang kata Basri, selayaknya menjadi prioritas. Mengingat Kota Bontang merupakan kota industri. Jika terjadi sesuatu yang buruk, tentu berdampak besar.

“Bisa berdampak pada devisa negara,” ujarnya.

Baca Juga  Kedapatan Edarkan Narkoba, Warga Tanjung Laut Bontang Pura-Pura Nongkrong di Dapur Saat Diciduk Polisi

Dilanjutkan Basri, memang sejatinya vaksinasi tahap pertama ditujukan untuk tenaga kesehatan. Namun, dirinya khawatir jika terjadi lonjakan kasus, tenaga medis ikut jadi korban lantaran belum divaksin.

“Kasihan kawan-kawan tenaga kesehatan. Nakes juga bisa ikut terpapar. Kalau nakes terpapar, nanti akan kewalahan. Bisa berdampak banyak ke Kota Bontang, ke perusahaan juga. Bisa nanti berpengaruh pada produksi,” kata Basri.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Juru bicara (Jubir) Tim Gugus Covid-19 Bontang, Adi Permana, tidak banyak bicara.

Adi hanya memperjelas bahwasanya Bontang batal mendapatkan Dosis Vaksin Sinovak untuk di tahap pertama.

“Iya betul, Untuk saat ini Bontang batal mendapatkan Vaksin tersebut,” ucap Adi Saat dihubungi awak media, Rabu (13/1/2021).

Saat ditanyai alasan pembatalan, Adi hanya memperjelas bahwa pihaknya tidak mengetahui penyebabnya.

“Saya kurang tahu untuk alasannya, semua keputusan ini berasal dari pusat. Bisa jadi karena dua daerah tersebut angka paparannya paling tinggi. Salah satunya Samarinda menjadi nomor satu di Kaltim ” jelasnya.

Lanjut Adi, Seluruh kebijakan terkait vaksinasi Covid-19 menjadi otoritas Kemenkes, baik provinsi maupun kota tinggal mengikuti instruksi yang diberikan.

“Data sudah dikirim. Cuma tiba-tiba berubah. Padahal rencananya besok kami sudah menjemput vaksinnya,” pungkasnya.

Baca Juga  Dalam 6 Jam, Lava Pijar Gunung Merapi Dimuntahkan 17 Kali Pagi Ini

Sebagai informasi, Vaksin Sinovak mulai beredar di Indonesia, termasuk provinsi Kalimantan Timur mendapatkan bagian. Diketahui ada sebanyak 25.520 Dosis Vaksin Sinovac telah sampai di Kaltim pada Selasa (5/1/2021) lalu.

Bontang awalnya akan mendapatkan dosis Vaksin Sinovac sebanyak 800 Dosis, yang mana akan difokuskan untuk Tenaga Kesehatan (nakes). (*)

Penulis: Rezki Jaya/Rachman Wahid
Editor: Rachman Wahid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait

Back to top button
Enable Notifications    OK No thanks